Macron, Trump, Meloni, Merz Bertemu Zelenskyy di Gedung Putih

Washington, D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Kanselir Jerman Frie

Jul 11, 2026 - 13:00
0 1
Macron, Trump, Meloni, Merz Bertemu Zelenskyy di Gedung Putih

Washington, D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menggelar pertemuan penting dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di East Room, Gedung Putih, pada Senin (18/8/2025). Pertemuan ini disebut-sebut sebagai salah satu langkah diplomasi paling menentukan sejak invasi Rusia ke Ukraina tiga tahun silam, dengan fokus pada rancangan peta jalan perdamaian komprehensif.

Kedatangan Para Pemimpin dan Suasana East Room

  1. Pukul 10.00 pagi waktu setempat, iring-iringan kepresidenan mulai memasuki kompleks Gedung Putih. Zelenskyy menjadi pemimpin pertama yang tiba, disusul Merz, Meloni, dan Macron.
  2. Presiden Trump menyambut mereka di West Wing sebelum sesi foto bersama di depan perapian marmer East Room.
  3. Rapat tertutup dimulai pukul 10.45 dan berlangsung hampir tiga jam tanpa jeda, dihadiri para penasihat keamanan nasional serta menteri luar negeri masing-masing negara.

Menurut sumber diplomatik yang enggan disebutkan namanya, suasana pertemuan berlangsung hangat namun penuh ketegasan. "Ada momen-momen hening ketika peta wilayah Ukraina yang diduduki Rusia dibentangkan," ujar sumber tersebut.

Proposal Perdamaian Empat Pilar

Inti pembicaraan adalah dokumen setebal 25 halaman berjudul "Pathway to a Just and Lasting Peace in Ukraine" yang disusun bersama oleh tim teknis AS, Prancis, Jerman, dan Italia. Dokumen itu memuat empat pilar utama:

  • Gencatan senjata bertahap yang diawasi pasukan penjaga perdamaian multinasional non-NATO di sepanjang garis kontak sepanjang 1.200 kilometer.
  • Penarikan pasukan Rusia dari wilayah Ukraina timur dan selatan dalam enam fase selama 18 bulan, dengan jaminan keamanan bagi warga berbahasa Rusia di Donbas.
  • Paket rekonstruksi senilai 50 miliar dolar AS yang dikucurkan melalui Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia, dengan kontribusi utama dari negara-negara G7 dan lembaga keuangan Uni Eropa.
  • Jalur aksesi Ukraina ke Uni Eropa yang dipercepat, dengan target keanggotaan penuh pada 2030, tanpa keanggotaan NATO sebagai bagian dari kompromi dengan Moskow.
"Kami tidak hanya menawarkan kertas, kami menawarkan masa depan. Ukraina tidak boleh menjadi medan tempur abadi antara Timur dan Barat," kata Presiden Macron dalam pernyataan singkat sebelum memasuki ruang pertemuan.

Respons Zelenskyy dan Sorotan Kritis

Presiden Zelenskyy menyambut baik inisiatif ini, namun menekankan bahwa keadilan bagi para korban kejahatan perang Rusia harus menjadi fondasi setiap kesepakatan. Ia juga menyampaikan data terbaru bahwa lebih dari 12.000 warga sipil tewas sejak awal invasi dan 30% infrastruktur energi Ukraina hancur akibat serangan rudal dan drone.

"Kami berterima kasih atas solidaritas yang luar biasa ini. Tapi saya harus jujur di hadapan para pemimpin: Ukraina tidak bisa menerima perdamaian yang hanya membekukan konflik. Kami butuh jaminan keamanan yang mengikat, bukan janji," tegas Zelenskyy dalam konferensi pers gabungan usai pertemuan.

Presiden Trump, yang mencalonkan diri kembali pada 2024 dengan janji mengakhiri perang, menegaskan bahwa Washington akan memainkan peran sebagai "penjamin netral" dan siap menjadi tuan rumah perundingan lanjutan antara Kyiv dan Moskow pada akhir tahun.

"Kita harus mengakhiri pertumpahan darah ini. Saya akan mengundang Presiden Putin untuk berbicara. Ini saatnya negosiator duduk di meja, bukan tank yang bergerak di medan perang," ujar Trump.

Peta Jalan ke Depan

Pertemuan diakhiri dengan penandatanganan deklarasi bersama yang menyerukan:

  1. Pembentukan gugus tugas tingkat menteri yang akan bertemu sebulan sekali di Warsawa.
  2. Konferensi donor internasional pada November 2025 di Berlin untuk menghimpun dana rekonstruksi tahap awal.
  3. Pertukaran tahanan secara besar-besaran dengan keterlibatan Palang Merah Internasional.

Para pengamat menilai keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada respons Kremlin. "Tanpa partisipasi Rusia, semua ini hanya akan menjadi simbolisme politik yang mahal," ujar Dr. Fiona Hill, pakar Rusia dari Brookings Institution. Namun, keberanian para pemimpin Eropa dan AS menyatukan sikap di Gedung Putih memberi sinyal kuat bahwa Ukraina tidak akan dibiarkan sendirian menghadapi agresi.

[SOCIAL_TWEET]: Trump, Macron, Meloni, dan Merz temui Zelenskyy di Gedung Putih. Usung proposal perdamaian 4 pilar dengan dana rekonstruksi $50 miliar. Gencatan senjata bertahap jadi kunci. #Ukraina #PerdamaianDunia #WhiteHouseSummit[SOCIAL_TG]: 🌍 Pertemuan besar di Gedung Putih! Trump & pemimpin Eropa sodorkan rencana perdamaian untuk Ukraina. Ada gencatan senjata bertahap dan dana $50 miliar. Zelenskyy bilang: "Kami butuh jaminan, bukan janji."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User