Indra Priawan Pimpin Salat Jumat di Masjid Indonesia Kanada
JAKARTA - Indra Priawan, suami dari artis Nikita Willy, dipercaya menjadi imam Salat Jumat di Masjid Al Ikhlas Centre Edmonton, Kanada Barat. Momen keagamaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian per...
JAKARTA - Indra Priawan, suami dari artis Nikita Willy, dipercaya menjadi imam Salat Jumat di Masjid Al Ikhlas Centre Edmonton, Kanada Barat. Momen keagamaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian masjid Indonesia pertama di wilayah Kanada Barat, sebagaimana terlihat dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resmi @masjidedmontonkanada.
Dalam video yang beredar, Indra Priawan terlihat memimpin jalannya ibadah Salat Jumat dengan khusyuk. Ia mengimami Ustaz Fatih Karim beserta seluruh jemaah yang hadir pada kesempatan tersebut. Penampilan Indra dalam memimpin salat mendapat sorotan publik, terutama karena kelancaran dan kejelasan bacaannya saat melantunkan ayat suci Al Quran.
Berdasarkan pantauan redaksi, dalam video tersebut Indra Priawan membacakan Surat Al Kahfi ayat 83 hingga 87 dengan fasih. Bacaan yang tartil tersebut menuai apresiasi dari sejumlah warganet yang menyaksikan unggahan video di media sosial. Banyak di antara mereka yang memberikan pujian atas kemampuan Indra dalam melantunkan ayat-ayat Al Quran dengan baik dan benar.
Peresmian Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat
Kehadiran Indra Priawan sebagai imam dalam Salat Jumat tersebut merupakan bagian dari agenda peresmian Masjid Al Ikhlas Centre Edmonton. Masjid ini tercatat sebagai masjid Indonesia pertama yang berdiri di wilayah Kanada Barat, menjadi tonggak sejarah bagi komunitas Muslim Indonesia yang menetap di kawasan tersebut.
Peresmian masjid ini menjadi momen penting bagi diaspora Indonesia di Kanada, khususnya dalam memperkuat ikatan keagamaan dan kebersamaan. Kehadiran figur publik seperti Indra Priawan dalam acara tersebut turut memberikan warna tersendiri bagi jalannya rangkaian kegiatan peresmian.
Video yang diunggah melalui akun Instagram @masjidedmontonkanada tersebut memperlihatkan suasana khidmat selama pelaksanaan Salat Jumat. Indra tampak mengenakan pakaian rapi khas salat Jumat dan memimpin jemaah dengan penuh ketenangan. Kehadirannya sebagai imam menunjukkan keterlibatan langsung keluarga Indra dan Nikita Willy dalam kegiatan keagamaan di perantauan.
Perjalanan Spiritual Keluarga Indra dan Nikita Willy
Keterlibatan Indra Priawan dalam kegiatan keagamaan di Kanada tersebut sejalan dengan perjalanan spiritual yang tengah dijalani oleh keluarganya. Pasangan Indra Priawan dan Nikita Willy terbilang intens dalam mendalami ajaran agama dalam beberapa tahun terakhir. Proses pendalaman agama ini dimulai sejak Nikita Willy bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah sang ayah, Hendry Willy Syam, meninggal dunia.
Dalam sejumlah kesempatan wawancara, Nikita Willy mengaku telah mengalami berbagai perubahan signifikan dalam hidupnya, terutama dalam hal pelaksanaan ibadah. Perubahan tersebut tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga berdampak pada lingkungan pertemanannya.
Menurut pengakuan Nikita, teman-temannya turut terdorong untuk sama-sama berubah menjadi lebih baik setelah melihat perjalanan hijrah yang ia jalani. Ia mengaku bersyukur karena dapat menjalani proses perubahan tersebut tanpa harus meninggalkan teman-teman yang telah bersamanya sejak lama. Dalam perjalanannya, Nikita dan teman-temannya juga mengalami perubahan dalam cara mereka bergaul, yang kini lebih mengedepankan nilai-nilai keagamaan.
Apresiasi Warganet atas Bacaan Al Quran Indra
Momen Indra Priawan memimpin Salat Jumat di Masjid Al Ikhlas Centre Edmonton menjadi perbincangan hangat di media sosial. Warganet yang menyaksikan video tersebut banyak memberikan komentar positif terhadap kemampuan Indra dalam membacakan ayat-ayat Al Quran.
Beberapa warganet menyoroti kefasihan Indra dalam melafalkan Surat Al Kahfi ayat 83-87, yang menceritakan tentang perjalanan Zulkarnain. Bacaan yang jelas dan tartil tersebut dinilai menunjukkan pendalaman ilmu agama yang telah dijalani oleh Indra selama ini.
Kehadiran Indra sebagai imam di masjid Indonesia pertama di Kanada Barat tersebut juga dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan diaspora Indonesia. Momen ini sekaligus menjadi contoh bahwa figur publik dapat memberikan teladan positif dalam hal keagamaan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional.
Peresmian Masjid Al Ikhlas Centre Edmonton sendiri diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat Indonesia di Kanada Barat. Keberadaan masjid ini menjadi wadah bagi diaspora untuk menjaga identitas keislaman dan keindonesiaan di tengah kehidupan di perantauan.
Comments (0)