Sep 16, 2026
Nasional

JAKARTA — BPOM Rilis Sistem Nutri-Level Tekan Konsumsi Gula dan Garam

Langkah menyusuri lorong minimarket kini tak lagi sama bagi konsumen Indonesia. Di tengah kepungan berbagai kemasan makanan dan minuman ringan berdesain me

JAKARTA — BPOM Rilis Sistem Nutri-Level Tekan Konsumsi Gula dan Garam

Langkah menyusuri lorong minimarket kini tak lagi sama bagi konsumen Indonesia. Di tengah kepungan berbagai kemasan makanan dan minuman ringan berdesain memikat, mata publik dihadapkan pada informasi krusial yang menentukan masa depan kesehatan mereka. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi memaparkan skema panduan gizi terintegrasi bernama Nutri-Level untuk mempermudah masyarakat mengenali kadar Gula, Garam, dan Lemak (GGL) dalam setiap produk olahan.

Dalam pemaparannya di Jakarta pada Selasa (14/4/2026), Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa transparansi informasi gizi sudah menjadi kebutuhan mendesak di tengah tingginya angka Penyakit Tidak Menular (PTM). Sistem pelabelan ini dirancang sesederhana mungkin agar konsumen dapat langsung memahami risiko kesehatan dari apa yang mereka konsumsi tanpa harus membaca tabel informasi nilai gizi berukuran mikro di belakang kemasan.

Memahami Kode Warna dan Abjad Nutri-Level

Sistem Nutri-Level membagi kriteria kandungan guba, garam, dan lemak ke dalam 4 level utama yang diwakili oleh kombinasi huruf dan warna intuitively. Pendekatan visual ini diadopsi dari standar internasional yang disesuaikan dengan profil konsumsi masyarakat Indonesia.

Tingkatan Kode Warna Kandungan GGL Rekomendasi Konsumsi
Level A Hijau Tua Sangat Rendah Sangat Direkomendasikan
Level B Hijau Muda Rendah - Sedang Aman Dikonsumsi Rutin
Level C Kuning / Oranye Sedang - Tinggi Perlu Dibatasi
Level D Merah Sangat Tinggi Konsumsi Sangat Terbatas

Penetapan tingkat Nutri-Level tidak dilakukan secara sembarangan. BPOM telah menetapkan ambang batas ketat berdasarkan analisis gizi menyeluruh. Produk yang masuk ke dalam kategori Level D artinya memiliki akumulasi gula, garam, atau lemak jenuh yang berpotensi memicu masalah kesehatan serius jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus.

"Tujuan utama sistem Nutri-Level ini adalah memberikan edukasi visual yang cepat dan transparan kepada masyarakat. Kita ingin masyarakat sadar betul apa yang masuk ke dalam tubuh mereka. Ini adalah langkah preventif mutlak demi melindungi generasi mendatang dari ancaman penyakit kronis," tegas Kepala BPOM Taruna Ikrar saat memberikan keterangan pers.

Dorongan Reformulasi bagi Industri dan Perlindungan Konsumen

Penerapan kebijakan Nutri-Level tidak hanya berdampak pada perilaku belanja masyarakat, tetapi juga menuntut respons proaktif dari para produsen makanan dan minuman. BPOM memberikan masa transisi bagi pelaku industri untuk melakukan reformulasi resep produk mereka agar dapat menurunkan tingkat persentase GGL.

Langkah ini diambil mengingat tren kasus diabetes melitus, hipertensi, dan gagal ginjal usia muda di Indonesia yang menunjukkan peningkatan mengkhawatirkan. Data menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula di atas batas aman harian yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan.

  • Edukasi Dini: Membantu orang tua memilihkan jajanan sehat untuk anak-anak sekolah.
  • Transparansi Industri: Mendorong kesadaran produsen untuk mengurangi bahan tambahan yang berisiko bagi kesehatan.
  • Penurunan Beban Kesehatan: Berkontribusi langsung pada penurunan beban anggaran kesehatan nasional akibat penyakit degeneratif.

Kehadiran skema Nutri-Level ini diharapkan mampu membentuk iklim industri pangan yang lebih bertanggung jawab sekaligus membangun masyarakat yang semakin cerdas dan kritis dalam menjaga kualitas hidup sehat secara berkelanjutan.

Level A (Hijau Tua) - Sangat Rendah Level B (Hijau Muda) - Sedang Level C (Kuning) - Tinggi Level D (Merah) - Sangat Tinggi Simak berita lengkapnya hanya di Apaberita.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User