Sep 16, 2026
Hukum

BANTEN — Tim SAR Menyisir Pesisir Carita Cari Lima Jurnalis Hilang

Ketegangan menyelimuti kawasan pesisir barat Banten ketika raungan sirine armada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memecah kesunyian pada

BANTEN — Tim SAR Menyisir Pesisir Carita Cari Lima Jurnalis Hilang

Ketegangan menyelimuti kawasan pesisir barat Banten ketika raungan sirine armada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memecah kesunyian pada Selasa pagi (15/9/2026). **Tim SAR Gabungan** secara resmi meluncurkan operasi pencarian berskala besar untuk menemukan **lima orang jurnalis** yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan lapangan di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Penyisiran intensif kini berfokus pada jalur darat dan garis pantai yang membentang luas dari **Pantai Carita hingga Anyer**.

Rombongan awak media tersebut diketahui berangkat pada Senin sore menggunakan perahu motor nelayan lokal untuk mendokumentasikan peningkatan aktivitas vulkanik terkini di tengah Selat Sunda. Namun, cuaca buruk yang secara mendadak menerjang kawasan perairan tersebut memutus komunikasi terakhir mereka dengan pihak redaksi masing-masing pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Penyisiran Jalur Darat dan Laut Diintensifkan

Guna memaksimalkan proses pencarian, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi dua sektor utama: pemantauan perairan Selat Sunda dan penyisiran darat di sepanjang garis pantai. Langkah penyisiran pesisir ini diambil mengantisipasi kemungkinan perahu yang ditumpangi korban terseret arus deras menuju pantai di wilayah Pandeglang maupun Serang.

Berikut adalah rincian pengerahan personel dan armada dalam operasi pencarian hari ini:

Sektor Pencarian Armada & Peralatan Jumlah Personel Fokus Area
Jalur Darat / Pesisir Kendaraan Patroli, Drone Thermal 30 Personel Garis Pantai Carita - Anyer
Jalur Laut / Perairan Kapal Rigid Inflatable Boat (RIB), Perahu Karet 25 Personel Perairan Gunung Anak Krakatau

Kooridinator Operasi SAR menyatakan bahwa penyisiran darat melibatkan tim penyapu pantai (*beach comber*) yang memeriksa setiap lekukan teluk, dermaga tradisional, hingga muara sungai. Lebih dari 50 personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud Polda Banten, serta relawan potensi SAR diterjunkan secara serentak dalam aksi kemanusiaan ini.

Tantangan Cuaca Ekstrem di Perairan Anak Krakatau

Kondisi geografis dan iklim di kawasan Gunung Anak Krakatau memang dikenal sangat dinamis serta kerap menyulitkan navigasi pelayaran. Berdasarkan laporan prakiraan cuaca setempat, ketinggian gelombang di Selat Sunda saat kejadian mencapai 2,5 hingga 4 meter yang disertai dengan tiupan angin kencang dan hujan deras.

"Kami menghadapi tantangan gelombang tinggi dan jarak pandang yang sangat terbatas di tengah laut. Oleh karena itu, penyisiran jalur darat dari Pantai Carita hingga Anyer menjadi sangat krusial untuk mengantisipasi jika ada korban atau serpihan perahu yang terdampar di pinggir pantai," ungkap komandan tim lapangan Basarnas Banten.

Pihaknya menambahkan bahwa keberadaan gelombang vulkanik dan arus bawah laut yang kuat sering kali mendorong objek terapung dari tengah laut menuju ke arah pesisir barat Pulau Jawa. Ketakutan mendalam kini merayap di antara keluarga korban, namun harapan akan keselamatan kelima jurnalis tersebut tetap menyala terang.

Harapan Keluarga dan Koordinasi Nelayan Lokal

Selain mengandalkan pengerahan tim resmi, Basarnas juga telah memancarkan imbauan bahari (*marine broadcast*) kepada seluruh kapal nelayan, kapal cepat, dan armada niaga yang melintas di Selat Sunda. Para nelayan tradisional yang beroperasi di sekitar Anyer dan Carita diminta segera melapor ke posko terdekat jika menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan awak media tersebut.

"Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Banten dan Indonesia agar kelima rekan jurnalis dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apa pun," ujar salah satu wakil forum jurnalis Banten yang turut memantau perkembangan di Posko SAR Pantai Carita.

Hingga Selasa siang, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan memprioritaskan pelacakan titik koordinat sinyal ponsel terakhir para korban. Tim penyelamat berkomitmen untuk terus melanjutkan penyisiran hingga batas waktu operasional dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User