Kebakaran melanda permukiman padat di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (15/7/2025) sore. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung membesar akibat padatnya bangunan di area tersebut. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dalam waktu kurang dari 15 menit setelah menerima laporan dari warga.
Kronologi Kejadian dan Evakuasi Warga
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Supriyanto, menjelaskan kronologi kejadian kepada jurnalis di lokasi. Ia menyatakan api pertama kali muncul dari salah satu rumah di gang sempit kawasan Gambir, kemudian dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.
"Kami menerima laporan warga pada pukul 15.32 WIB dan langsung menurunkan empat unit mobil pemadam ke lokasi. Namun akses jalan yang sangat sempit menjadi hambatan utama dalam upaya pemadaman," tegas Supriyanto di lokasi kejadian, Senin.
Warga setempat, Ahmad Fauzi (45), mengaku panik mendengar informasi kebakaran. Ia menyebutkan api распрона begitu cepat karena banyak material mudah terbakar di permukiman tersebut.
"Saya langsung membawa keluarga keluar rumah. Api sudah sangat besar ketika saya lihat. Banyak rumah di sini beratapkan seng dan berdinding kayu," tutur Ahmad Fauzi, warga Gang Melati, Gambir.
Upaya Pemadaman dan Tantangan di Lapangan
Tim pemadam kebakaran menghadapi tantangan berat dalam memadamkan api. Lebar gang yang hanya sekitar 1,5 meter menyulitkan mobil pemadam untuk mendekati titik api. Petugas harus menggunakan selang panjang dan memposisikan mobil di jalan utama untuk mengalirkan air.
Berdasarkan data resmi Dinas Penanggulangan Kebakaran DKI Jakarta, sekitar 23 unit rumah terdampak langsung oleh kebakaran ini. Dari jumlah tersebut, 12 rumah mengalami kerusakan parah dan tidak bisa lagi dihuni, sementara sisanya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Petugas pemadam kebakaran menurunkan delapan unit mobil tangki air dan melibatkan 65 personil dari berbagai stasiun pemadam kebakaran di Jakarta Pusat dan sekitarnya. Pemadaman dilakukan secara bertahap dengan pendekatan defensive untuk mencegah api meluas ke permukiman di sekitarnya.
Dampak dan Penanganan Pasca-Kebakaran
Kebakaran ini menyebabkan 78 warga mengungsi ke posko darurat yang didirikan di halaman Kantor Kelurahan Gambir. Dinas Sosial DKI Jakarta ikut turun tangan dengan menyediakan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, termasuk makanan, air bersih, selimut, dan obat-obatan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Ratna Sari, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan bantuan penuh kepada korban kebakaran. Ia menyatakan timnya sudah berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat untuk mendata warga yang terdampak.
"Kami sudah membuka posko pengungsian dan siap memberikan bantuan selama diperlukan. Kami juga akan membantu proses administrasi untuk warga yang kehilangan dokumen akibat kebakaran," terang Ratna Sari saat meninjau posko.
Selain itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya segera memutus aliran listrik di radius 50 meter dari lokasi kebakaran untuk menghindari risiko tersengat listrik. PLN juga mengirim tim teknis untuk memeriksa instalasi listrik di rumah-rumah yang terdampak.
Penelusuran Penyebab dan Imbauan
Tim Investigasi Dinas Penanggulangan Kebakaran DKI Jakarta masih melakukan penelusuran penyebab pasti kebakaran. Petugas forensik kebakaran sudah turun ke lapangan untuk memeriksa titik awal api dan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian.
Kasubag Umum Stasiun Pemadam Kebakaran Gambir, Budi Santoso, memperkirakan api bisa dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.45 WIB setelah proses pendinginan selama hampir dua jam. Ia menjelaskan proses pendinginan sangat penting untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
"Kami sudah melakukan pendinginan menyeluruh agar tidak terjadi kebakaran ulang. Tim investigasi juga sudah mulai bekerja untuk menentukan penyebab pasti," papar Budi Santoso.
Pihak berwenang sementara waktu melarang warga memasuki area yang terdampak hingga proses investigasi selesai. Lurah Gambir, Hasan Basri, mendesak agar warga yang ingin memeriksa rumah mereka untuk menunggu izin dari tim investigasi.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga permukiman padat di Jakarta Pusat untuk lebih waspada terhadap risiko kebakaran. Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Kecamatan Gambir berencana menggelar rapat koordinasi dengan seluruh lurah untuk membahas upaya pencegahan kebakaran di permukiman padat, termasuk pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik dan penyediaan alat pemadam api ringan di setiap gang. Kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 3,5 miliar, sementara tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Comments (0)