Sep 16, 2026
Nasional

BYD Siap Pasang Baterai Solid-State pada Mobil Listrik Mulai 2027

Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, resmi mengumumkan rencana strategis jangka panjang untuk mengadopsi teknologi baterai solid-state pada lini kendaraan

BYD Siap Pasang Baterai Solid-State pada Mobil Listrik Mulai 2027

Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, resmi mengumumkan rencana strategis jangka panjang untuk mengadopsi teknologi baterai solid-state pada lini kendaraan listrik produksinya mulai tahun 2027. Langkah revolusioner ini dinilai bakal mengubah peta persaingan industri mobil listrik global secara signifikan.

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, dalam sebuah sesi wawancara eksklusif di Valencia, Spanyol. Menurut Li, perusahaan telah mengalokasikan sumber daya riset dan pengembangan dalam skala besar guna memastikan transisi dari baterai berbasis elektrolit cair menuju baterai padat berjalan mulus dan aman.

"Kami terus mendorong inovasi teknologi penyimpanan daya. Pemanfaatan baterai solid-state akan dimulai secara bertahap pada model-model tertentu mulai 2027 untuk memberikan efisiensi dan keamanan maksimal bagi pengguna," ungkap Stella Li di Valencia.

Kronologi dan Peta Jalan Pengembangan Teknologi BYD

Pengembangan baterai mutakhir ini telah melalui sejumlah tahapan riset intensif di laboratorium internal BYD sebelum akhirnya diputuskan untuk masuk ke jalur komersialisasi. Berikut adalah tahapan roadmap adopsi teknologi tersebut:

  1. Fase Riset Dasar (2020–2023): BYD mengembangkan struktur material anoda dan katoda khusus untuk menstabilkan konduktivitas ion padat sekaligus mengoptimalkan efisiensi termal.
  2. Fase Uji Coba Prototipe (2024–2026): Pengujian laboratorium skala penuh dan uji jalan raya terhadap modul baterai solid-state guna menguji ketahanan dalam berbagai kondisi cuaca ekstrem.
  3. Implementasi Komersial Terbatas (2027): Penerapan perdana baterai solid-state pada lini kendaraan listrik segmen premium atau sub-merek mewah seperti Yangwang.
  4. Produksi Massal Skala Penuh (2028–2030): Penurunan biaya manufaktur agar teknologi baterai padat dapat disematkan pada model kendaraan listrik kelas menengah hingga mass-market.

Keunggulan Utama Baterai Solid-State Generasi Baru

Teknologi baterai solid-state digadang-gadang sebagai terobosan terbesar dalam ekosistem kendaraan listrik (EV) berkat sederet keunggulan fisik dan kimiawi dibandingkan baterai lithium-ion cair konvensional:

  • Densitas Energi Lebih Tinggi: Mampu menyimpan energi jauh lebih padat, sehingga kendaraan dapat menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.
  • Waktu Pengisian Lebih Singkat: Mendukung pengisian daya ultra-cepat (ultra-fast charging) tanpa menurunkan usia pakai sel baterai secara drastis.
  • Tingkat Keamanan Maksimal: Mengeliminasi elektrolit cair yang mudah terbakar, sehingga risiko kebakaran akibat korsleting atau benturan keras dapat ditekan hampir sepenuhnya.
  • Ketahanan Suhu Ekstrem: Memiliki kinerja stabil di kawasan bersuhu sangat dingin maupun sangat panas tanpa penurunan performa drastis.

Persaingan Ketat Menuju Standar Baru Industri Otomotif

Langkah BYD mengumumkan target tahun 2027 sekaligus memanaskan persaingan global dalam perebutan dominasi teknologi baterai masa depan. Sejumlah pabrikan raksasa dunia seperti Toyota, Nissan, serta produsen baterai global CATL dan QuantumScape juga menargetkan periode 2027 hingga 2028 untuk merilis kendaraan berbaterai padat.

Selama ini, BYD dikenal sukses mendominasi pasar lewat inovasi Blade Battery berbasis lithium-iron-phosphate (LFP). Transisi menuju baterai solid-state dinilai para analis sebagai langkah antisipatif BYD untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar kendaraan ramah lingkungan di tingkat global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User