Sep 16, 2026
Hukum

JAKARTA — Ulama Beda Pendapat Terkait Waktu Turunnya Surah Al Hasyr

Suasana pergantian bulan dalam kalender Hijriah kerap membawa umat Islam pada ingatan akan peristiwa-peristiwa bersejarah yang melatarbelakangi lahirnya wa

JAKARTA — Ulama Beda Pendapat Terkait Waktu Turunnya Surah Al Hasyr

Suasana pergantian bulan dalam kalender Hijriah kerap membawa umat Islam pada ingatan akan peristiwa-peristiwa bersejarah yang melatarbelakangi lahirnya wahyu Al-Qur'an. Salah satu momen yang kerap menjadi perbincangan hangat saat memasuki bulan Rabiul Akhir adalah keterkaitannya dengan sejarah penurusan Surah Al-Hasyr. Banyak penceramah dan literatur klasik mengaitkan bulan keempat dalam penanggalan Islam ini dengan peristiwa penaklukan dan pengusiran suku Bani Nadhir, yang menjadi sebab utama (asbabun nuzul) diturunkannya surah ke-59 tersebut. Namun, apakah penanggalan ini telah menjadi kesepakatan mutlak para sejarawan Islam?

Surah Al-Hasyr sendiri memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam historiografi Islam. Sahabat Nabi, Ibnu Abbas RA, bahkan pernah mengusulkan agar surah ini dinamai sebagai "Surah Bani Nadhir". Hal ini disebabkan oleh mayoritas dari 24 ayat dalam surah tersebut secara spesifik merekam ketegangan politik, pelanggaran perjanjian, hingga pengepungan militer terhadap benteng Yahudi Bani Nadhir di Madinah yang terjadi pada tahun 4 Hijriah.

Penelusuran Sejarah Peristiwa Bani Nadhir dan Rabiul Akhir

Berdasarkan catatan pakar sejarah Islam klasik seperti Al-Waqidi dan Ibnu Sa'd dalam kitab Tabaqat al-Kubra, pengepungan terhadap benteng Bani Nadhir di pinggiran Madinah terjadi pada bulan Rabiul Akhir tahun 4 H (sekitar bulan Agustus atau September 625 Masehi). Pengepungan yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW tersebut berlangsung selama 6 hingga 15 malam hingga akhirnya kelompok Bani Nadhir menyerah dan bersedia angkat kaki dari Madinah.

Kendati demikian, studi historiografi menunjukkan adanya dinamika perbedaan riwayat. Sejarawan terkemuka lainnya, Ibnu Ishaq, justru mencatat bahwa penyerangan dan pengusiran Bani Nadhir terjadi pada bulan Rabiul Awwal, yaitu satu bulan lebih awal dari riwayat Al-Waqidi. Perbedaan penghitungan bulan ini umumnya bersumber dari variasi catat penanggalan urutan perang setelah Tragedi Bir Ma'unah dan Perang Uhud.

"Perbedaan pendapat di kalangan ahli sejarah dan mufasir mengenai bulan pasti turunnya Surah Al-Hasyr adalah hal yang lumrah dalam metode historiografi Islam klasik. Yang terpenting bukanlah mendebatkan tanggalnya, melainkan memetik pesan substansial dari Asbabun Nuzul surah tersebut mengenai prinsip keadilan, kejujuran janji, dan kekuasaan mutlak Allah SWT," ujar Dr. Ahmad Zaki, peneliti studi Al-Qur'an dan Sejarah Islam dari Jakarta.

Analisis Perbandingan Riwayat Tarikh Islam

Untuk memahami peta pandangan ulama mengenai waktu terjadinya peristiwa pengusiran Bani Nadhir yang mengawali turunnya Surah Al-Hasyr, berikut adalah perbandingan ringkas dari beberapa rujukan klasik:

Tokoh / Sejarawan Pendapat Waktu Kejadian Dasar Argumentasi Historiografi
Al-Waqidi & Ibnu Sa'd Rabiul Akhir 4 H Peristiwa terjadi tepat setelah Tragedi Bir Ma'unah dan berlangsung selama pertengahan bulan Rabiul Akhir.
Ibnu Ishaq Rabiul Awwal 4 H Penghitungan jarak waktu yang ditarik dari peristiwa Perang Uhud pada Syawal tahun 3 H.
Imam Al-Qurtubi Proses Bertahap Peristiwa militer dimulai di Rabiul Awwal dan ketetapan hukum wahyu (Surah Al-Hasyr) tuntas pada Rabiul Akhir.

Kandungan Utama dan Pelajaran Penting Surah Al-Hasyr

Terlepas dari silang pendapat mengenai bulan pasti penurunannya, Surah Al-Hasyr memuat berbagai petunjuk syariat dan prinsip moral yang sangat krusial bagi kehidupan bermasyarakat. Beberapa poin utama yang tertuang di dalamnya meliputi:

  • Pengaturan Harta Fai': Dalam ayat 7, Allah SWT menetapkan aturan pembagian harta rampasan perang yang didapat tanpa pertempuran fisik (Fai') agar harta tersebut tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya saja.
  • Sifat Ukhuwah Kaum Ansar dan Muhajirin: Pujian Allah terhadap ketulusan kaum Ansar yang rela berbagi tempat tinggal dan harta demi menyambut saudara seiman mereka dari Makkah.
  • Perintah Muhasabah Diri: Ayat 18 menegaskan kewajiban setiap individu untuk melakukan introspeksi atas perbuatan yang telah dilakukan demi menghadapi hari esok (akhirat).
  • Keagungan Asmaul Husna: Pada akhir surah (ayat 22-24), Allah memperkenalkan sifat-sifat-Nya yang Mahagung melalui deretan nama-nama indah.

Dengan demikian, menyikapi bulan Rabiul Akhir sebagai momentum turunnya Surah Al-Hasyr hendaknya dipahami secara bijak. Meskipun ada riwayat kuat yang mendukung bahwa puncak peristiwa pengusiran Bani Nadhir terjadi di bulan Rabiul Akhir, poin utamanya adalah bagaimana umat Islam mampu mengambil hikmah mendalam dari ayat-ayat Al-Qur'an untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User