Washington — FBI Gagalkan Serangan Drone-Sniper pada Trump di Acara UFC

Badan Investigasi Federal (FBI) mengumumkan keberhasilannya menggagalkan rencana serangan terkoordinasi yang melibatkan drone bersenjata dan penembak jitu

Jul 10, 2026 - 21:34
0 0
Washington — FBI Gagalkan Serangan Drone-Sniper pada Trump di Acara UFC

Badan Investigasi Federal (FBI) mengumumkan keberhasilannya menggagalkan rencana serangan terkoordinasi yang melibatkan drone bersenjata dan penembak jitu yang menyasar Presiden Donald Trump serta sejumlah pejabat senior dalam acara Ultimate Fighting Championship (UFC) di Gedung Putih. Sebanyak lima tersangka ditangkap dalam operasi penggerebekan serentak di tiga negara bagian berbeda pada 8 Maret 2025, hanya empat hari menjelang acara yang dijadwalkan pada 12 Maret. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Direktur FBI dalam konferensi pers di Markas Besar FBI, Washington D.C.

Menurut rangkaian dakwaan, plot ini terungkap berawal dari laporan masyarakat serta pengawasan komunikasi terenkripsi yang mencurigakan sejak Januari 2025. Para tersangka yang diidentifikasi sebagai warga negara Amerika berusia antara 25 hingga 48 tahun tersebut diduga merencanakan serangan menggunakan dua unit drone komersial yang dimodifikasi dengan muatan bahan peledak fragmentasi, serta seorang penembak jitu yang akan ditempatkan di gedung tinggi di dekat area acara. Target utama adalah Presiden Trump, yang dijadwalkan hadir menyaksikan pertandingan UFC di halaman selatan Gedung Putih, bersama sejumlah menteri kabinet dan anggota Kongres.

Berkas penyidik mengungkapkan bahwa para tersangka—yang terafiliasi dengan kelompok militia daring ekstremis bernama “Sons of Freedom”—telah melakukan tiga kali pengintaian langsung ke perimeter Gedung Putih selama Februari 2025. Mereka merekam rute evakuasi, posisi penjaga Secret Service, dan titik buta pengawasan udara. Motif ideologis anti-pemerintah yang kuat mendorong mereka menargetkan momen bergengsi olahraga tarung tersebut sebagai panggung simbolik. FBI menyita barang bukti berupa satu unit senapan sniper Barrett M82 kaliber .50, 498 butir amunisi berbagai kaliber, delapan unit telepon satelit, dan manual perakitan bom terenkripsi. Selain kombinasi drone dan sniper, kelompok ini juga merencanakan serangan siber kecil untuk mematikan lampu penerangan area parkir sebagai taktik pengalihan bagi aparat keamanan.

Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan di tiga lokasi berbeda: sebuah gudang di Arlington, Virginia; sebuah apartemen di Silver Spring, Maryland; dan sebuah rumah kontrakan di Lancaster, Pennsylvania. Kelima tersangka kini ditahan tanpa jaminan dan dijadwalkan menghadapi dakwaan di Pengadilan Distrik Timur Virginia atas tuduhan konspirasi pembunuhan terhadap pejabat pemerintah, penggunaan senjata pemusnah massal, dan tindakan terorisme domestik, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. Gedung Putih melalui juru bicaranya menyatakan, “Presiden menyampaikan terima kasih kepada FBI dan Secret Service atas profesionalisme dan kerja cepat mereka. Acara UFC akan tetap dilanjutkan dengan pengamanan berlapis yang ditingkatkan.”

Analisis Keamanan: Antara Drone Otonom dan Deteksi Dini

Insiden ini menyoroti kerentanan baru sistem keamanan presidensial terhadap kombinasi ancaman asimetris—drone yang mampu menghindari radar konvensional dengan terbang rendah dan senapan sniper jarak jauh. Dalam wawancara dengan Apaberita, “Serangan hybrid seperti ini menunjukkan lompatan ancaman terorisme modern. Deteksi dini sepenuhnya bergantung pada intelijen manusia karena sensor teknis masih kesulitan membedakan drone rekreasi dengan drone bersenjata secara real-time,” ujar Dr. Mark Stevens, analis kontraterorisme dari National Security Institute.

FBI mengonfirmasi telah bekerja sama dengan US Secret Service, FAA, dan Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA) untuk memperkuat perimeter anti-drone. Sistem penangkal drone berbasis frekuensi radio dan laser sudah diaktifkan di sekitar Gedung Putih sejak pengumuman acara UFC pada Februari lalu. Acara itu sendiri akan dihadiri lebih dari 4.500 tamu undangan, termasuk tokoh olahraga, selebritas, dan diplomat asing. Data intelijen menunjukkan bahwa 90% keberhasilan penggagalan plot ini bersumber dari laporan masyarakat dan operasi penyamaran agen, menekankan pentingnya kolaborasi publik dalam deteksi dini ancaman.

Komponen Serangan Spesifikasi Kemampuan Deteksi/Respon
Drone Serbu (2 unit) DJI Agras T40 modifikasi, muatan 2 kg bahan peledak fragmentasi, jangkauan 5 km Radar Doppler X-band efektif pada jarak 3 km, jammer RF terpasang di WH
Penembak Jitu Senapan Barrett M82 kaliber .50, jangkauan efektif 1.800 meter Unit pengamat mata-mata Secret Service, drone pengawas terus menerus
Serangan Siber Pengalih Denial-of-service ke panel kontrol lampu parkir Sistem backup otomatis dan tim respon siber 24/7

Sebagai perbandingan, serangan drone ke Gedung Putih sebelumnya terjadi pada Januari 2015 ketika sebuah quadcopter sipil mendarat di halaman, namun tanpa muatan berbahaya. Pada 2023, seorang pria ditangkap setelah menerbangkan drone berkamera di atas area terbatas. Plot terbaru ini jauh lebih ambisius dan mematikan, menggabungkan elemen serangan udara, darat, dan siber dalam satu operasi terpadu. Ke depannya, pemerintah akan memperketat registrasi drone komersial dan memperluas zona larangan terbang permanen di area ikonik ibu kota.

[TAGS]: FBI, plot serangan drone, Presiden Trump, UFC White House, penangkapan tersangka [SOCIAL_TWEET]: FBI menggagalkan plot serangan drone & sniper yang menargetkan Presiden Trump di acara UFC Gedung Putih. Lima tersangka ditangkap dengan barang bukti senapan .50 cal & drone bom. #FBI #DroneAttack #TrumpSecurity #UFC #WashingtonDC [SOCIAL_FB]: Operasi besar-besaran FBI berhasil menggagalkan rencana kudeta berdarah di Gedung Putih: kombinasi drone pembawa bom dan penembak jitu jarak jauh mengincar Presiden Trump saat acara UFC. Lima pelaku ditangkap empat hari sebelum hari-H. Baca kronologi dan analisis keamanan terbarunya di sini. [SOCIAL_TG]: 🚨 FBI Gagalkan Serangan Drone-Sniper ke Trump di UFC White House! 5 tersangka ditangkap, barang bukti dahsyat disita. Ancaman terorisme era baru. Detail di sini 👇 [SOCIAL_THREADS]: Bayangin, lagi asik nonton UFC di Gedung Putih, tiba-tiba ada drone bom dan sniper ngincar presiden. Untung FBI udah nangkep duluan 5 orang yang berencana bikin chaos. Gila sih, beneran kayak film action. Selengkapnya baca di link.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User