Sep 16, 2026
Hukum

Basarnas Kerahkan Tim Cari Delapan Orang Hilang di Gunung Anak Krakatau

JAKARTA, APABERITA.COM — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus mengintensifkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap delapa

Basarnas Kerahkan Tim Cari Delapan Orang Hilang di Gunung Anak Krakatau

JAKARTA, APABERITA.COM — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus mengintensifkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau (GAK). Korban hilang diketahui terdiri atas lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang sedang melakukan pelayaran di kawasan perairan Selat Sunda tersebut.

Operasi kemanusiaan skala besar ini dilaksanakan selama tujuh hari penuh, terhitung sejak Selasa, 8 September 2026 hingga Senin, 14 September 2026. Penanganan operasi penyelamatan ini sepenuhnya mengacu pada pedoman standar internasional International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR) Guidelines dengan mengerahkan seluruh unsur SAR gabungan terkait.

Kronologi dan Tahapan Operasi Pencarian

Proses penyisiran dan evakuasi di sekitar kawasan vulkanik aktif Gunung Anak Krakatau dilakukan melalui beberapa tahapan terencana:

  1. Selasa, 8 September 2026: Laporan awal hilangnya kontak kapal yang membawa rombongan jurnalis dan awak kapal diterima oleh Basarnas, disusul pembukaan posko komando operasi SAR gabungan.
  2. Rabu–Jumat, 9–11 September 2026: Pengerahan armada kapal patroli, penyisiran garis pantai, pemetaan sonar laut, serta pemantauan udara di sekitar koordinat terakhir hilangnya kontak.
  3. Sabtu–Senin, 12–14 September 2026: Perluasan radius pencarian ke perairan terbuka Selat Sunda dan pulau-pulau kecil di sekitarnya dengan melibatkan kapal-kapal nelayan serta lalu lintas laut komersial.

Operasi Harian dan Koordinasi Lintas Sektor

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa seluruh personel gabungan diterjunkan secara maksimal guna menyisir rute pelayaran yang diduga dilewati oleh kapal nahas tersebut. Namun, keterbatasan teknis dan faktor keselamatan membatasi penggunaan sarana fisik pencarian di lapangan.

"Kalau mengacu kepada IAMSAR Guidelines, operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama 7 hari. Kemudian nanti pada saat hari ketujuh, kita akan laksanakan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya. Yang berhenti misalkan dari jam 7 sampai jam 5 sore adalah sarana prasarana yang memang penuh keterbatasan. Tapi bagi pengguna lalu lintas laut, kita akan men-declare secara simultan," ungkap Mohammad Syafii.

Meski pergerakan armada kapal dan helikopter pencari dihentikan setiap pukul 17.00 WIB karena faktor jarak pandang malam hari dan gelombang laut, Basarnas memastikan bahwa upaya pemantauan tidak berhenti total. Sistem pemancar informasi pelayaran (e-broadcast) dan komunikasi radio maritim tetap aktif selama 24 jam penuh untuk meminta bantuan kapal-kapal niaga maupun nelayan yang melintas.

Evaluasi Hari Ketujuh Tentukan Kelanjutan Misi

Basarnas bersama instansi maritim, TNI AL, Polairud, dan relawan SAR akan menggelar evaluasi komprehensif pada Senin (14/9/2026) mendatang guna menentukan apakah misi pencarian akan diperpanjang atau dialihkan ke status pemantauan pasif.

Adapun rincian fokus utama dari tim pencari meliputi beberapa hal penting:

  • Penyisiran Titik Koordinat: Memperluas area pencarian di sektor timur dan selatan Gunung Anak Krakatau sesuai pola arus laut.
  • Komunikasi Maritim: Memaksimalkan siaran darurat kepada seluruh kapal komersial yang berlayar di jalur Selat Sunda.
  • Mitigasi Bahaya Vulkanik: Memperhatikan radius aman aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau demi keselamatan tim penolong.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User