Cedera Rybakina Hantui US Open, Swiatek Lolos ke Semifinal Cincinnati

CINCINNATI — Petenis Kazakhstan Elena Rybakina memutuskan mundur dari perempat final turnamen Cincinnati Open setelah mengalami cedera saat tertinggal 4-1

Cedera Rybakina Hantui US Open, Swiatek Lolos ke Semifinal Cincinnati

CINCINNATI — Petenis Kazakhstan Elena Rybakina memutuskan mundur dari perempat final turnamen Cincinnati Open setelah mengalami cedera saat tertinggal 4-1 dari Iga Swiatek pada set pembuka, Kamis (20/8/2026). Keputusan tersebut langsung memunculkan kekhawatiran besar terhadap kondisi fisik peringkat dua dunia itu hanya 10 hari menjelang US Open, grand slam yang akan bergulir di New York pada 30 Agustus.

Kejadian bermula saat kedudukan 40-40 di awal set pertama. Rybakina tiba-tiba menghentikan permainan, menuju bangku pemain, dan berkonsultasi dengan pelatih serta tim medis. Ia sempat kembali ke lapangan untuk memainkan satu poin lagi, namun akhirnya memilih mengundurkan diri dari pertandingan.

Kronologi Cedera Rybakina di Cincinnati

  1. Rybakina tertinggal 4-1 pada set pertama saat menghadapi Swiatek di perempat final.
  2. Pada kedudukan 40-40, ia berhenti bermain dan memanggil tim medis ke bangku pemain.
  3. Setelah berkonsultasi, ia mencoba kembali ke lapangan dan memainkan satu poin.
  4. Ia akhirnya memutuskan mundur, memberikan kemenangan tanpa perlawanan kepada Swiatek.

Mundurnya Rybakina menjadi pukulan telak. Andai ia berhasil menembus final Cincinnati, petenis 27 tahun itu bakal naik ke peringkat satu dunia untuk pertama kalinya sepanjang kariernya. Peluang itu terbuka setelah Aryna Sabalenka tersingkir secara mengejutkan oleh petenis muda berusia 20 tahun, Sara Bejlek.

Kekhawatiran Swiatek soal Kondisi Lawan

"Saya merasa cemas melihat seluruh situasi ini. Saya harap dia baik-baik saja. Kesehatan selalu menjadi prioritas," ujar Swiatek usai pertandingan. Ia menambahkan, "Turnamen ini penting, tetapi US Open tetaplah US Open. Saya harap dia siap untuk itu."

"Saya merasa cemas melihat seluruh situasi ini. Saya harap dia baik-baik saja. Kesehatan selalu menjadi prioritas." — Iga Swiatek

Swiatek, juara bertahan Cincinnati, mengaku percaya diri menghadapi babak semifinal. Kemenangan atas Rybakina di final Toronto awal bulan ini menjadi modal penting. "Saya merasa hebat, siap memainkan permainan saya. Saya senang bisa bermain tenis seperti sekarang," katanya.

Pegula Menanti Swiatek di Semifinal

Di semifinal, Swiatek akan berhadapan dengan Jessica Pegula yang menumbangkan Amanda Anisimova lewat pertarungan tiga set dengan skor 6-2, 4-6, 7-6 (7/4). Pegula dikabarkan bermain dengan masalah di pinggul (hip), namun berhasil bangkit setelah unggulan keenam itu menyamakan kedudukan. Anisimova mengonversi seluruh lima peluang break point miliknya, termasuk tiga kali mematahkan servis Pegula di set kedua.

Petenis berusia 32 tahun itu mencatatkan rekor WTA: ia menjadi pemain keempat sejak 2009 yang mencapai lima atau lebih perempat final Masters 1000 setelah berusia 30 tahun, bergabung dengan Li Na, Serena Williams, dan Svetlana Kuznetsova. Pegula hanya butuh 34 menit untuk merebut set pertama sebelum Anisimova membalas lewat double break 4-0 pada set kedua.

Kisah Perseteruan Dua Pangeran Inggris

Di sisi lain, perseteruan dua pangeran Inggris kembali menjadi sorotan publik. Pangeran William dan Harry — yang dijuluki "pewaris dan cadangan" (the heir and the spare) sejak kecil — gagal mendamaikan perbedaan mereka meski ayah mereka, Raja Charles III, telah didiagnosis menderita kanker sejak Februari 2024.

Keduanya terakhir kali terlihat bersama pada September 2022, ketika nenek mereka, Ratu Elizabeth II, wafat. Kini Harry (41) yang memilih hidup di California berencana kembali ke Inggris bersama istrinya Meghan dan kedua anak mereka, Archie (7) dan Lilibet (5). Publik pun menanti apakah pertemuan itu mampu menjembatani hubungan kedua kakak beradik tersebut.

Harapan Rekonsiliasi yang Belum Pasti

Dalam wawancara emosional dengan BBC pada Februari 2025, Harry mengaku merindukan Inggris dan ingin berdamai dengan keluarganya. Pada Juli lalu, Harry dan Meghan sempat bertemu secara privat dengan Charles dan Camilla — kali pertama kedua cucu itu bertemu sang kakek sejak 2022.

Namun Harry mengakui memoarnya yang kontroversial, "Spare" (2023), serta wawancara televisi dengan Oprah Winfrey telah merusak hubungan keluarga. "Tentu saja sebagian anggota keluarga saya tidak akan pernah memaafkan saya karena menulis buku," katanya. Meski begitu, ia menegaskan: "Saya ingin rekonsiliasi."

"Saya pikir William akan menolak keras. Karena ada jurang yang sangat dalam. Dia merasa Harry telah mengkhianatinya." — Richard Fitzwilliams, pakar kerajaan

Pakar kerajaan Richard Fitzwilliams menilai William akan "sangat tidak senang" mendengar kabar kepulangan Harry. "Dia merasa Harry telah mengkhianatinya. Dia sudah memperjelas itu," ujarnya kepada AFP.

Janji di Tengah Duka 1997

Pada 1997, hati rakyat Inggris tertuju pada dua bocah berusia 15 dan 12 tahun yang mengiringi peti jenazah ibu mereka, Putri Diana, di tengah keheningan kota London. Diana pernah meminta kedua putranya untuk selalu saling mendukung. Hampir 30 tahun setelah kepergiannya, janji itu tampak belum terpenuhi — dan kini seluruh dunia kembali menantikan langkah rekonsiliasi di antara dua pewaris takhta kerajaan itu.

[SOCIAL_TWEET]: Cedera Rybakina hantui persiapannya jelang US Open! Swiatek melaju ke semifinal Cincinnati, sementara rekonsiliasi Pangeran Harry-William masih menggantung. 🎾👑 #CincinnatiOpen #USOpen #KerajaanInggris[SOCIAL_TG]: ⚡ BREAKING: Rybakina mundur dari perempat final Cincinnati karena cedera, hanya 10 hari jelang US Open. Swiatek lolos ke semifinal. Sementara itu, Harry-William: rekonsiliasi masih jauh panggang dari api. Baca selengkapnya di Apaberita.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User