Sep 16, 2026
Hukum

JAKARTA — Lima Jurnalis Dilaporkan Hilang Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Kabar mengkhawatirkan datang dari perairan Selat Sunda setelah sebanyak lima orang jurnalis dilaporkan hilang kontak saat tengah menjalankan tugas peliputa

JAKARTA — Lima Jurnalis Dilaporkan Hilang Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau

Kabar mengkhawatirkan datang dari perairan Selat Sunda setelah sebanyak lima orang jurnalis dilaporkan hilang kontak saat tengah menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Insiden ini memicu respons cepat dari tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan serta menuai simpati mendalam dari berbagai kalangan publik, termasuk pejabat pemerintah.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa prihatin sekaligus memanjatkan doa terbaik bagi keselamatan para awak media yang bertaruh nyawa di garis depan bencana alam tersebut.

"Tentu kita semua sangat prihatin mendengar kabar rekan-rekan jurnalis yang hilang kontak saat bertugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Profesi jurnalis adalah tugas mulia dalam menyampaikan informasi kepada publik. Kita berharap kabar baik segera datang dan mereka semua ditemukan dalam kondisi selamat," ujar Erick Thohir.

Kronologi Hilangnya Kontak Rombongan Peliput

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari posko evakuasi dan otoritas maritim setempat, rangkaian peristiwa hilangnya kontak rombongan pewarta berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem di perairan Selat Sunda:

  1. Pukul 06.30 WIB: Rombongan wartawan yang terdiri dari media televisi, cetak, dan daring bertolak dari dermaga penyeberangan di pesisir Banten menggunakan kapal sewaan menuju radius aman observasi visual Gunung Anak Krakatau.
  2. Pukul 10.15 WIB: Komunikasi radio dan sinyal telepon seluler terakhir kali terhubung dengan pos induk ketika kapal berada di jarak sekitar 5 mil laut dari kawah aktif. Rombongan sempat melaporkan adanya hembusan abu tebal dan gelombang laut yang mulai meninggi.
  3. Pukul 13.00 WIB: Petugas darat berupaya memanggil ulang posisi kapal, namun seluruh saluran komunikasi terputus total bersamaan dengan laporan peningkatan frekuensi letusan abu vulkanik.
  4. Pukul 15.00 WIB: Otoritas SAR resmi menetapkan status darurat pencarian setelah batas waktu kepulangan kapal telah melampaui jadwal standar operasi.

Operasi SAR Gabungan Diterjunkan Penuh

Menindaklanjuti laporan hilang kontak tersebut, Kantor SAR Banten bersama unsur TNI Angkatan Laut, Polairud, dan relawan kemanusiaan langsung mengerahkan armada kapal penyelamat. Tim mengerahkan kapal rigid inflatable boat (RIB) dan kapal patroli cepat untuk menyisir lintasan pelayaran yang dilalui rombongan.

Kepala Tim Operasi SAR menegaskan sejumlah langkah strategis yang kini ditempuh di lapangan:

  • Penyisiran koordinat lintasan awal pergerakan kapal nelayan pembawa rombongan jurnalis.
  • Pemantauan radar dan thermal drone di sekitar pulau-pulau kecil penyangga Selat Sunda guna mencari potensi kapal yang berlindung dari cuaca buruk.
  • Koordinasi intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memetakan radius bahaya lontaran material pijar.

Pemerintah mengimbau seluruh pihak, termasuk nelayan lokal dan awak media lain, untuk tetap mematuhi rekomendasi zona bahaya dan tidak mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau demi keselamatan jiwa di tengah situasi vulkanik yang masih dinamis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User