JAKARTA, Apaberita.com — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menggelar operasi pencarian dan pertolongan skala besar menyusul insiden sebuah kapal motor penumpang yang mengangkut 243 orang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa. Hingga Minggu siang, tim penyelamat berhasil menemukan dan mengevakuasi puluhan penumpang yang terombang-ambing di laut lepas.
Kabar putusnya komunikasi kapal tersebut memicu peringatan darurat maritim di seluruh stasiun radio pantai kawasan Laut Jawa. Armada SAR langsung dikerahkan bersama kapal patroli TNI Angkatan Laut, Polairud, serta dibantu oleh sejumlah kapal nelayan setempat guna menyisir titik koordinat terakhir saat kapal tersebut memancarkan sinyal darurat.
Kronologi Kejadian dan Hilangnya Kontak
Berdasarkan data manifest dan laporan otoritas pelabuhan setempat, rangkaian peristiwa hilangnya kapal berpenumpang ratusan orang tersebut terjadi dalam beberapa tahapan krusial:
- Pukul 02.30 WIB: Kapal berangkat membawa 243 jiwa, terdiri atas penumpang umum dan anak buah kapal (ABK), dengan rute pelayaran antar-pulau melintasi Laut Jawa.
- Pukul 05.45 WIB: Nahkoda kapal sempat melaporkan adanya cuaca buruk dan anomali gelombang tinggi ke stasiun radio pantai terdekat.
- Pukul 06.15 WIB: Sinyal transmisi dan komunikasi radio kapal terputus total (hilang kontak) di tengah laut lepas.
- Pukul 08.00 WIB: Basarnas resmi menerbitkan status kedaruratan operasi SAR (Search and Rescue) setelah kapal tidak merespons panggilan darurat.
- Pukul 11.30 WIB: Tim perintis SAR berhasil menemukan rombongan pertama korban yang terapung dengan pelampung penyelamat di perairan terbuka.
Upaya Evakuasi dan Penemuan Korban Selamat
Hingga Minggu siang, operasi penyisiran membuahkan hasil awal dengan ditemukannya puluhan korban selamat yang berhasil bertahan menggunakan jaket pelampung (life jacket) dan sekoci darurat. Para korban yang telah dievakuasi langsung dibawa ke posko medis darurat di pelabuhan terdekat guna mendapatkan penanganan medis intensif akibat hipotermia dan kelelahan fisik.
"Fokus utama kami hari ini adalah menyelamatkan sebanyak mungkin korban yang berada di permukaan air sebelum hari gelap. Puluhan penumpang sudah berhasil dievakuasi ke kapal SAR, dan penyisiran terus diperluas sesuai pola pergerakan arus laut," ujar perwakilan pimpinan operasi Basarnas di lokasi.
Kendala Cuaca dan Perluasan Radius Pencarian
Operasi pencarian dan penyelamatan di Laut Jawa dihadapkan pada tantangan berat akibat kondisi hidrometeorologi. Gelombang laut dilaporkan mencapai ketinggian 2 hingga 3,5 meter disertai hembusan angin kencang yang menyulitkan manuver kapal-kapal penyelamat berukuran kecil.
Untuk mengoptimalkan operasi kemanusiaan ini, otoritas SAR mengerahkan sejumlah armada pendukung, antara lain:
- Pengerahan helikopter SAR untuk pemantauan visual udara di area blind-spot.
- Penyisiran menggunakan kapal negara (KN) berkapasitas besar yang mampu menembus ombak tinggi.
- Koordinasi dengan kapal-kapal niaga yang sedang melintas di jalur pelayaran Laut Jawa untuk melaporkan keberadaan serpihan atau korban.
Pihak berwenang mengimbau keluarga korban untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari posko informasi terpadu yang telah didirikan di pelabuhan keberangkatan maupun pelabuhan tujuan.
Comments (0)