Bantuan Tunai Program Perlindungan Sosial Tersalurkan untuk 10 Juta Keluarga
JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) melaporkan bahwa program bantuan tunai dalam kerangka perlindungan sosial telah tersalurkan kepada 10,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) hingga triwulan per
JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) melaporkan bahwa program bantuan tunai dalam kerangka perlindungan sosial telah tersalurkan kepada 10,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) hingga triwulan pertama tahun 2024. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 15,3 triliun, mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.
Realisasi Penyaluran Bantuan Tunai
Berdasarkan data Kemensos, realisasi penyaluran bantuan tunai per Maret 2024 mencapai 92 persen dari target tahunan. Rinciannya, PKH telah menjangkau 8,1 juta KPM dengan nilai bantuan rata-rata Rp 200.000 per bulan per keluarga. Sementara itu, BPNT disalurkan kepada 18,8 juta KPM dalam bentuk saldo elektronik sebesar Rp 200.000 per bulan yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan. Adapun BLT Dana Desa diberikan kepada 4,6 juta KPM di desa dengan besaran Rp 300.000 per bulan per keluarga.
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan bahwa percepatan penyaluran dilakukan melalui sistem digital terpadu untuk meminimalkan kesalahan data dan kebocoran. “Kami menggunakan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang diperbarui setiap bulan agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/4).
Dampak terhadap Pengentasan Kemiskinan
Program perlindungan sosial ini menjadi salah satu pilar utama dalam upaya pemerintah menurunkan angka kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan pada Maret 2024 sebesar 9,03 persen, turun 0,14 persen poin dibandingkan September 2023. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai bahwa bantuan tunai berkontribusi signifikan terhadap daya beli masyarakat miskin di tengah tekanan inflasi pangan.
“Tanpa bantuan tunai, angka kemiskinan diperkirakan bisa lebih tinggi 0,5–0,7 persen,” kata ekonom INDEF dalam sebuah diskusi daring. Namun, ia mengingatkan perlunya perbaikan tata kelola data agar bantuan tidak tumpang tindih dengan program lain.
Kemensos menargetkan pada akhir 2024 seluruh KPM yang terdaftar dalam DTKS dapat menerima bantuan secara tepat waktu. Pemerintah juga mengintegrasikan program perlindungan sosial dengan program pemberdayaan ekonomi, seperti Kartu Prakerja dan Kredit Usaha Rakyat, untuk mendorong kemandirian penerima manfaat.
Dengan realisasi yang terus berjalan, program bantuan tunai diharapkan mampu menjadi jaring pengaman sosial yang efektif bagi kelompok rentan, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi nasional pascapandemi.
Berdasarkan data dan informasi terkini, perkembangan di sektor ini menunjukkan tren yang positif dan patut dicermati oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat luas.
Comments (0)