Bupati Sumbawa Targetkan Kopi Tepal Tembus Pasar Global
SUMBAWA — Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mendorong Kopi Tepal asal Kecamatan Batulanteh agar mampu bersaing di pasar kopi internasional. Pern...
SUMBAWA — Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mendorong Kopi Tepal asal Kecamatan Batulanteh agar mampu bersaing di pasar kopi internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Festival Ngemar Kawa yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Kantor Bupati Sumbawa, Senin (12/6).
"Kopi Tepal memiliki cita rasa khas yang tidak kalah dengan kopi-kopi premium dari berbagai belahan dunia. Tugas kita sekarang adalah membangun ekosistem yang memungkinkan kopi ini dikenal secara global," ujar Syarafuddin Jarot di hadapan jajaran kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan kelompok tani, dan pelaku usaha kopi lokal.
Festival Ngemar Kawa yang akan diselenggarakan pada Juli 2025 mendatang ditetapkan sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan kopi asal lereng Gunung Tambora tersebut kepada pembeli internasional. Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengalokasikan anggaran khusus melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 untuk mendukung penyelenggaraan festival yang diproyeksikan menarik sedikitnya 5.000 pengunjung.
Membangun Rantai Pasok yang Kompetitif
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, luas lahan kopi di Kecamatan Batulanteh mencapai 1.200 hektare dengan rata-rata produksi tahunan sebesar 800 ton biji kopi kering. Namun, selama bertahun-tahun, sebagian besar hasil panen dijual dalam bentuk biji mentah kepada tengkulak dengan harga yang belum mencerminkan kualitas premium yang dimiliki.
"Kami sedang menyusun skema kemitraan antara petani, koperasi, dan eksportir agar rantai pasok Kopi Tepal lebih efisien dan menguntungkan petani secara langsung," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa dalam pemaparan teknisnya. Pemerintah kabupaten juga tengah memproses sertifikasi Indikasi Geografis untuk Kopi Tepal yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun 2025.
Langkah ini sejalan dengan instruksi Bupati yang meminta agar seluruh pemangku kepentingan duduk bersama merumuskan peta jalan pengembangan Kopi Tepal. Syarafuddin Jarot menekankan bahwa petani harus menjadi pihak yang paling diuntungkan dalam setiap kebijakan yang diambil.
Festival Ngemar Kawa sendiri dirancang tidak sekadar sebagai ajang promosi, melainkan juga forum bisnis yang mempertemukan petani dengan pembeli dari mancanegara. Panitia telah mengundang delegasi dari delapan negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Australia, dan beberapa negara Eropa yang dikenal sebagai pasar kopi spesialti.
Kualitas yang Diakui Pasar Nasional
Kopi Tepal bukan nama baru di kalangan penikmat kopi nusantara. Komoditas ini telah beberapa kali meraih penghargaan di ajang kompetisi kopi nasional. Pada tahun 2024, Kopi Tepal mendapatkan nilai cupping score 84,5 dari Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, menempatkannya dalam kategori specialty coffee.
"Karakter rasa yang ditawarkan Kopi Tepal sangat unik, perpaduan antara floral notes, citrus, dan body yang kuat. Ini adalah profil rasa yang dicari oleh pasar specialty internasional," ujar seorang panelis bersertifikat Q Grader yang dilibatkan dalam penjurian sebelumnya. Karakteristik tanah vulkanik di sekitar Gunung Tambora disebut menjadi faktor utama yang membentuk kompleksitas rasa Kopi Tepal.
Ketua Kelompok Tani Kopi Batulanteh menyatakan bahwa para petani menyambut baik dorongan pemerintah daerah untuk meningkatkan posisi tawar mereka. "Kami sudah bertahun-tahun merawat tanaman kopi dengan metode tradisional yang diwariskan turun-temurun. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, kami yakin Kopi Tepal bisa menembus pasar ekspor dengan harga yang layak," ujarnya.
Strategi Hilirisasi dan Penguatan Kelembagaan
Menindaklanjuti arahan Bupati, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumbawa tengah menyusun dokumen Rencana Aksi Daerah Pengembangan Komoditas Unggulan yang menempatkan Kopi Tepal sebagai prioritas utama. Dokumen tersebut mencakup rencana pembangunan pusat pengolahan kopi terpadu di Kecamatan Batulanteh yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026.
Pemerintah kabupaten juga akan memfasilitasi pembentukan Badan Usaha Milik Desa Bersama yang mengelola kegiatan pascapanen, termasuk proses pengupasan, sortasi, roasting, hingga pengemasan. "Hilirisasi adalah kunci. Kita tidak bisa terus-menerus menjual bahan mentah. Nilai tambah harus dinikmati oleh masyarakat Sumbawa sendiri," tegas Syarafuddin Jarot.
Festival Ngemar Kawa akan menjadi panggung perdana bagi Kopi Tepal dalam format produk siap ekspor. Seluruh rangkaian acara festival, yang meliputi sesi cupping, pameran produk, dan business matching, dirancang untuk membuka akses pasar seluas-luasnya bagi komoditas unggulan Kabupaten Sumbawa tersebut. Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Kopi Tepal diyakini akan menjadi duta baru kopi Indonesia di kancah global.
Comments (0)