Aug 25, 2026
Nasional

Di Balik Toga dan Air Mata, Wisudawan Wisudawati UIN STS Jambi Pulang Membawa Harapan

<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0K8p1oE6SOfsNpL_PGDu_XGikbstzDw3MaCEKgvO_jF1Cv2qJyxrnMLS65GwyrAGgQ32mVjYeSTweb7hk__Jux6IXxnH992k8HxjqdxQ2LDs7agZvOOt7GBI2HgUqwZ52ye7Sqfmy8yQ8umJq8fPGs7n6XTCT7-IgH1RuhW8SUlF4nPn7JATbAIrt_Gc/s1170/WhatsApp%20Image%202026-08-23%20at%2017.16.13.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><span style="font-family: inherit; font-size: medium;"><img border="0" data-original-height="1054" data-original-width="1170" height="288" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0K8p1oE6SOfsNpL_PGDu_XGikbstzDw3MaCEKgvO_jF1Cv2qJyxrnMLS65GwyrAGgQ32mVjYeSTweb7hk__Jux6IXxnH992k8HxjqdxQ2LDs7agZvOOt7GBI2HgUqwZ52ye7Sqfmy8yQ8umJq8fPGs7n6XTCT7-IgH1RuhW8SUlF4nPn7JATbAIrt_Gc/s320/WhatsApp%20Image%202026-08-23%20at%2017.16.13.jpeg" width="320" /></span></a></div><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;"><strong><a href="http://Jambinews.id">Jambinews.id</a> | </strong>Minggu, 23 Agustus 2026, Auditorium Chatib Quzwain UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi tidak sekadar dipenuhi para wisudawan dengan toga dan senyum kemenangan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Di antara deretan kursi, bunga, kamera, dan ucapan selamat, tersimpan cerita yang jauh lebih panjang: tentang anak-anak yang pernah berangkat kuliah dengan mimpi sederhana, tentang orang tua yang diam-diam menabung harapan, tentang doa yang dipanjatkan bertahun-tahun, hingga akhirnya hari yang dinanti itu benar-benar tiba.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Hari itu, sebanyak 790 wisudawan mengikuti Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode II Tahun 2026 sesi kedua.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Mereka adalah bagian dari 1.463 wisudawan yang menyelesaikan pendidikan pada rangkaian Wisuda Periode II UIN STS Jambi. Wisuda tersebut sekaligus menjadi Wisuda Sarjana ke-72, Magister ke-45, dan Doktor ke-21.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Namun, angka 1.463 tidak pernah benar-benar mampu menceritakan seluruh perjuangan mereka.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Sebab di balik setiap nama yang disebutkan, ada perjalanan yang berbeda.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ada yang mungkin datang dari keluarga sederhana. Ada yang harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Ada yang pernah gagal, jatuh, lalu kembali berdiri. Dan ada pula yang sepanjang perjalanan akademiknya hanya memiliki satu kekuatan: doa keluarga.</span></p><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf2206Uial05VVyTgR2_A_rgpGQmXP9oqsgLspXqcHtuwQ9cgmyTzp8pANW1voXRBdQm56DSPYO0l_uwLv7XneP36CTSyJLFZ2mhaZtD7-pBzBj5-m76wRaQJTnbfx56FrcMryAqUAFu-8OVJUUZztuwNP-wxFev_QdtRJa2WTqZZwna3JN_vYLSrLaw0/s1280/WhatsApp%20Image%202026-08-23%20at%2009.09.57.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><span style="font-family: inherit; font-size: medium;"><img border="0" data-original-height="960" data-original-width="1280" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf2206Uial05VVyTgR2_A_rgpGQmXP9oqsgLspXqcHtuwQ9cgmyTzp8pANW1voXRBdQm56DSPYO0l_uwLv7XneP36CTSyJLFZ2mhaZtD7-pBzBj5-m76wRaQJTnbfx56FrcMryAqUAFu-8OVJUUZztuwNP-wxFev_QdtRJa2WTqZZwna3JN_vYLSrLaw0/s320/WhatsApp%20Image%202026-08-23%20at%2009.09.57.jpeg" width="320" /></span></a></div><h3><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ketika Nama Dipanggil, Perjuangan Terbayar</span></h3><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Sesi kedua wisuda diikuti 790 lulusan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Sebanyak 143 lulusan berasal dari Program Pascasarjana, 594 lulusan dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, serta 53 lulusan dari Fakultas Dakwah.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ketika satu per satu nama dipanggil, suasana auditorium berubah.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Senyum mengembang.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Kamera diangkat.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Tangan melambai.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Sebagian keluarga mengabadikan momen yang mungkin hanya terjadi sekali dalam hidup.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Bagi sebagian orang, menerima ijazah mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi keluarga, momen itu adalah hasil dari perjalanan panjang yang tidak selalu mudah.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ada orang tua yang selama bertahun-tahun hanya bisa bertanya melalui telepon, “Kapan selesai kuliah?”</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ada yang setiap bulan menghitung kembali pengeluaran agar anak tetap bisa membayar kebutuhan pendidikan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ada yang tidak pernah hadir di ruang sidang, ruang seminar, atau ruang kuliah, tetapi doanya selalu mengiringi.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Karena itulah, wisuda sesungguhnya bukan hanya perayaan seorang mahasiswa.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Wisuda adalah perayaan keluarga.