Sep 16, 2026
Nasional

LUMAJANG — Gunung Semeru Meletus 32 Kali, Status Siaga Diberlakukan

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam

LUMAJANG — Gunung Semeru Meletus 32 Kali, Status Siaga Diberlakukan

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam kurun waktu hanya enam jam pada Jumat (11/9/2026), gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami letusan sebanyak 32 kali. Fenomena ini menegaskan bahwa kompor alam raksasa tersebut masih berada dalam fase erupsi aktif yang memerlukan kewaspadaan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat.

Berdasarkan pengamatan meteorologi dan visual di lapangan, asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang. Asap tersebut membumbung setinggi 300 hingga 500 meter di atas puncak kawah. Gemuruh letusan dan tremor terus terekam oleh seismograf, menandakan pergerakan magma di perut bumi Semeru masih sangat dinamis.

Dinamika Seismik dan Catatan Pengamatan Vulkanik

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru yang berada di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mencatat rangkaian kegempaan yang cukup intensif selama periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Selain letusan permukaan, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa hembusan dan gempa vulkanik dalam.

Data rekaman seismograf menunjukkan dinamika kegempaan yang signifikan sebagaimana terangkum dalam tabel pengamatan berikut:

Jenis Kegempaan Jumlah Kejadian Amplitudo (mm) Durasi (detik)
Gempa Letusan/Erupsi 32 kali 10 - 22 mm 65 - 145 detik
Gempa Hembusan 8 kali 3 - 8 mm 35 - 75 detik
Harmonik / Tremor Menerus 2 kali 2 - 5 mm 110 - 300 detik

Melihat tingginya intensitas letusan dalam jendela waktu yang cukup singkat tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Semeru masih dipertahankan pada Level III (Siaga). Potensi bahaya sewaktu-waktu dapat mengancam warga yang beraktivitas di sekitar lereng gunung.

Ancaman Bahaya Sekunder dan Awan Panas Guguran

Ancaman utama dari erupsi Gunung Semeru tidak hanya berasal dari lontaran material pijar di sekitar puncak, tetapi juga bahaya sekunder berupa Awan Panas Guguran (APG) dan lahar dingin. Mengingat cuaca di kawasan puncak Semeru sering kali diguyur hujan deras, potensi luapan lahar dingin melalui alur sungai yang berhulu di kawah Jonggring Saloko menjadi sangat tinggi.

Pihak otoritas teknis mengingatkan agar warga yang bermukim di pinggiran daerah aliran sungai (DAS) tidak mengabaikan tanda-tanda alam dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh badan penanggulangan bencana.

"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan. Potensi perluasan awan panas dan aliran lahar masih sangat tinggi, terutama saat intensitas curah hujan meningkat di wilayah puncak," tegas petugas pengamat Gunung Semeru dalam laporan resminya.

Zona Bahaya dan Rekomendasi Keselamatan

Guna mengantisipasi dampak buruk dari peningkatan aktivitas vulkanik ini, PVMBG merilis serangkaian rekomendasi ketat yang wajib dipatuhi oleh warga lokal, penambang pasir, maupun wisatawan:

  • Dilarang Beraktivitas di Besuk Kobokan: Tidak boleh ada aktivitas masyarakat pada jarak 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi) di sepanjang sektor tenggara Besuk Kobokan.
  • Sempadan Sungai: Di luar jarak 13 km tersebut, masyarakat tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terjangkau perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  • Radius Aman Puncak: Mematuhi larangan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
  • Waspada Lahar Dingin: Mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang bersama Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bersiaga penuh di lapangan. Posko pemantauan dan jalur evakuasi telah disiapkan guna memastikan keselamatan warga jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan status aktivitas gunung api yang lebih ekstrem.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User