Eks Napi Bakti Kurniawan Luncurkan Merek Sepatu Arprize

JAKARTA - Bakti Kurniawan, seorang mantan narapidana yang telah menyelesaikan masa pidananya, resmi meluncurkan merek sepatu lokal bernama Arprize. Peluncuran ini dilakukan di sebuah galeri produk kre...

Eks Napi Bakti Kurniawan Luncurkan Merek Sepatu Arprize

JAKARTA - Bakti Kurniawan, seorang mantan narapidana yang telah menyelesaikan masa pidananya, resmi meluncurkan merek sepatu lokal bernama Arprize. Peluncuran ini dilakukan di sebuah galeri produk kreatif di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Produk tersebut dikembangkan berdasarkan keterampilan yang ia peroleh selama menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Bakti Kurniawan menyatakan bahwa inisiatif ini lahir dari tekad untuk membuktikan bahwa mantan narapidana mampu berkarya dan berkontribusi positif bagi masyarakat. “Saya ingin menunjukkan bahwa masa lalu bukanlah penghalang untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Arprize adalah bukti nyata bahwa keterampilan yang diasah selama masa pidana dapat menjadi modal usaha yang produktif,” ujarnya di hadapan para undangan.

Keterampilan dari Masa Pembinaan

Bakti mengungkapkan bahwa selama menjalani hukuman, ia aktif mengikuti program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh pihak lapas, khususnya di bidang pembuatan alas kaki. Program tersebut mencakup teknik dasar menjahit, pemotongan pola, hingga perakitan sepatu. Menurut pengakuannya, proses pembelajaran itu berlangsung selama kurang lebih dua tahun dan melibatkan pendampingan dari instruktur berpengalaman.

“Saya belajar dari nol. Awalnya hanya bisa membuat bagian sol, kemudian berkembang hingga mampu merancang model sendiri. Semua itu tidak lepas dari dukungan petugas dan rekan-rekan di lapas yang sabar membimbing,” jelas Bakti. Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut membentuk disiplin kerja dan ketelitian yang kini ia terapkan dalam setiap produksi Arprize.

Fokus pada Kualitas dan Lapangan Kerja

Merek Arprize, menurut Bakti, tidak hanya mengejar keuntungan semata. Ia menegaskan bahwa produk yang dihasilkan mengutamakan kualitas bahan dan kenyamanan pengguna. Setiap pasang sepatu dibuat dengan bahan kulit sintetis pilihan dan sol karet yang tahan lama. Proses produksi dilakukan secara terbatas untuk memastikan kontrol mutu yang ketat.

Lebih jauh, Bakti menyatakan bahwa tujuan utama pendirian usaha ini adalah menciptakan lapangan kerja bagi sesama mantan narapidana. “Saya ingin berbagi kesempatan. Saat ini, saya telah mempekerjakan lima orang eks napi yang juga memiliki keterampilan serupa. Ke depan, saya menargetkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dari kelompok yang kerap kesulitan mendapatkan pekerjaan formal,” tuturnya.

Dukungan dan Harapan ke Depan

Peluncuran Arprize turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan DKI Jakarta. Dalam sambutannya, perwakilan kementerian menyatakan apresiasi terhadap inisiatif Bakti yang dinilai sejalan dengan program reintegrasi sosial bagi warga binaan. “Kami mendukung penuh langkah ini sebagai bentuk nyata pemberdayaan eks narapidana agar dapat mandiri secara ekonomi,” kata salah satu pejabat yang hadir.

Sementara itu, Bakti mengaku masih memiliki sejumlah tantangan, terutama dalam hal pemasaran dan persaingan dengan merek besar. Namun, ia optimistis dengan strategi penjualan melalui media sosial dan kerja sama dengan toko-toko lokal. Ia juga berencana mengajukan izin merek resmi ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dalam waktu dekat.

“Saya berharap Arprize dapat diterima masyarakat sebagai produk lokal yang berkualitas. Ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang mengubah stigma sosial terhadap mantan narapidana,” pungkas Bakti. Dengan semangat kewirausahaan yang dimilikinya, ia berharap kisahnya dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah pada keadaan.

Arprize saat ini memasarkan produknya dengan harga mulai dari Rp350 ribu hingga Rp600 ribu per pasang, tergantung model dan bahan. Pesanan dapat dilakukan melalui Instagram resmi @arprize.id. Bakti menargetkan penjualan sebanyak 200 pasang pada bulan pertama sebagai langkah awal membangun kepercayaan pasar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User