</span></p><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS3Thq3hSUgBUUXuvQc6vgjvoG7DokhA0SaHKmg3vOhYHxUWbeB0ZyISww3kfprl8Kq7IQ2jR60qcmC1uQ0Yn6TVYJbAw6CiRFELHpR3Zb4ey5BOAnjii3LXi1mn4Wd7_Vnj9itQQJ1ztoXJgxR4Zcs4pungbC3bvDAQFVyrVjnaCZsG5U5tGN513Edes/s1280/WhatsApp%20Image%202026-08-23%20at%2008.51.55.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><span style="font-family: inherit; font-size: medium;"><img border="0" data-original-height="1280" data-original-width="720" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS3Thq3hSUgBUUXuvQc6vgjvoG7DokhA0SaHKmg3vOhYHxUWbeB0ZyISww3kfprl8Kq7IQ2jR60qcmC1uQ0Yn6TVYJbAw6CiRFELHpR3Zb4ey5BOAnjii3LXi1mn4Wd7_Vnj9itQQJ1ztoXJgxR4Zcs4pungbC3bvDAQFVyrVjnaCZsG5U5tGN513Edes/s320/WhatsApp%20Image%202026-08-23%20at%2008.51.55.jpeg" width="180" /></span></a></div><h3><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Pesan Rektor yang Menyentuh Ruang Paling Dalam</span></h3><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Di tengah suasana bahagia tersebut, Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. menyampaikan pesan yang sederhana, tetapi menyentuh sisi paling manusiawi dari sebuah kelulusan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ia mengingatkan para wisudawan agar tidak pernah melupakan orang tua.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">“Jangan lupakan doa untuk orang tua,” pesan Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Bagi Rektor, keberhasilan akademik tidak berdiri sendiri.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Di belakang seorang sarjana, ada keluarga yang memberi dukungan. Di belakang seorang magister, ada doa yang tidak pernah berhenti. Bahkan di balik keberhasilan seorang doktor, ada orang tua dan keluarga yang mungkin telah melewati perjalanan panjang bersama sang anak.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Karena itu, para lulusan diminta tetap menghormati, menyayangi, dan berterima kasih kepada kedua orang tua.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Pesan itu bahkan ditujukan kepada mereka yang hari itu tidak lagi dapat melihat orang tuanya duduk di antara para tamu.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Bagi mereka yang orang tuanya telah meninggal dunia, Rektor mengingatkan agar doa tetap dikirimkan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Sebab hubungan antara anak dan orang tua tidak berakhir ketika kematian datang.</span></p><p><strong><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Doa seorang anak menjadi bentuk bakti yang terus mengalir.</span></strong></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Pesan itu terasa begitu dekat dengan suasana wisuda. Sebab di tengah kebahagiaan mengenakan toga, mungkin ada satu kursi yang kosong.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Satu kursi yang seharusnya ditempati ayah.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Atau ibu.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Dan bagi sebagian wisudawan, kebahagiaan hari itu mungkin datang bersama kerinduan.</span></p><h3><span style="font-family: inherit; font-size: medium; font-weight: normal;">“Kami Mengembalikan Putra-Putri Bapak dan Ibu”</span></h3><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ada satu kalimat lain yang disampaikan Rektor yang menggambarkan makna wisuda secara utuh.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">“Kami mengembalikan putra-putri Bapak dan Ibu kepada keluarga dan masyarakat,” katanya.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Kalimat itu bukan sekadar ungkapan seremonial.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Selama bertahun-tahun, kampus menjadi rumah kedua bagi para mahasiswa. Di sanalah mereka belajar, berdiskusi, melakukan penelitian, membangun pertemanan, berorganisasi, menghadapi ujian, dan menemukan arah kehidupan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Kini mereka harus kembali.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Bukan lagi sebagai mahasiswa.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Melainkan sebagai sarjana, magister, dan doktor yang membawa tanggung jawab baru.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Mereka membawa ilmu.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Mereka membawa pengalaman.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Dan yang tidak kalah penting, mereka membawa nama keluarga serta almamater.</span></p><h3><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Empat Wisudawan dengan Cerita Keunggulan</span></h3><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Di tengah ratusan lulusan, empat nama mendapat penghargaan sebagai mahasiswa terbaik.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Izzati Putri Zahra, S.Pd. menjadi mahasiswa terbaik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan IPK 3,98 dan predikat Magna Cumlaude.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Kemudian Tarik Andika, S.Sos. menjadi mahasiswa terbaik Fakultas Dakwah dengan IPK 3,97 dan predikat Magna Cumlaude.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Pada jenjang Magister, penghargaan diberikan kepada Rona Afriliani, M.E. yang meraih IPK 3,85 dengan predikat Magna Cumlaude.