Oct 13, 2026
Politik

Polisi Ungkap Kronologi Penyerangan Bus EPA Persib di Tol Batang

Kepolisian Resort Kota Batang mengungkap kronologi penyerangan terhadap bus rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib Bandung di Rest Area KM 360 Jalan Tol Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11...

Polisi Ungkap Kronologi Penyerangan Bus EPA Persib di Tol Batang

Kepolisian Resort Kota Batang mengungkap kronologi penyerangan terhadap bus rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib Bandung di Rest Area KM 360 Jalan Tol Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden tersebut berawal ketika sejumlah oknum suporter klub sepak bola lain yang berada di lokasi yang sama meneriaki rombongan Persib hingga berujung pada tindak pidana penyerangan dan pengerusakan.

Kasat Reskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama menyatakan bahwa oknum suporter berinisial BAP, 33 tahun, bersama rombongannya kebetulan tengah berada di rest area tersebut setelah menyaksikan pertandingan klub idolanya di Yogyakarta. Pada waktu yang bersamaan, rombongan Persib yang baru selesai bertanding di Solo juga berhenti di lokasi yang sama.

"Di mana dari tim Persib juga itu habis pertandingan di Solo berhenti juga di Rest Area KM 360 Batang," ujar Bintoro dalam keterangan persnya, Senin (12/10/2026).

Menurut Bintoro, oknum suporter tersebut kemudian mendatangi bus rombongan Persib dan mulai meneriaki penumpang. Aksi provokasi verbal itu dengan cepat berkembang menjadi penyerangan dan pengerusakan kendaraan. Polisi menegaskan bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, tidak terdapat unsur kesengajaan yang terencana dalam peristiwa tersebut.

Kronologi dan Motif Sementara

Dalam pemaparan kasusnya, Bintoro menjelaskan bahwa pertemuan kedua rombongan suporter di rest area berlangsung secara spontan. Rombongan suporter yang baru kembali dari Yogyakarta mengenali bus yang membawa rombongan Persib, sehingga langsung melontarkan teriakan-teriakan yang memicu ketegangan.

"Kalau unsur kesengajaan tidak ada, cuma saat bertemu di rest area mereka tahu oh ini bus Viking akhirnya diteriak-teriaki dan terjadilah tindak pidana tersebut," jelas dia.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih terus dikembangkan untuk memastikan peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dari kedua belah pihak guna melengkapi berkas perkara.

Korban Luka dan Kerusakan Bus

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah anggota rombongan Persib mengalami luka-luka. Bus yang mengangkut tim EPA U-18 Persib juga mengalami kerusakan pada bagian kaca yang pecah akibat lemparan batu. Polisi memastikan bahwa tindakan pengerusakan tersebut dilakukan dengan menggunakan batu berukuran besar.

"Memang mengalami beberapa luka dan memang untuk bus sendiri memang ada memang pecah kaca yaitu dilempar oleh batu," ungkap Bintoro.

Dalam penanganan kasus ini, penyidik telah mengamankan barang bukti berupa sebuah batu besar yang ditemukan di dalam bus. Hingga saat ini, polisi memastikan tidak ditemukan senjata tajam dalam peristiwa tersebut.

"Barang buktinya ada batu besar yang kami temukan di dalam bus. Untuk sajam tidak ada sejauh ini," tegas dia.

Permintaan Polisi kepada Rombongan Persib

Polresta Batang meminta pihak rombongan Persib untuk menginventarisasi seluruh barang bawaan mereka. Langkah itu dilakukan guna memastikan apakah terdapat barang-barang yang hilang selama insiden berlangsung. Menurut Bintoro, informasi awal mengenai kemungkinan barang yang hilang baru disampaikan secara lisan oleh ofisial Persib.

Polisi menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan secara profesional dan transparan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Penanganan perkara dilakukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk pasal-pasal terkait pengerusakan barang dan penganiayaan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat lokasinya berada di jalur tol antarkota yang ramai dilintasi masyarakat. Kepolisian mengimbau seluruh suporter sepak bola untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memicu konflik antarkelompok, terutama saat berada di ruang publik seperti rest area jalan tol.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User