1.000 Peserta Semarakkan Pemecahan Rekor MURI Sketsa Soeharto di Universitas Trilogi
Universitas Trilogi mencatatkan sejarah baru dengan menggelar pemecahan Rekor MURI untuk kategori pembuatan sketsa Presiden kedua RI, Soeharto, secara serentak dan terbanyak. Kegiatan yang melibatkan
Universitas Trilogi mencatatkan sejarah baru dengan menggelar pemecahan Rekor MURI untuk kategori pembuatan sketsa Presiden kedua RI, Soeharto, secara serentak dan terbanyak. Kegiatan yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta ini berlangsung meriah di lingkungan kampus Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/6/2026).
Pemecahan rekor ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-105 Soeharto. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum tampak antusias menuangkan kreativitas mereka di atas kertas, berusaha mengabadikan wajah Sang Jenderal Besar melalui goresan pensil dan arang. Suasana kompetisi terasa khusyuk namun penuh semangat saat setiap peserta fokus menangkap karakteristik wajah Pak Harto dalam interpretasi visual masing-masing.
"Kegiatan ini tidak sekadar mengejar rekor, melainkan menjadi medium bagi generasi muda untuk mengenang dan mempelajari kepemimpinan nasional melalui pendekatan seni," ujar perwakilan panitia kepada Apaberita.com di sela acara.
Teknik sketsa dipilih bukan tanpa alasan. Melalui metode ini, para peserta diajak untuk mengamati detail, merasakan proses, dan memberikan penghormatan secara personal. Setiap goresan mewakili refleksi tersendiri tentang sosok pemimpin yang memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade tersebut. Hasil karya yang terkumpul menunjukkan keberagaman gaya dan perspektif, mulai dari realisme, ekspresionisme, hingga pendekatan kontemporer yang segar.
Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) hadir langsung untuk melakukan verifikasi dan penghitungan resmi terhadap seluruh karya yang dihasilkan. Antusiasme peserta yang melampaui target awal menjadi bukti bahwa pendekatan seni dan sejarah mampu menyatukan minat berbagai kalangan, terutama generasi muda yang lahir jauh setelah era kepemimpinan Soeharto berakhir.
Universitas Trilogi sendiri memiliki kedekatan historis dengan nama besar Soeharto, sehingga perhelatan ini juga menjadi simbol penghormatan institusi terhadap nilai-nilai yang diwariskan. Dengan keberhasilan memecahkan rekor ini, diharapkan semangat berkompetisi secara positif dan apresiasi terhadap sejarah nasional terus tumbuh di lingkungan akademik. Momen ini menjadi bukti bahwa pengenalan tokoh bangsa bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan membekas, seperti yang dilaporkan oleh Apaberita.com dari lokasi kegiatan.
Comments (0)