BMKG: Es Abadi Puncak Jaya Papua Berpotensi Hilang Total Akhir 2026

Apaberita.com, Jakarta — Indonesia menghadapi ancaman kehilangan satu-satunya gletser tropis yang dimilikinya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa lapisan es a

Jul 06, 2026 - 07:01
0 0
BMKG: Es Abadi Puncak Jaya Papua Berpotensi Hilang Total Akhir 2026

Apaberita.com, Jakarta — Indonesia menghadapi ancaman kehilangan satu-satunya gletser tropis yang dimilikinya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa lapisan es abadi di Puncak Jaya, Papua, diperkirakan akan lenyap sepenuhnya pada akhir tahun 2026 atau paling lambat awal 2027. Peringatan ini disampaikan BMKG melalui akun Instagram resminya pada Minggu (5/7/2026).

Penyusutan Drastis Sejak 1988

Data yang dirilis BMKG dan dikutip Apaberita.com menunjukkan laju penyusutan es di Puncak Jaya sangat mengkhawatirkan. Pada tahun 1988, hamparan gletser tropis ini masih memiliki luas sekitar 4,3 kilometer persegi. Namun, hasil pemantauan terbaru hingga September 2025 menunjukkan luasnya menyusut menjadi hanya sekitar 0,09 kilometer persegi. Angka ini setara dengan kurang dari 2 persen dari luas awal yang tercatat hampir empat dekade lalu.

"Tidak lama lagi, Indonesia mungkin akan kehilangan es abadinya untuk selamanya," tulis BMKG dalam unggahannya tersebut, seperti dilansir Apaberita.com.

Fenomena penyusutan es di Puncak Jaya bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Para peneliti telah lama mencatat dampak pemanasan global terhadap gletser di kawasan tropis ini. Peningkatan suhu rata-rata global menyebabkan laju pencairan es semakin cepat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menjadikan Puncak Jaya, yang merupakan bagian dari Pegunungan Sudirman, sebagai satu-satunya lokasi di Indonesia yang memiliki es abadi, kini berada di ambang kepunahan.

BMKG menyebutkan bahwa jika tren pemanasan terus berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia akan kehilangan seluruh es abadinya dalam waktu kurang dari dua tahun. Para pakar klimatologi menekankan bahwa hilangnya gletser di Puncak Jaya tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memiliki implikasi sosial dan budaya bagi masyarakat setempat yang selama ini menganggap kawasan tersebut sebagai simbol alam yang sakral.

Dengan luas yang terus menyusut hingga hanya 0,09 km persegi, para ilmuwan memprediksi bahwa lapisan es yang tersisa kemungkinan besar tidak akan mampu bertahan melewati musim kemarau panjang atau anomali suhu ekstrem. Jika skenario terburuk terjadi, Indonesia akan kehilangan salah satu keajaiban alam tropisnya untuk selamanya pada akhir 2026 atau awal 2027.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User