Oct 06, 2026
Politik

Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo

Pada hari ke-21 operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, Sabtu (3/10), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menghentikan seluruh operasi pe...

Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo

Pada hari ke-21 operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, Sabtu (3/10), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menghentikan seluruh operasi penyelaman di lokasi kapal yang tenggelam di perairan Kalimantan Selatan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi teknis yang dilakukan oleh tim SAR gabungan, dengan mempertimbangkan kondisi jasad korban, perubahan struktur kapal, serta tingkat keamanan bagi para penyelam yang telah bertugas secara intensif sejak awal operasi.

Keputusan Ditetapkan Berdasarkan Kajian Teknis

Berdasarkan kajian yang dilakukan dalam Rapat Koordinasi teknis operasi SAR hari ke-21, Basarnas menegaskan bahwa upaya penyelaman telah mencapai batas kemampuan maksimal yang dapat dilaksanakan saat ini. Dalam rapat tersebut, tim teknis menyampaikan bahwa kondisi di dalam badan kapal yang tenggelam terus mengalami perubahan setiap hari sejak operasi dimulai. Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap proses evakuasi korban yang sebelumnya masih dapat dilakukan melalui jalur bawah air.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan secara rinci mengenai pertimbangan teknis yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa pada fase awal operasi, kondisi korban yang berhasil dikeluarkan dari dalam kapal masih memungkinkan untuk tetap utuh hingga tiba di permukaan laut. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut tidak lagi dapat dipertahankan akibat perubahan struktur kapal yang semakin labil.

"Pada beberapa hari pertama, kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut. Namun, kini kondisi tersebut telah berubah. Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, saat ini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif apabila operasi bawah air ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,"

Melalui pernyataan tersebut, Basarnas menegaskan bahwa kelanjutan operasi penyelaman tidak lagi dapat menjamin efektivitas pencarian, serta berpotensi meningkatkan risiko yang tidak dapat diterima bagi keselamatan para penyelam yang bertugas.

Struktur Kapal yang Semakin Labil Hambat Pencarian

Lebih lanjut, tim teknis Basarnas menyatakan bahwa terdapat sejumlah bagian dari badan kapal yang hingga saat ini belum tersentuh oleh penyelam, termasuk bagian lambung kiri KM Virgo Transport 8. Meskipun bagian tersebut berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban yang belum ditemukan, kondisi interior kapal dinilai sangat tidak stabil untuk dilakukan penyelaman secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan operasi selama tiga hari terakhir sebelum penghentian penyelaman, tim SAR gabungan tidak menemukan adanya korban baru di dalam ruang kapal. Hal tersebut menjadi salah satu indikator teknis yang turut dipertimbangkan dalam keputusan untuk menghentikan fase penyelaman. Basarnas menegaskan bahwa seluruh tahapan yang dapat dilaksanakan berdasarkan kemampuan penyelaman saat ini telah diselesaikan secara optimal oleh tim yang bertugas.

Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, Basarnas menetapkan bahwa fase penyelaman perlu dihentikan untuk sementara waktu, sembari menunggu adanya langkah teknis lanjutan yang dapat menciptakan kondisi kerja yang aman bagi para penyelam. Salah satu langkah yang diharapkan untuk dapat memfasilitasi kelanjutan evakuasi adalah pelaksanaan operasi salvage atau pengangkatan badan kapal oleh pemilik kapal.

Fokus Pencarian Dialihkan ke Wilayah Perairan Luas

Meski operasi penyelaman telah dihentikan, Basarnas tidak menghentikan keseluruhan operasi pencarian dan pertolongan. Berdasarkan hasil evaluasi pada hari ke-21, operasi SAR akan tetap dilanjutkan dengan mengalihkan fokus pencarian ke wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi korban yang terbawa arus laut. Wilayah tersebut meliputi perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Pengalihan fokus ini ditetapkan untuk menindaklanjuti kemungkinan bahwa terdapat korban yang terlepas dari badan kapal dan terbawa oleh pergerakan arus sejak terjadinya kecelakaan. Tim SAR gabungan akan tetap melaksanakan patroli di wilayah tersebut dengan memanfaatkan sarana laut dan pengamatan visual sesuai dengan rencana operasi yang telah disahkan dalam evaluasi harian.

Hingga Sabtu (3/10) pukul 22.00 WITA, data yang telah dikonfirmasi oleh Basarnas menunjukkan bahwa sebanyak 188 orang telah ditemukan, yang terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang korban meninggal dunia. Jumlah tersebut merupakan akumulasi temuan sejak hari pertama operasi hingga hari ke-21. Basarnas menegaskan bahwa seluruh upaya yang masih memungkinkan akan terus dilaksanakan secara bertahap, dengan tetap berpegang pada prinsip keselamatan, ketepatan data, dan ketegasan prosedur dalam setiap tahapan operasi yang ditetapkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User