Sep 16, 2026
Nasional

Kemenperin Gandeng Korea Selatan Perkuat SDM Lewat Ppuri Technology

JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia terus mengakselerasi peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor manufak

Kemenperin Gandeng Korea Selatan Perkuat SDM Lewat Ppuri Technology

JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia terus mengakselerasi peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor manufaktur nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan kolaborasi bilateral bersama Pemerintah Korea Selatan dengan mengadopsi transfer keahlian berbasis Ppuri Technology melalui fasilitas Korea-Indonesia Technology Cooperation Center (KITC).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguasaan teknologi dasar manufaktur merupakan kunci utama dalam mendongkrak daya saing industri nasional di kancah global. Kolaborasi ini dirancang guna menjawab kebutuhan industri modern yang menuntut efisiensi tinggi serta presisi presisi berstandar internasional.

"Pengembangan SDM industri yang adaptif terhadap teknologi mutakhir menjadi prioritas utama. Melalui kemitraan dengan Korea Selatan dan penguatan peran KITC, kita ingin memastikan tenaga kerja lokal menguasai teknologi dasar hingga lanjutan demi memperkuat struktur industri nasional," tegas Agus Gumiwang Kartasasmita.

Fondasi Manufaktur Berbasis Ppuri Technology

Dalam ekosistem manufaktur Korea Selatan, Ppuri Technology dikenal sebagai "teknologi akar" yang menopang seluruh industri perakitan dan teknologi tinggi. Istilah ppuri yang berarti akar mencakup enam pilar teknologi dasar manufaktur, yaitu:

  • Pengecoran Logam (Casting): Pembentukan logam cair untuk komponen mesin presisi.
  • Pencetakan (Molding): Pembuatan cetakan produk presisi tinggi untuk sektor otomotif dan elektronik.
  • Pembentukan Plastis (Forming): Proses deformasi logam guna menghasilkan struktur kuat.
  • Pengelasan (Welding): Teknik penyambungan material canggih dengan kekuatan tinggi.
  • Perlakuan Panas (Heat Treatment): Rekayasa sifat mekanik logam agar tahan aus dan tahan beban.
  • Perlakuan Permukaan (Surface Treatment): Proteksi korosi dan peningkatan estetika komponen industri.

Kronologi dan Tahapan Kemitraan Strategis RI-Korea

Kemitraan antara Kemenperin dan Korea Selatan telah melalui serangkaian tahapan strategis yang terstruktur guna memastikan keberlanjutan alih teknologi:

  1. Inisiasi Kesepakatan Bilateral: Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menyepakati kerangka kerja sama penguatan industri manufaktur melalui pertukaran tenaga ahli dan program standardisasi teknis.
  2. Pendirian Fasilitas KITC: Pembentukan Korea-Indonesia Technology Cooperation Center sebagai pusat pelatihan teknis, pengujian mesin, dan inkubasi alih teknologi bagi teknisi lokal.
  3. Pelaksanaan Pelatihan Instruktur (ToT): Pengiriman dan pelatihan instruktur vokasi Kemenperin untuk mendalami langsung metodologi Ppuri Technology di institusi riset Korea.
  4. Integrasi Kurikulum Vokasi Industri: Penerapan kurikulum berbasis industri 4.0 dan teknologi akar pada politeknik serta SMK binaan Kemenperin secara nasional.

Dampak Positif bagi Daya Saing Rantai Pasok Nasional

Penguatan keahlian pada level Ppuri Technology diharapkan mampu memperkecil ketergantungan industri dalam negeri terhadap komponen impor, terutama pada industri otomotif, permesinan, dan elektronik. Dengan memiliki tenaga kerja yang kompeten dalam teknik manufaktur presisi, industri domestik siap menjadi bagian integral dari rantai pasok global (global supply chain).

Kemenperin optimis bahwa sinergi berkelanjutan dengan mitra internasional seperti Korea Selatan akan mendorong percepatan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, sekaligus mencetak SDM industri yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User