Debit Air Sungai Ciliwung di Katulampa Capai Titik Nol

Bendung Katulampa di Kota Bogor, Jawa Barat, yang selama ini menjadi penanda awal aliran Sungai Ciliwung menuju Jakarta, kini dalam kondisi memprihatinkan.

Jul 18, 2026 - 04:11
0 0
Debit Air Sungai Ciliwung di Katulampa Capai Titik Nol

Bendung Katulampa di Kota Bogor, Jawa Barat, yang selama ini menjadi penanda awal aliran Sungai Ciliwung menuju Jakarta, kini dalam kondisi memprihatinkan. Tinggi muka air di bendung tersebut menyentuh angka 0 sentimeter pada Selasa (25/7/2023). Fenomena ini menjadi bukti nyata dampak musim kemarau yang berkepanjangan, di mana debit air sungai menyusut drastis akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan dasar sungai yang biasanya terendam air kini mulai terlihat. Batu-batu besar dan hamparan pasir hitam mendominasi permukaan aliran. Sejumlah warga sekitar memanfaatkan kondisi ini untuk berjalan kaki di tengah sungai yang biasanya deras. Namun, kondisi ini juga memicu kekhawatiran akan pasokan air bersih dan potensi kualitas air yang menurun.

Penyebab Kekeringan di Katulampa

Kepala Pos Bendung Katulampa, Andi Sudirman, menjelaskan bahwa penurunan drastis ini merupakan siklus tahunan yang semakin parah.

"Kemarau tahun ini lebih ekstrem dibanding tahun lalu. Hujan sudah tidak turun lebih dari dua bulan, sehingga suplai air dari hulu Sungai Ciliwung benar-benar terputus," ujarnya kepada Apaberita.com.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa fenomena El Nino moderat menjadi pemicu utama berkurangnya awan hujan di wilayah Puncak dan Bogor. Akibatnya, volume air yang masuk ke bendung hanya berasal dari rembesan tanah dan beberapa mata air kecil, tidak cukup untuk menaikkan muka air.

  • Intensitas hujan di hulu Ciliwung turun 70% dari normal bulanan.
  • Debit air pada musim kemarau tahun lalu masih tercatat 5-10 cm, tahun ini 0 cm.
  • Kondisi ini sudah berlangsung selama 10 hari terakhir dan diprediksi akan terus meluas.

Dampak bagi Ekosistem dan Masyarakat

Kekeringan di Bendung Katulampa tidak hanya berdampak pada debit air ke Jakarta, tetapi juga mengancam ekosistem lokal. Ikan-ikan kecil yang biasa hidup di aliran sungai mulai mati karena kekurangan oksigen. Selain itu, warga di sekitar Ciliwung, terutama yang menggantungkan hidup pada sungai, mulai merasakan dampaknya. Dedeh (45), seorang pencari ikan di kawasan Katulampa, mengeluhkan tangkapannya yang jauh menurun.

"Biasa sehari bisa dapat 2-3 kg ikan kecil, sekarang paling hanya beberapa ekor saja. Susah banget," keluhnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor mengingatkan potensi meningkatnya pencemaran. "Ketika volume air mengecil, konsentrasi polutan dari limbah rumah tangga dan industri menjadi lebih tinggi. Ini bisa mengancam kualitas air baku bagi PDAM di hilir," jelasnya dalam keterangan pers.

Langkah Antisipasi Pemerintah

Pemerintah Kota Bogor bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane telah menyiapkan beberapa langkah darurat. Di antaranya adalah mengoperasikan pompa air dari beberapa titik resapan di hulu, serta mengerahkan mobil tangki air bersih untuk warga yang kesulitan. Wali Kota Bogor juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan tidak membuang sampah ke sungai agar tidak memperparah penyumbatan aliran. Sementara itu, warga di Jakarta diimbau untuk menunda penggunaan air dalam skala besar selama puncak kemarau, karena pasokan dari Katulampa sangat terbatas. BMKG memprediksi hujan normal baru akan turun pada awal November 2023, sehingga kondisi ini diperkirakan masih berlangsung setidaknya tiga bulan ke depan.

Fenomena tinggi muka air 0 cm di Bendung Katulampa sebenarnya bukan hal baru, namun intensitasnya yang semakin sering terjadi—dari sekali dalam 5 tahun menjadi hampir setiap musim kemarau—menunjukkan adanya perubahan iklim yang nyata. Para ahli mengingatkan bahwa ke depannya, Indonesia perlu memperkuat sistem penyimpanan air hujan dan restorasi daerah aliran sungai untuk menghadapi musim kering yang lebih panjang.

[SOCIAL_TWEET]: Bendung Katulampa di Bogor kering total! Tinggi muka air 0 cm akibat kemarau panjang. Waspada dampak ke Jakarta. #Katulampa #Kekeringan #Ciliwung[SOCIAL_TG]: 😱 Bendung Katulampa Bogor mengering! Debit Ciliwung surut parah akibat kemarau. Waspada krisis air bersih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User