Sep 17, 2026
Nasional

JAKARTA — Kemenimipas Sukses Gencarkan Program Ketahanan Pangan Nasional

Suasana hijau perkebunan dan gemericik air tambak kini makin sering dijumpai di balik dinding-dinding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia.

JAKARTA — Kemenimipas Sukses Gencarkan Program Ketahanan Pangan Nasional

Suasana hijau perkebunan dan gemericik air tambak kini makin sering dijumpai di balik dinding-dinding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia. Langkah terobosan yang diusung oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam mendukung agenda prioritas ketahanan pangan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak. Program ini dinilai tidak hanya efektif menjawab tantangan krisis pangan, tetapi juga berhasil mengubah wajah institusi pemasyarakatan menjadi pusat pembinaan yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi.

Melalui pemanfaatan ratusan hektar lahan tidur milik negara yang tersebar di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, Kemenimipas secara bertahap mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan ke dalam kurikulum pembinaan warga binaan. Inisiatif strategis ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan yang menjadi salah satu pilar utama Asta Cita pemerintahan baru.

Transformasi Lapas Menjadi Pusat Produksi Pangan Mandiri

Sejak digulirkan secara masif, program ini telah meruntuhkan stigma lama lembaga pemasyarakatan yang identik dengan tempat kurungan pasif. Kini, para warga binaan dibekali dengan berbagai keterampilan teknis modern, mulai dari bercocok tanam berbasis hortikultura, pengelolaan budidaya perikanan air tawar, hingga manajemen peternakan unggas dan ruminansia.

Hasil dari terobosan ini sangat nyata. Berbagai komoditas pangan utama seperti jagung, padi, sayuran hidroponik, ikan lele, gurame, hingga ternak sapi dan kambing berhasil dipanen secara berkala di berbagai daerah. Sebagian hasil panen dimanfaatkan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga binaan di dalam Lapas, sementara sisanya didistribusikan ke pasar lokal guna membantu menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok masyarakat sekitar.

"Program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan ini merupakan bentuk nyata pembinaan yang humanis sekaligus pragmatis. Kita tidak hanya melatih mental dan karakter warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan kemandirian ekonomi yang nyata agar siap kembali berkontribusi bagi masyarakat," ujar salah seorang pengamat kebijakan publik nasional.

Catatan Capaian dan Dampak Ekonomi Strategis

Keberhasilan program ini terukur jelas dari lonjakan volume produksi pangan serta perluasan area pemanfaatan lahan produktif UPT di berbagai pelosok nusantara. Berikut adalah ikhtisar dampak dan capaian program ketahanan pangan Kemenimipas:

Indikator Capaian Target Awal Capaian Realisasi
Pemanfaatan Lahan Produktif 150 Hektar 350 Hektar
Jumlah Warga Binaan Terlibat 2.500 Orang 5.000+ Orang
Produksi Komoditas Pertanian 50 Ton / Bulan 120 Ton / Bulan
Hasil Budidaya Perikanan 20 Ton / Bulan 45 Ton / Bulan

Peningkatan capaian tersebut memberikan efisiensi anggaran belanja logistik bahan makanan bagi Lapas dan Rutan. Selain itu, para warga binaan yang terlibat mendapatkan premi (upah) dari hasil penjualan produk, yang menjadi tabungan modal usaha mereka saat menyelesaikan masa pidana.

Sinergi Sektor Imigrasi dan Pemasyarakatan demi Swasembada

Tidak hanya berfokus pada sektor pemasyarakatan, integrasi tugas dan fungsi di lingkungan Kemenimipas juga dioptimalkan melalui peran jajaran Imigrasi. Pengawasan ketat di pintu-pintu perbatasan laut dan darat terus ditingkatkan untuk mencegah lalu lintas barang impor ilegal yang berpotensi merusak harga komoditas pangan lokal.

Ke depan, Kemenimipas berkomitmen memperluas kemitraan strategis dengan Kementerian Pertanian, lembaga riset, serta dunia usaha untuk menerapkan teknologi smart farming di UPT Pemasyarakatan. Dengan konsistensi ini, program ketahanan pangan Kemenimipas diyakini mampu menjadi model percontohan nasional dalam hal optimalisasi aset negara dan pembinaan sumber daya manusia yang produktif.

Pencapaian dua tahun ini menegaskan bahwa reformasi pemasyarakatan mampu menjadi penggerak roda ekonomi inklusif sekaligus penopang utama kedaulatan pangan Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User