Jawa Tengah — BNNP Jateng Bekali 320 ASN Pemanfaatan AI Generatif Aman dan Etis
Semarang, Apaberita – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) menggelar webinar bertajuk “Penggunaan AI Generatif secara Aman dan Etis
Kronologi Kegiatan
- Pembukaan dan Sambutan Kepala BNNP Jateng
Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., membuka acara dengan menekankan pentingnya literasi digital bagi ASN di era transformasi teknologi. Sambutan disampaikan secara luring di hadapan peserta yang hadir langsung dan daring. - Pemaparan Tiga Prinsip Utama AI Generatif
Dalam sambutannya, ia memaparkan tiga prinsip yang harus dipegang ASN saat memanfaatkan AI Generatif:- Meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan kemampuan berpikir kritis.
- Menjaga keamanan informasi kedinasan yang bersifat internal maupun rahasia.
- Menjunjung tinggi etika dengan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang dihasilkan AI sebelum digunakan.
- Materi dari Widyaiswara Ahli Madya
Sesi utama diisi oleh narasumber Siti Nurkhasanah, SKM., M.Kes., Widyaiswara Ahli Madya dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia BNN. Materi mencakup potensi, risiko, serta praktik terbaik penggunaan AI Generatif di lingkungan birokrasi. - Diskusi dan Sesi Tanya Jawab
Peserta, baik yang hadir langsung di aula maupun yang mengikuti secara virtual, diberi kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar implementasi AI yang sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. - Penutupan dan Komitmen Tindak Lanjut
Kegiatan ditutup dengan penegasan bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti manusia. ASN dituntut tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis, integritas, dan profesionalisme dalam setiap pengambilan keputusan.
Sorotan Data dan Fakta
Webinar ini merupakan langkah konkret BNN dalam memperkuat kapasitas SDM melalui program BNN CORPU. Total peserta mencapai 320 orang, menjadikannya salah satu kegiatan pengembangan kompetensi digital dengan jangkauan peserta cukup luas yang melibatkan BNN pusat dan daerah. Brigjen Agus Rohmat menegaskan bahwa ASN yang unggul bukanlah yang mampu “bersaing” dengan AI, melainkan yang mampu memanfaatkan AI secara bijak untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Prinsip keamanan informasi kedinasan menjadi perhatian utama, mengingat potensi kebocoran data jika ASN tidak berhati-hati dalam menggunakan platform AI publik. Peserta diingatkan untuk tidak memasukkan data sensitif atau rahasia ke dalam sistem AI Generatif yang belum terverifikasi keamanannya. Di sisi lain, etika verifikasi menjadi benteng terakhir agar informasi yang digunakan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui webinar ini, BNNP Jateng berharap terbentuk ASN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi tetap memegang teguh akuntabilitas, integritas, dan profesionalisme. Komitmen ini sejalan dengan arahan nasional agar instansi pemerintah tidak gagap teknologi, namun juga tidak kehilangan esensi pelayanan publik yang manusiawi dan bertanggung jawab.
Comments (0)