Profil dan Review Kinerja Bupati Bantaeng Ilham Azikin

<h2>Profil dan Review Kinerja Bupati Bantaeng Ilham Azikin</h2> <p><strong>Ilham Azikin</strong> adalah Bupati Bantaeng yang pertama kali terpilih pada Pilkada 2018 dan berhasil mempertahankan kursinya untuk periode kedua dalam pemilihan 2024. Ia lah

Jul 11, 2026 - 05:59
Updated: 4 days ago
0 1

Profil dan Review Kinerja Bupati Bantaeng Ilham Azikin

Ilham Azikin adalah Bupati Bantaeng yang pertama kali terpilih pada Pilkada 2018 dan berhasil mempertahankan kursinya untuk periode kedua dalam pemilihan 2024. Ia lahir di Bantaeng, 7 Mei 1976, dari keluarga sederhana dan tumbuh di lingkungan nelayan yang membentuk karakter kerjanya yang dekat dengan rakyat. Sebelum menjadi bupati, Ilham sudah malang-melintang di dunia politik lokal sebagai anggota DPRD Kabupaten Bantaeng selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2018) dari Partai Gerindra.

Profil dan Latar Belakang

Ilham Azikin menempuh pendidikan dasar dan menengah di Bantaeng, lalu melanjutkan ke jenjang S1 Ilmu Pemerintahan di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan (STIP) Bantaeng. Karier politiknya dimulai dari akar rumput sebagai aktivis pemuda dan organisasi masyarakat. Ia bergabung dengan Partai Gerindra dan terpilih sebagai anggota DPRD pada usia 33 tahun. Di parlemen, ia dikenal vokal dalam isu pembangunan infrastruktur pedesaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Pada Pilkada 2018, Ilham berpasangan dengan Sahabuddin dan menang setelah mengalahkan dua pasangan lain. Lima tahun kemudian, pada Pilkada 2024, ia kembali terpilih bersama wakilnya yang baru, Andi Nurhaliza, melanjutkan kepemimpinan dengan dukungan koalisi partai besar.

Program Unggulan dan Kinerja

Selama periode pertama, Ilham Azikin mengusung visi "Bantaeng Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan". Program paling menonjol adalah Gerakan Bantaeng Mandiri Pangan yang fokus pada pengembangan komoditas unggulan lokal seperti jagung, rumput laut, dan kopi. Berdasarkan data Dinas Pertanian Bantaeng, produksi jagung meningkat dari 78 ribu ton pada 2017 menjadi 95 ribu ton pada 2023, sementara ekspor rumput laut ke pasar Asia Timur naik 34% dalam kurun yang sama. Program ini didukung oleh pembangunan jalan usaha tani sepanjang 127 kilometer dan pemasangan 56 unit irigasi perdesaan di 12 kecamatan.

Program unggulan kedua adalah Revolusi Pelayanan Publik Berbasis Digital. Ilham meluncurkan Bantaeng Smart Service, platform satu pintu yang mengintegrasikan 113 jenis layanan administrasi kependudukan, perizinan, dan pengaduan. Dalam evaluasi Ombudsman RI 2023, kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik Bantaeng meraih nilai 87,3 (zona hijau), naik signifikan dari 62,1 pada 2018. Pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di pusat kota juga menjadi ikon reformasi birokrasi yang memangkas waktu pengurusan izin menjadi rata-rata 4,7 hari.

Di sektor kesehatan, program Bantaeng Sehat menurunkan angka stunting dari 28,9% (2018) menjadi 16,2% (2023) menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Pemerintah daerah secara rutin memberikan makanan tambahan bagi balita dan membangun 11 puskesmas rawat inap baru. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bantaeng merangkak dari 68,4 menjadi 71,1 pada periode yang sama.

Kontroversi dan Tantangan

Kinerja Ilham Azikin tidak sepenuhnya mulus. Kritik paling tajam datang dari lambannya realisasi proyek pembangunan Pelabuhan Bantaeng yang digadang-gadang menjadi pintu ekspor utama. Proyek yang dimulai pada 2019 itu hingga akhir 2023 baru mencapai 42% dari target fisik, menimbulkan spekulasi soal pembengkakan anggaran hingga Rp 92 miliar. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga memberi catatan atas sejumlah program yang belum optimal, termasuk pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bantaeng Energi yang hingga kini belum menunjukkan profitabilitas yang diharapkan.

Tantangan lain adalah kemiskinan ekstrem yang masih berada di angka 7,8% pada 2023, lebih tinggi dari rata-rata provinsi Sulawesi Selatan. Kelompok nelayan tradisional dan petani lahan sempit masih sulit mengakses modal dan pasar. Koalisi masyarakat sipil juga menyoroti minimnya partisipasi publik dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2022-2042 yang dinilai cenderung mengakomodasi kepentingan investor swasta.

Penilaian dan Prospek

Secara umum, Ilham Azikin mampu menjaga stabilitas politik lokal dan melanjutkan program pembangunan yang mendapat dukungan kuat dari masyarakat akar rumput. Keunggulannya terletak pada kemampuan komunikasi langsung dengan warga melalui kunjungan rutin ke desa-desa, serta jejaring politik yang solid. Peningkatan angka IPM dan reformasi birokrasi menjadi capaian yang diakui oleh pemerintah pusat, termasuk penghargaan dari Kementerian PAN-RB pada 2022.

Prospek periode kedua akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menuntaskan proyek strategis yang tertunda, terutama pelabuhan dan pengembangan ekonomi biru. Dengan pengalaman satu dekade di birokrasi legislatif dan eksekutif, Ilham diharapkan dapat lebih tajam mengelola anggaran dan memperluas kolaborasi dengan sektor swasta serta perguruan tinggi. Pemilih akan menagih janji penurunan kemiskinan dan peningkatan lapangan kerja, menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai kunci legitimasi lima tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User