Evakuasi Jasat Wanita Tasikmalaya Diwarnai Kemunculan Ular Kobra
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Tasikmalaya Kota, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, serta relawan SAR mengevakuasi jasad seorang wanita paruh baya dari dalam sumur tua di wilayah Kecam...
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Tasikmalaya Kota, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, serta relawan SAR mengevakuasi jasad seorang wanita paruh baya dari dalam sumur tua di wilayah Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, pada Selasa (12/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, setelah korban dilaporkan hilang selama dua belas hari, di mana proses evakuasi sempat terhambat akibat keberadaan seekor ular kobra besar yang menyembul di samping jasad korban.
Rapat Koordinasi dan Persiapan Tim Gabungan
Sebelum pelaksanaan evakuasi, Rapat Koordinasi terbatas digelar di posko penanganan yang didirikan di kediaman keluarga korban pada pukul 10.00 WIB. Dalam rapat tersebut, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Dedi Prasetyo menegaskan bahwa proses evakuasi harus memperhatikan protokol keselamatan personel mengingat kedalaman sumur mencapai sekitar dua belas meter dan kondisi udara di dalam lubang yang terbatas. Ditetapkan pula bahwa tim penyelam dari Basarnas akan diturunkan pertama kali untuk memastikan kondisi visual di dasar sumur sebelum jasad dievakuasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya, Suryadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan peralatan breathing apparatus dan tali khusus untuk mendukung operasi di ruang sempit. Beliau menyatakan, "Kami telah memastikan seluruh peralatan standar evakuasi vertikal siap digunakan berdasarkan prosedur yang disahkan oleh instansi terkait." Keputusan untuk melibatkan tim reptil dari Dinas Kesehatan juga diambil setelah warga sekitar melaporkan adanya aktivitas ular berbisa di area sekitar sumur tua tersebut.
Kronologi dan Temuan di Lokasi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban yang berusia 48 tahun dilaporkan hilang sejak Minggu (31/7/2026) setelah meninggalkan rumah untuk mengambil air di dekat sumur milik keluarga. Pencarian intensif dilakukan oleh warga dan aparat desa selama sembilan hari sebelum akhirnya satu unit telepon genggam milik korban ditemukan di bibir sumur oleh seorang kerabat pada Senin (11/8) sore. Atas temuan tersebut, pihak keluarga segera melaporkan ke Polsek setempat dan meminta bantuan teknis evakuasi.
Ketua RT setempat, Jajang Nurjaman, menegaskan bahwa sumur tempat ditemukannya korban merupakan sumur tua peninggalan keluarga yang telah tidak aktif digunakan sejak lima tahun lalu. Sumur tersebut memiliki diameter sekitar satu meter dan tidak dilengkapi penutup permanen. Saat tim evakuasi membuka ruang dengan lampu sorot pada Selasa siang, seekor ular kobra sepanjang kurang lebih dua meter terlihat melingkar di samping tubuh korban, sehingga personel terpaksa menghentikan sementara proses pendalaman untuk mengevakuasi ular berbisa tersebut terlebih dahulu.
"Kondisi di dasar sumur sangat gelap dan sempit. Saat tim menyenter, kobra tersebut berada dalam posisi siaga hanya beberapa centimeter dari jasad korban. Kami harus meminta bantuan penangkap ular profesional sebelum tim penyelam bisa bekerja," ujar Koordinator Operasi SAR Tasikmalaya, Lettu Marinir Agus Salim.
Tindak Lanjut dan Proses Penyelidikan
Setelah jasad berhasil dievakuasi pada pukul 16.45 WIB, tim Inafis dari Polres Tasikmalaya Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi. Jasat korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk dilakukan pemeriksaan post mortem. Berdasarkan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Peraturan Kapolri, proses otopsi wajib dilakukan untuk menindaklanjuti setiap temuan mayat dengan indikasi kematian tidak wajar.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, Kompol Bambang Setyawan, menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian sebelum hasil visum et repertum keluar. Namun, dalam Pleno internal yang digelar di Mapolres pada Selasa malam, ditetapkan bahwa penyelidikan akan difokuskan pada dua kemungkinan, yakni tindakan kriminal atau kecelakaan. "Kami telah mengambil sejumlah barang bukti dari lokasi, termasuk pakaian korban dan telepon genggam, untuk dianalisis lebih lanjut oleh laboratorium forensik," tutur Kompol Bambang.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari berbagai Fraksi menyambangi keluarga korban pada Rabu (13/8) pagi. Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Tasikmalaya, H. Asep Sudrajat, menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong keputusan pembentukan tim pemantau sumur tua di seluruh kelurahan. "Kami akan mengusulkan dalam rapat paripurna mendatang agar anggaran untuk penutupan dan pemetaan sumur tidak produktif dimasukkan dalam prioritas pembahasan," ucap H. Asep usai bertakziah.
Hingga berita ini diturunkan, jasad korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di TPU keluarga di Kampung Cigending, Tasikmalaya. Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk suami dan anak korban, untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian selama dua belas hari sebelum jasad ditemukan.
Comments (0)