Sep 18, 2026
Hukum

JAKARTA — Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi Berlabuh di Tanjung Priok

Suasana dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terasa berbeda dan penuh riuh pertunjukan kebudayaan pada Jumat pagi. Di balik kemegahan lambung ba

JAKARTA — Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi Berlabuh di Tanjung Priok

Suasana dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terasa berbeda dan penuh riuh pertunjukan kebudayaan pada Jumat pagi. Di balik kemegahan lambung baja bernuansa kelabu milik kapal induk Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi (C 551), lantunan nada riang lagu daerah Betawi "Si Jali-Jali" bergema menyambut kedatangan kapal perang legendaris tersebut. Momen bersejarah ini menandai sandarnya salah satu kapal tempur utama Uni Eropa di perairan Indonesia dalam rangka kunjungan diplomasi maritim.

Sebelum menyentuh dermaga Tanjung Priok, kedatangan kapal induk Italia ini telah dikawal ketat oleh unsur kapal perang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), termasuk KRI Bung Tomo-357 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331. Prosesi penjemputan passing exercise di perairan lepas pantai menjadi simbol penghormatan serta persahabatan yang erat antara Angkatan Laut kedua negara penjaga lautan tersebut.

Alunan Si Jali-Jali dan Hangatnya Penyambutan Budaya

Penyambutan yang menggabungkan kehormatan militer dan kehangatan tradisi lokal menyedot perhatian banyak pihak. Para prajurit Angkatan Laut Italia yang berdiri berjejer di geladak kapal tampak antusias menyaksikan tarian tradisional serta alunan musik khas Betawi. Langkah diplomasi budaya ini sengaja dihadirkan untuk memberikan kesan mendalam bagi para marinir asing yang tengah bertugas melintasi samudra.

"Kami sangat terharu dengan penyambutan yang luar biasa hangat dari masyarakat dan TNI Angkatan Laut di Jakarta. Lagu Si Jali-Jali memberikan warna tersendiri bagi pelayaran diplomasi kami di kawasan Asia-Pasifik," ujar perwakilan delegasi Angkatan Laut Italia saat memberikan keterangan di Tanjung Priok.

Kehadiran kapal militer ini bukan sekadar pamer kekuatan matra laut, melainkan bentuk nyata sentuhan diplomasi antarnegara yang mengedepankan perdamaian dan stabilitas kawasan maritim global.

Spesifikasi dan Rekam Jejak Giuseppe Garibaldi

Sebagai kapal induk pengangkut helikopter dan pesawat jet penerbang pendek (STOVL), ITS Giuseppe Garibaldi memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai misi internasional NATO maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kapal yang bertugas sejak pertengahan 1980-an ini menjadi tulang punggung pertahanan udara dan anti-kapal selam bagi militer Italia di Laut Mediterania.

Berikut data teknis dan perbandingan kapasitas operasional kapal induk ini saat berlayar di perairan internasional:

Parameter Teknis Rincian Kapal ITS Giuseppe Garibaldi
Bobot Mati (Displacement) 14.150 ton (kondisi tempur penuh)
Panjang Keseluruhan 180,2 meter
Kecepatan Maksimum 30 knot (sekitar 56 km/jam)
Kapasitas Airwing Hingga 18 helikopter/pesawat jet AV-8B Harrier II
Jumlah Awak / Personel Sekitar 830 prajurit termasuk kru penerbang

Penguatan Kerjasama Maritim Indonesia-Italia

Kunjungan Giuseppe Garibaldi ke Jakarta memegang peranan strategis dalam memperkuat kerja sama pertahanan bilateral. Keterlibatan aktif kapal perang asing dalam latihan bersama TNI AL semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang terbuka terhadap kolaborasi internasional yang konstruktif.

Selama beberapa hari bersandar di Tanjung Priok, agenda kegiatan diisi dengan subject matter expert exchange (SMEE), kunjungan kehormatan (courtesy call) ke Markas Komando Armada Republik Indonesia, serta kegiatan olahraga persahabatan antar-prajurit. Sinergi maritim ini menjadi pondasi penting untuk menjaga ketahanan serta keamanan alur laut kepulauan dari berbagai potensi ancaman non-tradisional.

Dengan selesainya prosesi penyambutan, kapal induk Giuseppe Garibaldi dijadwalkan membuka kunjungan terbatas bagi delegasi militer Indonesia sebelum melanjutkan pelayarannya menjelajahi samudra regional. Alunan lagu Si Jali-Jali yang bergema di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi bukti bahwa batas samudra dan perbedaan bahasa dapat disatukan lewat kehangatan budaya dan semangat persahabatan antar-bangsa.

Kedatangan kapal perang ITS Giuseppe Garibaldi (C 551) di Pelabuhan Tanjung Priok disambut hangat dengan alunan lagu "Si Jali-Jali". Kunjungan ini menandai penguatan diplomasi maritim Indonesia-Italia. Baca berita lengkap di Apaberita.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User