Pria Curi Motor Pengunjung Masjid di Mataram, Modusnya Pura-pura Salat

Mataram - Aparat kepolisian dari Polsek Mataram berhasil meringkus seorang pria berinisial M alias RAM (37) yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian sepeda motor di area parkir Masjid Nurul Huda, Ko

Pria Curi Motor Pengunjung Masjid di Mataram, Modusnya Pura-pura Salat

Mataram - Aparat kepolisian dari Polsek Mataram berhasil meringkus seorang pria berinisial M alias RAM (37) yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian sepeda motor di area parkir Masjid Nurul Huda, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pelaku yang merupakan warga Lombok Barat ini menjalankan aksinya dengan sebuah siasat licik: berpura-pura hendak menunaikan ibadah salat berjemaah di masjid tersebut.

Penangkapan ini bermula dari laporan seorang jemaah yang kehilangan kendaraannya usai melaksanakan salat Magrib pada 7 Juni lalu. Korban yang memarkirkan motor di halaman masjid tidak menyadari bahwa kunci motornya masih tertinggal. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya secara mulus tanpa menimbulkan kecurigaan.

Mengintai Korban di Antara Saf Salat

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku tidak datang ke masjid dengan niat beribadah. Ia sengaja membaur di antara jemaah lain, mengikuti gerakan salat, namun sesungguhnya tengah memantau situasi di luar masjid. Pandangannya terus mengawasi area parkir, mencari target kendaraan yang dalam kondisi lengah—entah karena kunci yang tertinggal, stang yang tidak terkunci, atau pengaman tambahan yang tidak terpasang.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi dalam keterangannya kepada awak media mengungkapkan detail modus operandi pelaku. Berikut pernyataannya:

"Strateginya adalah berpura-pura hendak ikut salat untuk memantau situasi dan mencari target motor yang kuncinya tertinggal. Begitu melihat ada motor yang kuncinya masih menempel, setelah salat ia langsung mengambil motor tersebut dan pergi seolah-olah itu miliknya sendiri."

Pelaku memanfaatkan momen sakral ibadah Magrib di mana konsentrasi jemaah sepenuhnya terpusat pada salat. Suasana khusyuk ini menjadi celah keamanan yang dieksploitasi. Motor korban yang terparkir tanpa pengawasan langsung itu pun raib dibawa pelaku tanpa perlawanan berarti.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menduga pelaku bukan kali pertama melakukan aksi serupa. Modus ini tergolong rapi karena memanfaatkan kepercayaan dan solidaritas sosial di lingkungan rumah ibadah, di mana sesama jemaah biasanya tidak saling mencurigai. Pihak kepolisian kini masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau keterlibatan pelaku dalam tindak pidana lain.

Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan keamanan kendaraan meskipun sedang beribadah. Pastikan kunci motor dicabut, stang dikunci, dan gunakan kunci pengaman ganda bila perlu. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tindak kejahatan bisa terjadi di mana saja, termasuk di tempat yang dianggap paling aman sekalipun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User