Cabai Rawit Tembus Rp58.150/kg, Harga Pangan Meroket

Harga cabai rawit di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan

Jul 17, 2026 - 18:20
0 0
Cabai Rawit Tembus Rp58.150/kg, Harga Pangan Meroket

Harga cabai rawit di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga komoditas cabai rawit tercatat mencapai Rp58.150 per kilogram per Kamis pagi. Sementara itu, harga telur ayam juga masih berada di level tinggi yakni Rp29.000 per kilogram.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Kenaikan harga kedua komoditas pangan strategis ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Para pedagang di pasar tradisional mengungkapkan bahwa pasokan cabai rawit dari sentra produksi mengalami penurunan akibat perubahan musim yang tidak menentu. Selain itu, biaya transportasi dan distribusi yang meningkat turut memberikan kontribusi terhadap melonjaknya harga jual di tingkat konsumen.

"Cuaca yang tidak stabil belakangan ini membuat hasil panen cabai tidak maksimal. Permintaan tetap tinggi tapi pasokan menipis, otomatis harga naik," ungkap salah satu pedagang di Pasar传统 Jakarta.

Dampak terhadap Masyarakat

Kenaikan harga cabai rawit dan telur ayam ini tentu menjadi beban tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi kalangan berpenghasilan rendah. Kedua komoditas tersebut merupakan bahan pokok yang hampir selalu hadir dalam menu makanan sehari-hari masyarakat Indonesia.

  • Cabai rawit: Rp58.150/kg (naik dari Rp45.000-50.000/kg beberapa minggu lalu)
  • Telur ayam: Rp29.000/kg (stabil di atas Rp27.000/kg)
  • Dampak langsung: Meningkatnya biaya belanja rumah tangga

Perbandingan Harga Komoditas Pangan

KomoditasHarga/KgTren
Cabai RawitRp58.150↑ Naik
Telur AyamRp29.000→ Stabil Tinggi
Cabai Merah KeritingRp52.000↑ Naik
Bawang MerahRp38.000→ Stabil

Sikap Pemerintah dan Bank Indonesia

Pihak Bank Indonesia selaku pengelola PIHPS terus memantau perkembangan harga pangan strategis ini secara real-time. Upaya pengendalian inflasi melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga tetap terkendali. Strategi Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah akan dioptimalkan," jelas pejabat Bank Indonesia.

Proyeksi ke Depan

Para analis memprediksi bahwa harga cabai rawit masih berpotensi terus naik dalam beberapa minggu mendatang menjelang musim liburan dan hari besar keagamaan. Kenaikan permintaan diprediksi akan semakin memperparah ketidakseimbangan antara suplai dan demand di pasar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat diimbau untuk bijak dalam berbelanja dan memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun pusat. Selain itu, diversifikasi bahan makanan pengganti juga dapat menjadi solusi sementara bagi rumah tangga yang terdampak kenaikan harga.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan nasional masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa, mulai dari petani, pedagang, hingga konsumen.

[SOCIAL_TWEET]: Harga cabai rawit tembus Rp58.150/kg! Telur ayam juga masih tinggi di Rp29.000/kg. Data PIHPS catat tren naik harga bahan pokok. #HargaPangan #CabaiRawit #Inflasi [SOCIAL_TG]: 🔥 Harga cabai rawit tembus Rp58.150/kg menurut data PIHPS Bank Indonesia. Telur ayam juga masih di Rp29.000/kg. Cek perkembangan terkininya! 📊

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User