Kogabwilhan III Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Intan Jaya

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III resmi memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, dan wilayah

Jul 11, 2026 - 06:14
0 2
Kogabwilhan III Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Intan Jaya

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III resmi memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, dan wilayah pegunungan Papua Tengah. Kegiatan kick off yang digelar pada Senin, 15 Mei 2026 ini menandai babak baru pendekatan TNI dalam menangani kerawanan pangan dan gizi di daerah terpencil. Program yang diinisiasi langsung oleh Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, menyasar lebih dari 3.500 anak sekolah dasar dan 1.200 ibu hamil di 15 kampung yang tersebar di pegunungan tengah Papua.

Prosesi Kick Off di Distrik Sugapa

  1. Pukul 06.30 WIT: Tim gabungan dari Satuan Tugas Kogabwilhan III menyiapkan 800 paket makanan di tiga titik dapur umum yang didirikan di SDN Inpres Sugapa, Kampung Bilogai, dan Pos Satgas Mamba.
  2. Pukul 07.15 WIT: Ratusan siswa dengan antusias mengikuti apel pagi bersama prajurit TNI, dilanjutkan dengan sosialisasi singkat tentang pentingnya gizi seimbang.
  3. Pukul 08.00 WIT: Panglima Kogabwilhan III secara simbolis menyerahkan paket makanan kepada tiga perwakilan siswa. Menu hari pertama terdiri dari nasi, telur rebus, tumis kangkung, potongan pepaya, dan susu UHT.
  4. Pukul 08.30 – 09.30 WIT: Distribusi makanan dilakukan serentak di seluruh titik layanan. Anak-anak yang tidak bersekolah tetap mendapat jatah melalui posko kampung yang dikelola oleh Babinsa setempat.
  5. Pukul 10.00 WIT: Panglima berdialog dengan para kepala suku dan tokoh adat untuk memastikan program MBG berjalan tanpa hambatan budaya.

Tantangan Gizi di Pegunungan Papua Tengah

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya menunjukkan bahwa prevalensi stunting di wilayah tersebut mencapai 42,7%, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 21,6%. Akses terhadap pangan bergizi sangat terbatas akibat kondisi geografis yang ekstrem. Banyak kampung hanya terhubung melalui jalur udara atau berjalan kaki selama berhari-hari. “Harga telur di Sugapa bisa mencapai Rp 10.000 per butir karena logistik yang rumit,” ujar dr. Maria Wenda, Kepala Puskesmas Sugapa. Intervensi TNI dalam program ini dinilai krusial karena satuan militer memiliki jejaring teritorial hingga ke tingkat kampung yang tidak dimiliki oleh lembaga sipil.

“Program ini bukan sekadar bagi-bagi makanan. Kami sedang membangun kesadaran kolektif bahwa gizi adalah pertahanan pertama generasi penerus bangsa. Papua adalah bagian dari kedaulatan Indonesia yang harus dijaga dari ancaman kekurangan gizi,” tegas Letjen TNI Bambang Trisnohadi dalam sambutannya.

Skema Keberlanjutan dan Pelibatan Lokal

Agar tidak sekadar seremoni, Kogabwilhan III merancang skema keberlanjutan yang melibatkan masyarakat lokal. Beberapa langkah yang sedang dan akan dijalankan:

  • Pembentukan Koperasi Mama-Mama Papua sebagai pemasok bahan baku dapur MBG. Koperasi ini akan menerima pendampingan dari Korem 173/PVB untuk budidaya sayuran dan peternakan ayam petelur.
  • Penggunaan dana tanggung jawab sosial (CSR) BUMN melalui sinergi dengan PT Freeport Indonesia dan Bank Papua untuk memastikan pasokan rutin susu dan telur.
  • Pelatihan kader gizi kampung yang direkrut dari pemuda setempat. Mereka akan menjadi garda terdepan pemantau status gizi anak dan ibu hamil, serta melaporkan data secara daring melalui perangkat satelit TNI.

Program ini direncanakan berlangsung selama enam bulan tahap awal, dengan evaluasi setiap bulan. Jika indikator penurunan stunting menunjukkan tren positif, cakupan akan diperluas ke Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya. Wakil Bupati Intan Jaya, Yulius Miagoni, menyambut baik inisiatif ini: “Kami sudah lama berharap ada terobosan seperti ini. Selama ini program gizi banyak berhenti di ibukota kabupaten.”

Respon Masyarakat dan Simbol Persatuan

Kedatangan rombongan Kogabwilhan III disambut dengan tarian adat Moni dan penyematan noken kepada Panglima. Tokoh adat, Bapak Yustus Wonda, menyatakan bahwa kehadiran TNI dirasakan semakin dekat dengan masyarakat setelah program ini. “Anak-anak senang sekali. Biasanya pagi hanya minum kopi atau air gula. Sekarang ada telur dan susu,” katanya haru. Di akhir acara, Panglima menegaskan bahwa program MBG tidak akan berhenti meskipun ada rotasi personel. “Ini program komando, bukan program perorangan. Siapapun Panglima-nya, dapur MBG harus tetap mengepul,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan koperasi lokal, program Makan Bergizi Gratis di Intan Jaya diharapkan menjadi model intervensi gizi berbasis kewilayahan yang dapat direplikasi di seluruh daerah rawan pangan di Indonesia timur.

[SOCIAL_TWEET]: Kogabwilhan III luncurkan program Makan Bergizi Gratis di Intan Jaya. 3.500 anak & 1.200 ibu hamil jadi sasaran. Ini bukan sekadar bagi makanan, tapi upaya pertahanan generasi dari ancaman stunting. Simak reportase lengkapnya. #PapuaBangkit #GiziAnak #TNIUntukRakyat[SOCIAL_TG]: 🍳🥛 Kogabwilhan III resmi mulai program Makan Bergizi Gratis di Sugapa, Intan Jaya. 3500+ anak dan 1200 ibu hamil terima makanan bergizi tiap pagi. Preseden baru intervensi gizi berbasis territorial TNI. Baca detailnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User