Hardjono merupakan figur kunci dalam sejarah Ditjen Bea dan Cukai Indonesia. Hardjono adalah Dirjen Bea dan Cukai pada periode 1986–1988. Ia memimpin DJBC di masa transisi kebijakan kepabeanan Indonesia yang mulai terbuka terhadap perdagangan internasional. Sebelum menjabat, Hardjono meniti karier panjang di berbagai posisi di lingkungan DJBC. Ia kemudian digantikan oleh Sudjana Soerawidjaja pada tahun 1988.
Kepemimpinan di DJBC
Sebagai Dirjen Bea Cukai (1986–1988), Hardjono memimpin institusi yang mengawasi arus barang keluar-masuk Indonesia serta memungut bea masuk dan cukai. Pengalaman di bidang kepabeanan menjadi modal berharga dalam menjalankan tugas.
Inovasi dan Program
Di era kepemimpinannya, DJBC meluncurkan berbagai program modernisasi. Penguatan pengawasan perdagangan ilegal, peningkatan pelayanan, dan operasi pemberantasan penyelundupan menjadi prioritas utama.
Kontribusi Nasional
Kontribusi Hardjono bagi DJBC mencakup modernisasi infrastruktur pengawasan dan penguatan kapasitas SDM di lingkungan bea cukai.
Comments (0)