SORONG — Sebuah kapal cepat milik Pemerintah Kabupaten Fakfak dilaporkan tenggelam di perairan Kampung Siri-Siri, Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, pada Senin (12/10) pagi. Insiden tersebut melibatkan 10 orang penumpang, yang terdiri dari sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Fakfak serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Papua Barat.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Sorong menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan awal mengenai insiden tersebut dari warga bernama Amarak Heremba. Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan melalui kanal informasi Kantor SAR Sorong, kapal tersebut berangkat dari Sorong dengan tujuan Fakfak sebelum akhirnya dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Kampung Siri-Siri.
"Speedboat yang berangkat dari Sorong menuju Fakfak ini berpenumpang 10 orang, termasuk pejabat Pemkab Fakfak dan anggota legislatif Papua Barat, sempat ditolong oleh warga setempat dan kini dievakuasi sementara di Kampung Siri-Siri," demikian keterangan yang disampaikan Kantor SAR Sorong.
Tim SAR Gabungan Dikerahkan ke Lokasi Kejadian
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Sorong bergerak cepat menuju titik lokasi kapal dilaporkan tenggelam. Tim penyelamat diberangkatkan menggunakan kapal penyelamat RB 221 yang berangkat dari Pelabuhan Perikanan Sorong. Pengerahan armada tersebut dilakukan guna memastikan proses evakuasi seluruh korban dapat berjalan sesuai prosedur operasi SAR.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para penumpang kapal berhasil dievakuasi untuk sementara waktu di Kampung Siri-Siri. Warga setempat menjadi pihak pertama yang memberikan pertolongan kepada para korban sebelum tim SAR gabungan tiba di lokasi kejadian.
Cuaca menjadi Tantangan Utama Proses Evakuasi
Kantor SAR Sorong menegaskan bahwa kondisi cuaca di lapangan menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Tim SAR gabungan disebut terus berpacu dengan waktu dan kondisi alam guna memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan aman.
"Tim SAR gabungan terus berpacu dengan kondisi cuaca di lapangan guna memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan aman," pungkas keterangan resmi tersebut.
Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat laporan resmi mengenai jumlah korban yang mengalami luka maupun korban jiwa. Seluruh penumpang dilaporkan telah berada di titik evakuasi sementara dan dalam kondisi yang terus dipantau oleh petugas di lapangan.
Perairan Inanwatan Dikenal Memiliki Karakteristik Menantang
Perairan di sekitar Distrik Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, dikenal memiliki karakteristik gelombang yang cukup menantang, terutama pada periode tertentu. Wilayah tersebut menjadi jalur penghubung penting bagi aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di kawasan pesisir Papua Barat.
Insiden tenggelamnya kapal milik Pemkab Fakfak ini menambah daftar panjang peristiwa laut yang terjadi di wilayah perairan Papua. Sejumlah pihak mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal yang mengangkut pejabat negara dalam menjalankan tugas kedinasan.
Pemerintah Daerah Diminta Memperkuat Protokol Keselamatan
Dalam konteks tata kelola pemerintahan daerah, insiden ini menjadi perhatian tersendiri mengingat kapal tersebut mengangkut pejabat eksekutif dan legislatif sekaligus. Koordinasi lintas instansi antara pemerintah kabupaten, Basarnas, serta aparat keamanan dinilai menjadi kunci dalam penanganan situasi darurat di wilayah kepulauan.
Kantor SAR Sorong menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan memastikan seluruh proses evakuasi berjalan tuntas. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari otoritas terkait guna menghindari penyebaran kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sampai berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Pemerintah Kabupaten Fakfak dan DPRD Provinsi Papua Barat belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi para pejabat yang berada di dalam kapal tersebut.
Comments (0)