Sep 17, 2026
Hukum

DPR AS Rekomendasikan Sanksi Penghinaan Kongres untuk Miliarder Leon Black

WASHINGTON — Belasan penyintas kejahatan seksual Jeffrey Epstein menyambut baik langkah tegas Komite Pengawas Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (Hous

DPR AS Rekomendasikan Sanksi Penghinaan Kongres untuk Miliarder Leon Black

WASHINGTON — Belasan penyintas kejahatan seksual Jeffrey Epstein menyambut baik langkah tegas Komite Pengawas Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (House Oversight Committee) yang secara bulat merekomendasikan sanksi penghinaan terhadap Kongres (contempt of Congress) kepada miliarder investor Leon Black. Tindakan ini diambil setelah pendiri Apollo Global Management tersebut menolak mematuhi surat panggilan resmi (subpoena) dari parlemen.

Keputusan komite diambil melalui pemungutan suara mutlak dengan hasil 41-0. Parlemen AS menuntut kesaksian Black serta pembukaan dokumen perjanjian kerahasiaan atau nondisclosure agreements (NDA) yang diduga berkaitan erat dengan aktivitas kriminal Epstein.

“Kami memuji Ketua Komite James Comer yang menunjukkan ketegasan nyata dalam menuntut akuntabilitas pada penyelidikan Epstein. Hasil voting 41-0 ini mengirimkan pesan yang sangat jelas bahwa kekayaan dan pengaruh tidak membuat siapa pun kebal dari pengawasan Kongres,” tulis perwakilan korban dalam pernyataan resminya.

Kronologi Pembangkangan Subpoena oleh Leon Black

Proses penyelidikan Kongres AS terhadap lingkaran elit yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein mengalami dinamika panjang hingga berujung pada rekomendasi penuntutan hukum:

  1. Penerbitan Subpoena Kongres: Komite Pengawas DPR AS secara resmi melayangkan surat panggilan yang mewajibkan Leon Black memberikan kesaksian langsung dan menyerahkan salinan NDA serta dokumen finansial terkait Epstein.
  2. Penolakan Pihak Black: Pihak kuasa hukum Leon Black menolak memenuhi kewajiban tersebut dengan alasan dokumen dan keterangan yang diminta bersifat privat serta berada di luar kewenangan komite.
  3. Rapat Pleno Komite: Mengingat batas waktu yang terlampaui tanpa itikad kerja sama, komite menggelar rapat pleno untuk menentukan status hukum saksi.
  4. Keputusan Bulat Sanksi Contempt: Sebanyak 41 anggota komite dari lintas partai (Demokrat dan Republik) sepakat tanpa suara menentang untuk membawa kasus ini ke tingkat penuntutan pidana penghinaan parlemen.

Pemberian Keadilan dan Tuntutan Transparansi Korban

Bagi para korban, langkah parlemen tersebut merupakan tonggak penting dalam membongkar jaringan perlindungan finansial yang selama bertahun-tahun menutupi kejahatan perdagangan seksual anak di bawah umur. Keterbukaan dokumen NDA dinilai sangat krusial untuk memetakan sejauh mana aliran dana dan kompensasi digunakan untuk membungkam saksi maupun korban.

Para penyintas menegaskan bahwa status miliarder maupun profil filantropi seseorang tidak boleh menjadi tameng untuk menghindari pertanggungjawaban hukum di hadapan publik.

Bantahan dan Pembelaan Pihak Leon Black

Sepanjang proses investigasi, Leon Black secara konsisten membantah segala tuduhan keterlibatan dalam tindakan melanggar hukum. Melalui perwakilannya, Black menyatakan dirinya tidak pernah mengetahui aktivitas kriminal Epstein saat menyewa jasanya sebagai penasihat keuangan dan perencana pajak.

Meski demikian, audit independen yang pernah dilakukan sebelumnya mengungkapkan bahwa Black telah membayar Epstein ratusan juta dolar untuk jasa konsultasi antara tahun 2012 hingga 2017—periode setelah Epstein pertama kali divonis bersalah atas kasus prostitusi anak di Florida.

Proses Hukum Lanjutan di Parlemen

Setelah rekomendasi ini lolos di tingkat komite, langkah berikutnya adalah membawa resolusi penghinaan Kongres ke pemungutan suara paripurna di hadapan seluruh anggota DPR AS. Jika disetujui, rekomendasi tersebut akan diserahkan secara resmi ke Departemen Kehakiman AS (DOJ) untuk diterbitkan dakwaan pidana.

Komite Pengawas DPR AS menggelar voting dengan hasil mutlak 41-0 untuk menetapkan sanksi 'contempt of Congress' setelah Black menolak menyerahkan NDA dan memberikan kesaksian. Korban Epstein menyambut baik ketegasan ini. Simak laporan lengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User