Sep 17, 2026
Nasional

BEKASI — DPRD Desak Bentuk Pansus Usut Manipulasi Anggaran

Gelombang protes kembali mengguncang pelataran Gedung DPRD Kota Bekasi. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Indonesia menggelar aksi

BEKASI — DPRD Desak Bentuk Pansus Usut Manipulasi Anggaran

Gelombang protes kembali mengguncang pelataran Gedung DPRD Kota Bekasi. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Indonesia menggelar aksi unjuk rasa lantang untuk menyuarakan keresahan mendalam publik terkait tata kelola keuangan daerah. Dengan membentangkan spanduk tuntutan serta mengumandangkan orasi kritis, aksi ini menjadi panggung desakan keras agar para legislator tidak berdiam diri menghadapi indikasi penyelewengan dana rakyat.

Para aktivis secara tegas mendesak DPRD Kota Bekasi untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus). Langkah politik ini dinilai sangat krusial guna menyelidiki secara mendalam dugaan manipulasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disinyalir melibatkan pimpinan eksekutif, yakni Wali Kota Bekasi. Dugaan penyimpangan tersebut mencakup ketidaksesuaian alokasi dana pembangunan dengan realisasi di lapangan serta minimnya transparansi publik.

Mendorong Transparansi Melalui Panitia Khusus

Koordinator aksi menegaskan bahwa pembentukan Pansus bukan sekadar manuver gertakan politik, melainkan instrumen hukum dan pengawasan yang wajib diambil lembaga legislatif. Selama ini, pengawasan internal dinilai belum memadai untuk mengungkap potensi kebocoran anggaran yang mencapai angka miliaran rupiah dalam beberapa proyek strategis daerah.

"Kritik kami berlandaskan data dan fakta lapangan. Kami menemukan indikasi kuat adanya pergeseran anggaran secara sepihak tanpa persetujuan memadai dari dewan. DPRD harus berani menggunakan hak pengawasannya secara maksimal, jangan sampai fungsi kontrol tumpul di hadapan kekuasaan eksekutif," ujar salah satu orator Asosiasi Mahasiswa Indonesia di sela aksi.

Isu manipulasi anggaran ini memicu perhatian luas mengingat APBD merupakan fondasi utama pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur di Bekasi. Ketidakjelasan arus penggunaan anggaran dinilai berpotensi merugikan masyarakat luas yang membutuhkan fasilitas publik yang layak.

Respon DPRD dan Peta Tuntutan Mahasiswa

Menanggapi desakan tersebut, perwakilan DPRD Kota Bekasi akhirnya menemui massa aksi dan menyatakan akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan. Pihak parlemen berjanji membawa tuntutan pembentukan Pansus ini ke dalam rapat pimpinan serta Badan Musyawarah (Bamus) untuk ditindaklanjuti sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP) ketatanegaraan.

Berikut adalah poin-poin analisis perbedaan tuntutan mahasiswa dengan fokus pengawasan anggaran saat ini:

Fokus Tuntutan Indikasi Masalah Desakan Tindakan
Pengelolaan APBD Pergeseran anggaran tanpa transparansi Audit Investigatif & Pansus DPRD
Dana Hibah & Bansos Potensi manipulasi daftar penerima manfaat Verifikasi Faktual Terbuka
Proyek Infrastruktur Ketidaksesuaian spesifikasi fisik & biaya Evaluasi Total dan Penghentian Cair

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa tuntutan mahasiswa ini merupakan sinyal peringatan penting bagi demokrasi lokal. Jika dugaan manipulasi ini dibiarkan berlalu tanpa klarifikasi resmi melalui mekanisme Pansus, kepercayaan publik terhadap integritas Pemerintah Kota Bekasi dipastikan bakal merosot tajam.

Asosiasi Mahasiswa Indonesia menegaskan siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila DPRD Kota Bekasi lambat dalam merespons tuntutan ini. Kini, keputusan berada di tangan para wakil rakyat untuk membuktikan keberpihakan mereka pada prinsip transparansi dan akuntabilitas anggaran publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User