KPK Amankan Total 7 Orang dalam Operasi Tangkap Tangan Terkait Bupati Langkat

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Langkat, Syah Afandin, dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di wilayah Sumatera Utara. Operasi senyap ini tidak han

Jul 06, 2026 - 13:07
0 0
KPK Amankan Total 7 Orang dalam Operasi Tangkap Tangan Terkait Bupati Langkat

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Langkat, Syah Afandin, dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di wilayah Sumatera Utara. Operasi senyap ini tidak hanya menyasar orang nomor satu di Kabupaten Langkat tersebut, melainkan juga sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam pusaran kasus korupsi. Total, sebanyak tujuh orang berhasil diamankan oleh tim penindakan lembaga antirasuah itu.

Informasi yang dihimpun media kami dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/7/2026), mengonfirmasi bahwa ketujuh orang tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan keterangan resmi di hadapan awak media terkait rincian operasi tersebut. Ia memaparkan komposisi para pihak yang diamankan dalam OTT kali ini.

“Kami mengamankan sejumlah tujuh orang. Satu orang merupakan penyelenggara negara, satu orang merupakan ASN di Kabupaten Langkat, dan lima orang lainnya merupakan pihak swasta. Dari tujuh orang yang diamankan tersebut, salah satunya adalah Bupati Langkat,” kata Budi Prasetyo dalam pernyataannya.

Meskipun belum memerinci identitas seluruh pihak yang diamankan, KPK memastikan bahwa Bupati Langkat yang terjaring adalah Syah Afandin. Operasi ini sontak mengejutkan publik, mengingat Syah Afandin bukanlah bupati pertama dari daerah tersebut yang harus berhadapan dengan jerat hukum KPK.

Ironi Berulang di Kursi Kepala Daerah

Penangkapan ini seakan menjadi sebuah siklus ironis dalam sejarah kepemimpinan Kabupaten Langkat. Sebelumnya, jabatan Bupati Langkat diduduki oleh Terbit Rencana Perangin Angin, yang juga terjerat operasi tangkap tangan KPK pada awal tahun 2022 lalu. Saat itu, Terbit diamankan bersama sejumlah pihak swasta terkait dugaan suap pengaturan proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Dengan ditangkapnya Syah Afandin, kursi panas Bupati Langkat kembali kosong dan menjadi sorotan tajam publik. Publik bertanya-tanya mengapa kasus serupa bisa terulang dalam kurun waktu yang relatif singkat, meskipun KPK telah berulang kali memberikan peringatan dan gebrakan anti-korupsi di wilayah tersebut. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa praktik korupsi telah mengakar dan menjadi budaya yang sulit diberantas di internal pemerintahan daerah tersebut.

Pengembangan Kasus dan Peran Serta Masyarakat

Berdasarkan sumber yang dekat dengan penyelidikan, OTT ini merupakan hasil pengembangan dari laporan masyarakat yang masuk ke KPK. Meski detail transaksi dan jumlah uang yang diamankan belum dipublikasikan secara terbuka, Budi Prasetyo memastikan bahwa KPK bekerja secara profesional untuk mengungkap konstruksi perkara. Saat ini, ketujuh orang tersebut masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak dan mengumumkan kronologi lengkap penangkapan, termasuk penetapan tersangka.

KPK menegaskan tidak akan segan-segan menindak siapapun yang bermain api dengan uang negara, termasuk menjebloskan kembali kepala daerah yang menggantikan pendahulunya yang sudah dihukum. Lembaga ini juga mengapresiasi keberanian masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran, dan berharap kejadian ini menjadi preseden agar pemerintahan di Langkat dapat dibersihkan total dari praktik rasuah. Media kami akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terkini kepada publik. (tim)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User