Emir Qatar Saksikan Langsung Kekalahan Timnas dari Uzbekistan di Piala Asia
DOHA, Apaberita.com — Gelaran akbar Piala Asia 2011 dibuka dengan kekecewaan mendalam bagi tuan rumah. Emir Qatar saat itu, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Tha
DOHA, Apaberita.com — Gelaran akbar Piala Asia 2011 dibuka dengan kekecewaan mendalam bagi tuan rumah. Emir Qatar saat itu, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani, hadir langsung di tribun kehormatan Khalifa Stadium, Doha, menyaksikan tim nasionalnya takluk tanpa balas dari Uzbekistan pada laga perdana, Jumat malam (7/1/2011). Kekalahan 0-2 ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Qatar yang mengusung misi besar sebagai tuan rumah turnamen sepak bola paling bergengsi di Benua Asia tersebut.
Kronologi Pertandingan: Dominasi Uzbekistan Sejak Menit Awal
Pertandingan yang digelar di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah ini berlangsung dalam tekanan tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Uzbekistan, yang datang dengan status kuda hitam, justru tampil lebih percaya diri dan terorganisir dibandingkan Qatar yang tampak gugup mengemban ekspektasi publik sendiri.
- Menit ke-12: Uzbekistan langsung menggebrak melalui serangan cepat di sisi kanan pertahanan Qatar. Umpan silang terukur nyaris disambut striker Alexander Geynrikh, namun kiper Qatar Qasem Burhan masih sigap menepis.
- Menit ke-25: Peluang emas Qatar datang dari tendangan bebas yang dieksekusi kapten Bilal Mohammed. Sayang, bola membentur pagar betis dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
- Menit ke-37: Uzbekistan memecah kebuntuan. Berawal dari kemelut di kotak penalti, gelandang bertahan Odil Ahmedov melepaskan tendangan spekulatif dari luar kotak penalti yang bersarang mulus di pojok kiri gawang Qatar. Skor berubah 0-1.
- Menit ke-45+2: Qatar nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan Sebastian Soria, namun bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang Ignatiy Nesterov.
- Menit ke-58: Pukulan telak kembali datang. Kapten Uzbekistan Server Djeparov, yang saat itu meraih gelar Pemain Terbaik Asia, menggandakan keunggulan melalui tendangan jarak jauh yang tak mampu dijangkau Burhan. Skor 0-2 bertahan hingga akhir laga.
Sorotan Tajam: Pertahanan Qatar Jadi Titik Lemah
Lini belakang Qatar tampil rapuh sepanjang 90 menit. Koordinasi antara bek tengah Ibrahim Al-Ghanim dan Mohammed Kasola kerap kali terlambat mengantisipasi pergerakan lincah lini depan Uzbekistan. Statistik pertandingan mencatat Uzbekistan melepaskan 14 tembakan dengan 7 di antaranya tepat sasaran, sementara Qatar hanya mampu mencatatkan 5 tembakan sepanjang laga.
"Kami bermain dengan rasa hormat berlebihan kepada lawan. Ini laga kandang, seharusnya kami lebih agresif sejak awal. Kekalahan ini menjadi tamparan keras, tapi turnamen masih panjang," ujar pelatih Qatar kala itu, Bruno Metsu, dalam konferensi pers usai pertandingan.
Emir Qatar Saksikan dari Tribun VVIP
Kehadiran Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani di tribun VVIP Khalifa Stadium menjadi simbol betapa besarnya perhatian negara terhadap sepak bola. Emir yang saat itu masih berkuasa (sebelum turun takhta pada 2013) dikenal sebagai sosok visioner di balik ambisi besar Qatar menjadi kekuatan sepak bola dunia, termasuk persiapan awal menuju Piala Dunia 2022 yang saat itu belum diumumkan secara resmi oleh FIFA (pengumuman dilakukan Desember 2010, beberapa minggu sebelum Piala Asia).
Kamera televisi sempat beberapa kali menyorot raut wajah kecewa sang Emir saat dua gol Uzbekistan bersarang di gawang Qatar. Momen ini menjadi gambaran pahit bagi tuan rumah yang berharap membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan.
Skuad Qatar: Harapan yang Tak Berbuah
Qatar turun dengan formasi 4-4-2 mengandalkan duet Sebastian Soria (striker naturalisasi asal Uruguay) dan Jarallah Al-Marri di lini depan. Dukungan dari sayap melalui Fabio Cesar dan Mesaad Al-Hamad tak mampu menembus solidnya pertahanan Uzbekistan yang digalang kapten Anzur Ismailov. Kehilangan bola di lini tengah menjadi masalah krusial yang membuat transisi bertahan Qatar kerap kedodoran.
Jalan Panjang Piala Asia 2011
Piala Asia 2011 menjadi edisi ke-15 turnamen empat tahunan ini. Qatar bertindak sebagai tuan rumah dengan menyediakan lima stadion di Doha dan Al-Rayyan. Sebanyak 16 tim peserta terbagi dalam empat grup. Tergabung di Grup A bersama Uzbekistan, Kuwait, dan China, Qatar justru harus mengakui keunggulan Uzbekistan yang kelak menjadi juara grup dan melaju hingga babak semifinal.
Hasil ini menjadi alarm berbahaya bagi Qatar yang di laga berikutnya harus menghadapi China dan Kuwait. Tekanan dari publik dan media lokal kian membesar seiring ekspektasi tinggi terhadap status tuan rumah.
Bagi Uzbekistan, kemenangan ini menjadi fondasi kokoh perjalanan impresif mereka. Di bawah asuhan pelatih Vadim Abramov, Uzbekistan tampil sebagai salah satu tim paling menghibur di turnamen tersebut, mengandalkan kombinasi pemain veteran dan talenta muda yang kelak menjadi tulang punggung dalam beberapa edisi berikutnya.
Malam pembukaan di Khalifa Stadium menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, status tuan rumah dan dukungan penuh penguasa tidak menjamin kemenangan. Qatar harus menelan pil pahit di hadapan Emir mereka sendiri — sebuah awal yang suram dalam perjalanan sebagai tuan rumah turnamen internasional.
[SOCIAL_TWEET]: Malam pembukaan Piala Asia 2011 jadi kenangan pahit buat tuan rumah Qatar. Disaksikan langsung Emir Sheikh Hamad di Khalifa Stadium, Qatar tumbang 0-2 dari Uzbekistan lewat gol Ahmedov & Djeparov. Sepak bola tak kenal status tuan rumah! #PialaAsia2011 #Qatar #Uzbekistan[SOCIAL_TG]: 🇶🇦❌ Kekalahan Mengejutkan! Emir Qatar saksikan langsung timnasnya tumbang 0-2 dari Uzbekistan di laga pembuka Piala Asia 2011. Dua gol dari Ahmedov & Djeparov bungkam Khalifa Stadium. Awal buruk tuan rumah!
Comments (0)