Hujan 1,5 Jam Guyur Bogor, Akhiri Kemarau Panjang yang Melanda Warga

Bogor — Hujan deras mengguyur wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (25/5) sore setelah kawasan tersebut mengalami kekeringan cukup panjang dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang turun...

Jul 19, 2026 - 12:24
0 0
Hujan 1,5 Jam Guyur Bogor, Akhiri Kemarau Panjang yang Melanda Warga

Bogor — Hujan deras mengguyur wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (25/5) sore setelah kawasan tersebut mengalami kekeringan cukup panjang dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang turun selama kurang lebih 1,5 jam tersebut disambut antusias oleh warga yang sebelumnya mengeluhkan dampak kemarau terhadap aktivitas sehari-hari, mulai dari kesulitan air bersih hingga menurunnya roda perekonomian.

Hujan mulai turun sekitar pukul 15.30 WIB dengan intensitas sedang hingga tinggi di sejumlah titik, termasuk kawasan pusat kota, Kecamatan Bogor Utara, Bogor Selatan, Bogor Timur, dan Tanah Sareal. Genangan air sempat terjadi di beberapa ruas jalan protokol akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air dalam waktu singkat. Berdasarkan pengamatan di lapangan, hujan berhenti sekitar pukul 17.00 WIB, meninggalkan suasana yang lebih sejuk di seluruh penjuru kota.

Dampak Hujan bagi Aktivitas Warga

Menurut keterangan warga RW 05 Kelurahan Baranangsiang, Enung (52), hujan yang turun membawa berkah tersendiri setelah hampir dua pekan wilayahnya tidak mengalami hujan signifikan. "Kami sudah kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Sumur warga mulai mengering dan kami harus membeli air dari tangki swasta dengan harga yang lumayan mahal," ujar Enung saat ditemui di kediamannya seusai hujan reda.

Senada dengan hal tersebut, pedagang kaki lima di Jalan Suryakencana, Rohman (38), mengaku hujan turut menghidupkan kembali roda usaha yang sempat lesu selama kemarau. "Penghasilan kami turun drastis karena jarang ada orang yang keluar rumah saat panas terik. Alhamdulillah sekarang pedestrian mulai ramai lagi, pembeli berdatangan," katanya.

Warga lainnya, Siti Aminah (45), seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Ciluar, menyampaikan rasa syukurnya atas turunnya hujan. "Anak-anak bisa bermain di luar rumah lagi, halaman menjadi hijau kembali. Sebelumnya debu berterbangan karena tanah kering," tutur Siti.

Kondisi Pertanian dan Sumber Air

Sekretaris Dinas Pertanian Kota Bogor, Irwan Setiawan, menyatakan bahwa hujan yang turun diharapkan dapat mengembalikan pasokan air bagi lahan pertanian, khususnya di kawasan Bogor Timur dan Bogor Barat yang mengandalkan sistem irigasi tadah hujan. "Berdasarkan data yang kami himpun, sekitar 12 hektar sawah mengalami gagal tanam akibat kekeringan dalam dua bulan terakhir. Hujan hari ini menjadi sinyal positif untuk persiapan musim tanam berikutnya," ujar Irwan dalam keterangan persnya di Kantor Dinas Pertanian.

Sementara itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor melaporkan bahwa debit air baku di beberapa sumber mata air, termasuk Mata Air Cibeureum dan Mata Air Tirta, sempat menurun hingga 30 persen selama kemarau berlangsung. "Hujan dengan durasi 1,5 jam memang belum cukup untuk mengembalikan debit secara signifikan, namun menjadi awal yang baik bagi proses resapan air tanah," jelas Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan, Rino Indira.

Petani di Desa Sukamakmur, Karim (55), mengaku sempat gagal memanen tanaman hortikultura akibat kekeringan. "Sekarang mudah-mudahan tanah kembali basah dan kami bisa mulai menanam lagi. Hujan seperti ini sangat dinantikan," ucap Karim.

Prakiraan Cuaca dan Imbauan BMKG

Stasiun Meteorologi Kelas I Citeko Bogor melalui prakirawan cuaca, Diah Pitaloka, menyampaikan bahwa hujan yang terjadi merupakan bagian dari pola transisi musim dari kemarau ke awal musim hujan. "Kami mencatat intensitas hujan mencapai 45 milimeter per jam di beberapa titik pengamatan. Ini termasuk kategori hujan sedang hingga lebat berdasarkan klasifikasi BMKG," ungkap Diah.

"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang dan petir pada sore hingga malam hari. Kami juga meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas di ruang terbuka saat hujan deras terjadi, serta menghindari pohon besar dan papan reklame yang berpotensi roboh," ujar Diah Pitaloka, Prakirawan BMKG Citeko.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas serupa masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan, seiring dengan meningkatnya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia bagian barat. Lembaga tersebut juga meminta masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi mobile dan media sosial, guna mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Respons Pemerintah Daerah

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Teofilo Patrocinio, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi dampak hujan lebat. "Kami telah menyiapkan pompa air portable di titik-titik rawan genangan, serta tim reaksi cepat di setiap kecamatan yang siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan," kata Teofilo dalam konferensi pers di Kantor BPBD.

BPBD juga melaporkan bahwa hujan yang turun sempat menyebabkan genangan setinggi 30 hingga 50 sentimeter di empat titik, yaitu Jalan Empang, Jalan Pajajaran, Jalan Baru, dan Jalan Sholeh Iskandar. Genangan tersebut berangsur surut setelah hujan berhenti pada pukul 17.00 WIB, dibantu oleh kerja sama lintas instansi termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kekeringan, termasuk distribusi air bersih ke 14 RW yang sebelumnya mengajukan permohonan melalui kelurahan. "Kami akan terus mengevaluasi kebutuhan warga dan menyesuaikan langkah antisipasi berdasarkan perkembangan cuaca di lapangan," tegas Teofilo Patrocinio.

Dengan berakhirnya kekeringan yang melanda, warga Bogor berharap curah hujan dapat berlangsung secara konsisten dalam beberapa hari ke depan untuk mengembalikan ketersediaan air tanah, mengisi kembali waduk dan embung, serta menghidupkan kembali aktivitas pertanian yang sempat terganggu akibat kemarau panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User