Industri Perikanan RI: Ekspor Meningkat 15% di 2024

JAKARTA — Industri perikanan dan kelautan Indonesia mencatatkan kinerja positif pada tahun 2024 dengan peningkatan nilai ekspor sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data Kementerian Kelaut

Industri Perikanan RI: Ekspor Meningkat 15% di 2024

JAKARTA — Industri perikanan dan kelautan Indonesia mencatatkan kinerja positif pada tahun 2024 dengan peningkatan nilai ekspor sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan bahwa total ekspor mencapai 6,2 miliar dolar AS hingga November 2024, didorong oleh permintaan global yang kuat terhadap produk perikanan olahan seperti udang, tuna, dan rumput laut.

Komoditas utama yang mendominasi ekspor antara lain udang vaname yang menyumbang 35 persen dari total nilai ekspor, diikuti oleh tuna dan cakalang sebesar 20 persen, serta rumput laut yang tumbuh 12 persen. Negara tujuan utama ekspor meliputi Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok, dengan kontribusi masing-masing sebesar 25 persen, 18 persen, dan 15 persen. Peningkatan ini mencerminkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar internasional.

Kebijakan dan Inovasi Dorong Pertumbuhan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam konferensi pers di Jakarta, menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota yang diterapkan sejak 2023. Kebijakan ini berhasil mengurangi praktik penangkapan ilegal sekaligus meningkatkan kualitas hasil tangkapan. Selain itu, program budidaya perikanan modern di 12 provinsi prioritas, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, juga berkontribusi pada peningkatan produksi sebesar 8 persen menjadi 25 juta ton per tahun.

Inovasi teknologi juga memainkan peran penting. Lebih dari 5.000 nelayan di seluruh Indonesia telah menggunakan aplikasi digital untuk memantau cuaca dan harga pasar secara real-time, yang meningkatkan efisiensi operasional hingga 20 persen. Data KKP mencatat bahwa penerapan teknologi ini membantu mengurangi kerugian pasca-panen sebesar 10 persen, sehingga memperkuat rantai pasok.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Meskipun mencatat pertumbuhan, industri ini masih menghadapi tantangan seperti perubahan iklim yang mempengaruhi pola migrasi ikan, serta persaingan harga dari negara produsen lain seperti Vietnam dan Thailand. Namun, Indonesia memiliki potensi besar karena memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Pemerintah menargetkan peningkatan ekspor sebesar 12 persen pada 2025 dengan fokus pada diversifikasi produk dan pengembangan pasar nontradisional, termasuk Afrika dan Timur Tengah.

Dalam jangka panjang, kerja sama dengan sektor swasta dan lembaga riset diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan sumber daya laut. Program konservasi seperti restorasi terumbu karang seluas 10.000 hektar juga tengah berjalan untuk menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan produktivitas perikanan. Dengan langkah strategis ini, industri perikanan dan kelautan Indonesia diprediksi terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User