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Sementara itu, mahasiswa terbaik jenjang Doktor diraih Dr. Muhammad Munawir Pohan dengan IPK 3,90 dan predikat Cumlaude.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Prestasi mereka menjadi kebanggaan tersendiri.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Namun, penghargaan tersebut juga mengingatkan bahwa di balik angka IPK terdapat proses panjang: membaca ketika orang lain beristirahat, menyelesaikan tugas ketika sebagian orang menikmati waktu luang, melakukan penelitian, menghadapi revisi, dan berkali-kali belajar untuk tidak menyerah.</span></p><h3><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Kampus yang Tidak Berhenti Bertumbuh</span></h3><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Di balik keberhasilan para lulusan, UIN STS Jambi juga terus melakukan pembenahan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Kasful Anwar menyampaikan bahwa universitas terus memperkuat kelembagaan dan ekosistem akademiknya.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">UIN STS Jambi telah meraih akreditasi perguruan tinggi dengan predikat Unggul dan kini memiliki 30 guru besar.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Universitas juga memperkuat tradisi publikasi ilmiah. Dua jurnal UIN STS Jambi, kata Rektor, segera diarahkan untuk terindeks Scopus.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Pengembangan program studi juga terus dilakukan. Saat ini terdapat 55 program studi, dengan tiga program studi baru pada jenjang sarjana dan dua program studi baru pada jenjang magister.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Semua itu pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas dan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.</span></p><h3><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Dari Kampus Menuju Dunia yang Sesungguhnya</span></h3><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, M.Pd.I., yang hadir mewakili Gubernur Jambi, turut menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, ia mengapresiasi keberhasilan 790 lulusan yang mengikuti prosesi sesi kedua.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah ketekunan, kerja keras, serta dukungan dan doa keluarga.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika UIN STS Jambi yang dinilai terus konsisten mencetak sumber daya manusia unggul dan berkualitas.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Kini, setelah prosesi selesai, para wisudawan akan kembali ke rumah masing-masing.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Toga akan disimpan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Bunga akan layu.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Foto-foto wisuda akan menjadi kenangan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Tetapi perjuangan baru saja dimulai.</span></p><h3><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Sebab Wisuda Bukan Akhir</span></h3><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Sebanyak 1.463 lulusan UIN STS Jambi kini memasuki babak kehidupan yang berbeda.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ada yang akan melanjutkan pendidikan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ada yang memasuki dunia kerja.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ada yang membangun usaha.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Ada yang kembali ke daerah untuk mengabdi.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Dan mungkin ada yang belum mengetahui secara pasti ke mana langkah berikutnya akan membawa mereka.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Namun satu hal yang pasti: mereka tidak lagi sama seperti ketika pertama kali memasuki gerbang kampus.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Mereka telah membawa pulang ilmu, pengalaman, persahabatan, nilai, dan pelajaran tentang kehidupan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Dan di atas semua itu, mereka membawa pesan yang mungkin paling sederhana tetapi paling penting dari hari wisuda tersebut:</span></p><p><strong><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Jangan pernah melupakan orang tua.</span></strong></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Sebab ketika dunia mulai mengenal mereka melalui gelar di belakang nama, keluarga adalah tempat pertama yang mengenal mereka bahkan sebelum gelar itu ada.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Hari itu, UIN STS Jambi tidak hanya mewisuda mahasiswa.</span></p><p><strong><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Kampus sedang melepas anak-anaknya untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat.</span></strong></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Melepas mereka dengan doa.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Melepas mereka dengan harapan.</span></p><p><span style="font-family: inherit; font-size: medium;">Dan melepas mereka dengan satu amanah besar: jadilah manusia yang ilmunya memberi manfaat.</span></p>
Sumber: Jambi News

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User