Timnas Iran Beri Penghormatan untuk Anak-anak Korban Perang di Laga Uji Coba
Lapangan hijau Stadion Azadi tak hanya jadi panggung laga uji coba internasional antara Iran dan Kosta Rika, tetapi juga berubah menjadi altar kemanusiaan.
Lapangan hijau Stadion Azadi tak hanya jadi panggung laga uji coba internasional antara Iran dan Kosta Rika, tetapi juga berubah menjadi altar kemanusiaan. Tim nasional Iran memberikan penghormatan khusus kepada anak-anak korban perang dalam seremoni yang menyentuh sebelum pertandingan dimulai.
Momen itu menjadi salah satu yang paling diingat dari pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tersebut. Para pemain Iran, yang dipimpin kapten Ehsan Hajsafi, berbaris sambil menggandeng tangan anak-anak yang kehilangan orang tua dan tempat tinggal akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Mereka masuk ke tengah lapangan bersama, disambut tepuk tangan meriah dari puluhan ribu penonton.
Bukan Sekadar Seremonial
Inisiatif ini digagas langsung oleh Federasi Sepak Bola Iran bekerja sama dengan UNICEF dan Komite Olimpiade Internasional. Tujuannya: mengingatkan dunia bahwa di balik gemerlap sepak bola, masih banyak anak-anak yang kehilangan masa kecil karena perang. Total 23 anak berusia 6-14 tahun ikut serta, masing-masing mewakili satu pemain Iran yang turun di laga tersebut.
Mereka mengenakan seragam mini tim nasional dengan nama punggung yang sama seperti pemain pendamping. Saat foto bersama, wajah anak-anak itu bercampur aduk antara gugup dan bahagia. Beberapa di antaranya berlinang air mata ketika lagu kebangsaan Iran dikumandangkan. “Saya ingin menjadi seperti mereka, menjadi pemain bola yang bisa membuat orang tersenyum,” ujar Ali, salah satu anak asal Aleppo yang kini tinggal di pengungsian Teheran.
Kehadiran Gianni Infantino
Di bangku VVIP, Presiden FIFA Gianni Infantino menyaksikan langsung seremoni tersebut. Kehadirannya di Teheran bukan kebetulan; ia memang dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda sosial FIFA di kawasan itu.
“Apa yang dilakukan Iran malam ini sangat luar biasa. Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan, menyembuhkan, dan memberi harapan. Saya bangga menyaksikan ini,” kata Infantino kepada media usai pertandingan.
Infantino juga menyempatkan diri berbincang dengan beberapa anak dan menandatangani bola yang akan dilelang untuk penggalangan dana. Ia menegaskan bahwa FIFA akan terus mendukung program-program kemanusiaan yang melibatkan sepak bola, terutama untuk anak-anak korban konflik.
Pesan dari Sang Kapten
Ehsan Hajsafi, yang sempat menjadi sorotan karena pernyataan politiknya di Piala Dunia 2022, kembali menunjukkan bahwa ia lebih dari sekadar pemain bola. Dalam konferensi pers sebelum laga, ia menekankan bahwa laga uji coba ini adalah soal “memberikan suara kepada yang tak bersuara.”
“Kami beruntung bisa bermain sepak bola dan dicintai banyak orang. Tapi kewajiban kami bukan hanya menang, melainkan juga menggunakan platform ini untuk kebaikan. Anak-anak ini adalah korban sebenarnya dari setiap perang,” ungkap Hajsafi.
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, juga mendukung penuh aksi sosial itu. Ia mengaku terinspirasi oleh gerakan serupa di Eropa dan Amerika Latin, dan berharap Iran bisa menjadi contoh bagi negara-negara Asia lainnya.
Respons Dunia Internasional
Unggahan foto dan video penghormatan itu viral dalam hitungan jam. Federasi-federasi sepak bola dari Jerman, Brasil, hingga Australia mengunggah ulang momen tersebut dengan emoji hati dan pesan solidaritas. UNICEF Iran melaporkan lonjakan donasi sebesar 300 persen dalam 24 jam setelah pertandingan, menunjukkan bahwa pesan kemanusiaan itu benar-benar sampai.
Namun, ada pula pihak yang menyebut seremonial ini sebagai langkah diplomasi citra. Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menegaskan bahwa niat mereka murni: “Kami tidak peduli kritik. Yang penting, 23 anak ini merasa dilihat dan dicintai.”
Lebih dari Sekadar Skor
Meski skor akhir 1-1 mungkin tak banyak dibahas, laga Iran vs Kosta Rika akan dikenang bukan karena taktik atau statistik, melainkan karena kemanusiaan yang ditunjukkan di atas rumput. Di tengah dunia yang kerap terpolarisasi, sepak bola sejenak menjadi ruang aman bagi anak-anak yang telah kehilangan begitu banyak.
Malam itu di Azadi, tidak ada yang kalah. Hanya ada harapan yang menggandeng erat tangan anak-anak, berjalan perlahan menuju lapangan yang terang benderang.
[SOCIAL_TWEET]: 23 anak korban perang berjalan bersama pemain Timnas Iran di Stadion Azadi. Penghormatan ini disaksikan langsung Presiden FIFA Gianni Infantino. “Sepak bola bisa menyembuhkan,” katanya. Malam penuh harapan di Teheran. 🇮🇷❤️ #IranForChildren #FootballForPeace #GianniInfantino[SOCIAL_TG]: 🌟 Di tengah laga uji coba, Timnas Iran beri penghormatan untuk anak-anak korban perang. Presiden FIFA datang langsung. Donasi UNICEF melonjak 300% — sepak bola sungguh bisa jadi kekuatan kebaikan. ⚽️💔
Comments (0)