Sep 18, 2026
Nasional

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di 12 Wilayah Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca terkait potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang diprediksi

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di 12 Wilayah Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca terkait potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang diprediksi melanda setidaknya 12 wilayah provinsi di Indonesia hari ini. Fenomena cuaca basah ini berpeluang disertai kilat, petir, serta angin kencang berdurasi singkat di sejumlah titik rawan.

Kondisi atmosfer yang dinamis memicu pembentukan awan-awan konvektif tebal, terutama di kawasan barat hingga tengah Nusantara. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir genangan, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Kronologi dan Peta Sebaran Cuaca Ekstrem Hari Ini

Berdasarkan pantauan citra satelit dan radar cuaca, dinamika atmosfer terpantau aktif sejak dini hari. Berikut rangkaian perkembangan cuaca yang teramati di stasiun pemantau:

  1. Pukul 05.00 - 08.00 WIB: Pertumbuhan awan hujan mulai terdeteksi di sepanjang pesisir barat Sumatra, Kalimantan bagian barat, dan sebagian pesisir utara Jawa bagian barat dengan intensitas ringan hingga sedang.
  2. Pukul 09.00 - 12.00 WIB: Peningkatan suhu permukaan dan kelembapan udara mempercepat konveksi lokal, memicu pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah pedalaman Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.
  3. Pukul 12.00 - 18.00 WIB: Periode kritis hujan intensitas lebat hingga sangat lebat terkonsentrasi di 12 wilayah utama, berpotensi memicu genangan air di kawasan perkotaan dan dataran rendah.
  4. Pukul 18.00 WIB hingga Malam: Intensitas hujan berangsur mereda di beberapa titik, namun potensi hujan sedang bertahan di area perbukitan dan pegunungan.

Adapun 12 wilayah yang masuk dalam daftar peringatan kewaspadaan tinggi meliputi: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Tengah.

Faktor Dinamika Atmosfer Pemicu Cuaca Basah

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan ini dipicu oleh bertemunya massa udara (daerah konvergensi) yang memanjang di beberapa kepulauan besar, ditambah anomali suhu muka laut di perairan sekitar Indonesia yang masih cukup hangat.

"Sirkulasi siklonik terpantau membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan tebal dalam skala masif," jelas juru bicara BMKG dalam keterangan resminya.

Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

Menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, otoritas kebencanaan dan BMKG mengimbau masyarakat untuk menjalankan langkah-langkah pencegahan preventif, antara lain:

  • Memeriksa Saluran Air: Pastikan sistem drainase dan selokan di lingkungan tempat tinggal bebas dari sumbatan sampah agar tidak memicu banjir genangan.
  • Waspada Area Rawan Longsor: Masyarakat yang bermukim di lereng bukit atau tebing curam diimbau mengungsi sementara apabila hujan deras turun terus-menerus selama lebih dari dua jam.
  • Hindari Berteduh di Bawah Pohon: Pengendara kendaraan bermotor dilarang berteduh di bawah pohon rindang, baliho, atau struktur rapuh saat terjadi angin kencang dan petir.
  • Pantau Kanal Informasi Resmi: Selalu perbarui informasi perkiraan cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal resmi instansi pemerintah setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User