Aug 26, 2026
Nasional

JAKARTA — Lima Film Horor Indonesia Jadi Terfavorit di Netflix 2026

JAKARTA — Penggemar horor Indonesia memiliki sejumlah pilihan tontonan menarik di sepanjang tahun 2026. Platform streaming Netflix mencatat deretan film ho

JAKARTA — Lima Film Horor Indonesia Jadi Terfavorit di Netflix 2026

JAKARTA — Penggemar horor Indonesia memiliki sejumlah pilihan tontonan menarik di sepanjang tahun 2026. Platform streaming Netflix mencatat deretan film horor lokal yang terus mendominasi daftar tontonan populer, mulai dari kisah supernatural, ritual mistis, hingga cerita keluarga dengan sentuan arwuh gentayangan.

Fenomena ini menegaskan bahwa film horor Indonesia kini bukan lagi sekadar hiburan musiman. Genre tersebut telah menjelma menjadi kekuatan utama industri perfilman nasional, dengan basis penggemar lintas generasi yang terus bertumbuh melalui layanan streaming.

Lima Judul Terfavorit Penonton

Berdasarkan pantauan terhadap tren tontonan sepanjang 2026, terdapat lima film horor Indonesia yang paling banyak diminati penonton Netflix. Urutan kejadian popularitasnya dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Sewu Dino — Kisah ritual pengusiran santet berbasis novel karya SimpleMan yang menyedot jutaan penonton sejak rilis di bioskop dan kian ramai ditonton ulang di Netflix.
  2. Pengabdi Setan 2: Communion — Sekuel legendaris karya sutradara Joko Anwar yang menghadirkan horor keluarga dengan latar apartemen dan kultus misterius.
  3. KKN di Desa Penari — Adaptasi kisah viral dari Twitter yang mengangkat mitra wisuda dan pesona gaib di sebuah desa terpencil.
  4. Qorin — Cerita horor bernuansa pesantren tentang praktik qorin yang membuat penonton merinding dengan atmosfer religius-mistisnya.
  5. Danur: I Can See Ghosts — Kisah Risa yang mampu melihat makhluk halus bersama Peter sang hantu asal Belanda, tetap jadi favorit penonton baru setiap tahunnya.

Supernatural Lokal Unggul di Pasar Streaming

Kekhasan horor Indonesia memang terletak pada akar budaya dan kepercayaan lokal. Cerita-cerita seperti sundel bolong, tuyul, pesugihan, hingga ritual desa terpencil memberikan rasa takut yang dekat dengan pengalaman nyata masyarakat Nusantara.

"Sinopsis resmi Netflix menyebut Sewu Dino sebagai kisah perjalanan membersihkan kutukan santet turun-temurun yang tak pernah benar-benar selesai," tulis deskripsi film tersebut di platform itu.

Pola konsumsi tontonan pada 2026 juga memperlihatkan pergeseran perilaku. Penonton tidak lagi hanya menyaksikan film saat tayang perdana di bioskop, melainkan menunggu jadwal rilis streaming untuk menikmati ulang momen seru bersama keluarga atau teman.

Tren Menarik Sepanjang Tahun 2026

Sejumlah dinamika menandai perjalanan film horor Indonesia di Netflix selama tahun ini:

  • Rilisan klasik seperti Danur kembali naik daun karena ditemukan oleh generasi penonton baru.
  • Film garapan Joko Anwar konsisten menempati peringkat atas kategori horor.
  • Adaptasi kisah viral media sosial membuktikan daya tariknya yang tak surut.
  • Horor bernuansa religius seperti Qorin menemukan pasar tersendiri di kalangan penonton muda.

Kehadiran lima judul tersebut juga memberi sinyal positif bagi produser film nasional. Permintaan tinggi di platform streaming membuka peluang pendanaan lebih besar untuk produksi horor berkualitas di masa mendatang.

Bagi para pecinta seram, akhir 2026 menjadi momentum pas untuk menuntaskan daftar tontonan. Dengan lima pilihan unggulan di atas, malam-malam menonton di rumah dipastikan tak akan kehilangan sensasi merinding khas horor Indonesia.

[SOCIAL_TWEET]: Lima film horor Indonesia terfavorit di Netflix sepanjang 2026! Ada Sewu Dino sampai Danur. Mana yang belum kamu tonton? #Netflix #FilmHororIndonesia[SOCIAL_TG]: 📺 FILM HOROR INDONESIA DI NETFLIX 2026 — Lima judul terfavorit penonton telah dirangkum, dari ritual santet Sewu Dino hingga kisah gaib Danur. Baca selengkapnya hanya di Apaberita.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User