Sep 17, 2026
Hukum

Danantara Bangun PSEL Bogor Raya Rp2,8 Triliun Pengolah Sampah

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) reg

Danantara Bangun PSEL Bogor Raya Rp2,8 Triliun Pengolah Sampah

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) regional Bogor Raya. Proyek strategis bernilai investasi Rp2,8 triliun ini dirancang untuk menjadi solusi komprehensif atas persoalan krisis sampah perkotaan sekaligus mempercepat transisi energi baru terbarukan di Jawa Barat.

Fasilitas modern ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 500 ribu ton sampah per tahun. Melalui teknologi termal ramah lingkungan, timbunan sampah harian dari kawasan Kota dan Kabupaten Bogor akan dikonversi menjadi energi listrik bersih yang mampu menyuplai kebutuhan lebih dari 100 ribu rumah tangga di wilayah sekitar.

Kronologi dan Rangkaian Pengembangan Proyek

Realisasi proyek PSEL Bogor Raya melalui serangkaian tahapan perencanaan matang guna memastikan integrasi hulu ke hilir:

  1. Kajian Kelayakan dan AMDAL: Pemerintah daerah bersama Danantara menyelesaikan analisis dampak lingkungan dan kelayakan pasokan limbah harian pada kuartal sebelumnya.
  2. Komitmen Investasi dan Pendanaan: Danantara mengalokasikan modal awal sebesar Rp2,8 triliun guna pengadaan teknologi insinerasi modern berstandar emisi ketat.
  3. Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking): Pelaksanaan konstruksi sipil dan perakitan turbin pembangkit listrik resmi dimulai di lokasi terpadu Bogor Raya.
  4. Target Uji Coba dan Operasional: Fasilitas dijadwalkan memasuki fase komisioning secara bertahap sebelum beroperasi penuh menyalurkan daya ke jaringan transmisi.
"Pembangunan PSEL Bogor Raya bukan sekadar mendirikan pembangkit listrik, melainkan ikhtiar nyata menyelesaikan ancaman kedaruratan sampah regional dengan pendekatan ekonomi sirkular yang berkelanjutan," demikian pernyataan resmi Danantara.

Dampak Strategis dan Manfaat Lingkungan

Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) eksisting di kawasan Bogor selama ini menghadapi beban yang melampaui daya tampung maksimal. Kehadiran PSEL ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA hingga lebih dari 80 persen, menekan emisi gas metana, serta mencegah pencemaran air tanah.

Selain mengatasi problem ekologis, inisiatif ini membawa sederet keunggulan strategis bagi daerah:

  • Pasokan Listrik Rendah Emisi: Menghasilkan daya listrik stabil untuk 100 ribu sambungan rumah warga melalui kerja sama distribusi daya.
  • Pengurangan Beban TPA: Memperpanjang usia operasional tempat pembuangan akhir di wilayah Bogor Raya secara signifikan.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Menyerap ratusan tenaga kerja lokal selama tahap konstruksi maupun operasional jangka panjang.
  • Pemanfaatan Residu: Abu sisa pembakaran (fly ash dan bottom ash) akan diolah kembali menjadi bahan baku material konstruksi seperti paving block dan batako.

Dengan dimulainya megaproyek PSEL Bogor Raya ini, Danantara menegaskan perannya dalam mempercepat investasi hijau di Indonesia. Sinergi antara pemerintah daerah, badan pengelola investasi, dan mitra teknologi diharapkan menjadi percontohan bagi pengelolaan limbah perkotaan berbasis energi bersih di kota-kota besar lainnya.

Proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) regional Bogor Raya resmi dimulai. Fasilitas berkapasitas 500 ribu ton sampah per tahun ini bakal memproduksi listrik bersih untuk 100 ribu rumah tangga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User