Mashhad — Ribuan Pelayat Padati Jalan Menuju Pemakaman Ali Khamenei
Kota suci Mashhad, Iran, berubah menjadi lautan duka pada Kamis, 9 Juli 2026. Sejak subuh, jalan-jalan utama yang mengarah ke kompleks Makam Imam Reza dipa
Kota suci Mashhad, Iran, berubah menjadi lautan duka pada Kamis, 9 Juli 2026. Sejak subuh, jalan-jalan utama yang mengarah ke kompleks Makam Imam Reza dipadati oleh ribuan pelayat berpakaian hitam. Mereka datang dari berbagai penjuru negeri untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dunia bersama sejumlah anggota keluarganya. Peti jenazah yang dibalut bendera nasional Iran diusung dalam iring-iringan khidmat, disaksikan oleh lautan manusia yang melantunkan doa dan ratapan.
Kronologi Pemakaman dan Prosesi Penghormatan Terakhir
- Pukul 06.30 waktu setempat — Jenazah Ali Khamenei dan anggota keluarga tiba di Bandara Internasional Mashhad menggunakan pesawat khusus militer. Rombongan langsung disambut oleh pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Penjabat Presiden, Panglima Garda Revolusi, serta ulama senior.
- Pukul 07.15 — Iring-iringan kendaraan jenazah bergerak lambat menuju Kompleks Makam Imam Reza, menempuh rute sejauh 15 kilometer yang telah dijaga ketat oleh Pasukan Keamanan dan sukarelawan Basij. Ratusan ribu warga memadati trotoar, banyak di antaranya menangis dan memukuli dada sebagai ekspresi duka syiah.
- Pukul 08.45 — Prosesi tiba di pelataran Masjid Goharshad, bagian dari kompleks makam. Di sini, salat jenazah dipimpin oleh Ayatollah Ahmad Jannati, Ketua Dewan Ahli, yang juga membacakan pesan terakhir Khamenei yang menyerukan persatuan umat Islam.
- Pukul 10.00 — Upacara kenegaraan dilangsungkan dengan penghormatan militer. Sebanyak 84 tembakan salvo—melambangkan usia Khamenei saat wafat—dilepaskan oleh pasukan khusus. Helikopter militer terbang rendah membawa bendera raksasa Iran, sementara lagu kebangsaan berkumandang.
- Pukul 10.45 — Prosesi pemakaman memasuki ruang makam utama. Peti jenazah Khamenei dan lima anggota keluarganya ditempatkan di samping makam Imam Reza, sesuai wasiat yang menyebutkan keinginan untuk dimakamkan di dekat leluhur spiritualnya. Ribuan pelayat yang berhasil memasuki area dalam sujud dan menciumi tanah makam.
- Pukul 12.00 — Kompleks makam secara resmi dibuka kembali untuk publik setelah penutupan selama dua jam. Antrean pelayat mengular hingga 3 kilometer, dengan waktu tunggu mencapai empat jam. Pemerintah provinsi Khorasan Razavi menyatakan lebih dari 1,5 juta orang hadir di sepanjang rute pemakaman.
Situasi keamanan di Mashhad diperketat sejak pengumuman kematian Khamenei dua hari sebelumnya. Seluruh penerbangan komersial ke bandara Mashhad dialihkan, dan jaringan telekomunikasi sempat dibatasi untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Meski demikian, warga tetap membanjiri titik-titik strategis dengan membawa foto mendiang dan spanduk bertuliskan “Pemimpin Kami Abadi”.
Kepergian Khamenei meninggalkan kekosongan politik di tengah transisi yang sedang berlangsung. Dewan Ahli Iran dijadwalkan menggelar pertemuan darurat dalam 48 jam ke depan untuk memilih pemimpin tertinggi baru. Nama-nama seperti Ebrahim Raisi (Presiden saat ini) dan Mojtaba Khamenei (putra mendiang) disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Namun, banyak analis menilai pemakaman akbar ini akan dimanfaatkan oleh faksi konservatif untuk mengkonsolidasi kekuasaan dan meredam suara oposisi.
Sementara itu, kantor berita resmi IRNA mengonfirmasi bahwa penyebab pasti kematian Khamenei dan anggota keluarganya masih dalam penyelidikan. Spekulasi awal mengarah pada insiden kecelakaan helikopter di wilayah pegunungan Alborz utara, namun belum ada pernyataan resmi. Jenazah-jenazah tersebut sebelumnya telah menjalani proses autopsi di rumah sakit militer Teheran sebelum diterbangkan ke Mashhad.
Dokumentasi foto yang diterima Apaberita.com dari Atta Kenare/AFP menunjukkan ekspresi haru para pelayat yang berdesakan di jalan-jalan sempit sekitar kompleks makam. Sejumlah pria lanjut usia tampak duduk di trotoar sambil memegang Al-Quran kecil, air mata tak terbendung. Seorang ibu muda menggendong anaknya yang melambai-lambaikan bendera Iran mini. Suasana yang kontras antara kemegahan upacara dan kepedihan personal mewarnai hari bersejarah itu.
[SOCIAL_TWEET]: Ribuan pelayat membanjiri jalan di Mashhad, Iran, mengantar jenazah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei ke Makam Imam Reza. Upacara kenegaraan diwarnai 84 tembakan salvo dan lautan air mata. #Iran #PemakamanKhamenei [SOCIAL_TG]: 🔴 Pemakaman Ali Khamenei: Prosesi khidmat di Mashhad dihadiri 1,5 juta pelayat. Jenazah dikebumikan di samping Imam Reza. Penyebab kematian masih diselidiki. Selengkapnya: [tautan]
Comments (0)