Apel Siaga Digelar Pascabentrokan di Menteng

JAKARTA, Apaberita – Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama unsur Tentara Nasional Indonesia menggelar apel siaga gabungan di Lapangan Monas, lintas sektor yang membentang hingga kawasan Menteng, Jaka...

Apel Siaga Digelar Pascabentrokan di Menteng

JAKARTA, Apaberita – Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama unsur Tentara Nasional Indonesia menggelar apel siaga gabungan di Lapangan Monas, lintas sektor yang membentang hingga kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/8/2025) malam. Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Darmawan Sutanto ini merupakan respons cepat atas bentrokan antara dua kelompok massa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Teuku Umar, Menteng.

Dalam arahannya, Inspektur Jenderal Darmawan menegaskan bahwa apel siaga ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali pascainsiden yang melukai sembilan orang tersebut. "Kami tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mencoba memanfaatkan situasi untuk memecah belah keamanan ibu kota. Seluruh personel dikerahkan dalam pola pengamanan statis dan patroli mobile di titik-titik rawan," tegasnya di hadapan 1.200 personel gabungan.

Kronologi Bentrokan di Jalan Teuku Umar

Berdasarkan keterangan resmi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Andi Wijaya, bentrokan bermula saat dua kelompok massa yang mengatasnamakan aliansi pendukung calon legislatif dari dua partai berbeda bertemu di sekitar sebuah hotel. Mereka tengah menunggu hasil rapat pleno penyelesaian sengketa internal yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat salah satu partai politik peserta Pemilu 2024.

"Kedua belah pihak saling melontarkan provokasi verbal yang kemudian meningkat menjadi aksi lempar batu dan pemukulan menggunakan benda tumpul. Petugas yang berada di lokasi langsung melakukan tindakan pembubaran, namun eskalasi sudah terlanjur tinggi," jelas Andi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa malam.

Akibat bentrokan tersebut, sembilan orang dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dengan luka ringan hingga sedang. Sebanyak enam unit kendaraan roda empat dan belasan sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa dan mengamankan total 24 orang guna dimintai keterangan.

Apel Siaga dan Strategi Pengamanan

Apel siaga yang digelar tidak hanya melibatkan personel kepolisian dari satuan Sabhara, Brimob, dan intelijen, tetapi juga diperkuat oleh dua kompi dari Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning dan satu kompi dari Korps Brimob Kelapa Dua. Inspektur Jenderal Darmawan memaparkan, strategi pengamanan dibagi dalam tiga zona dengan sistem pengamanan berlapis. Zona pertama berada di radius 500 meter dari pusat lokasi bentrokan yang kini ditetapkan sebagai area steril terbatas. Zona kedua mencakup jalan-jalan protokol di Menteng seperti Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan MH Thamrin, tempat dilakukannya patroli mobile secara berkala. Zona ketiga adalah pengamanan terbuka di titik-titik vital seperti gedung DPRD DKI Jakarta serta kantor-kantor pengurus partai.

"Kami sudah menetapkan status siaga satu hingga 2×24 jam ke depan. Masyarakat diminta tetap tenang dan dapat beraktivitas normal, karena pengamanan sudah kami lakukan secara maksimal. Setiap pergerakan massa yang mencurigakan akan langsung kami hadang," tambah Darmawan.

Respons Pemerintah dan Tokoh Politik

Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid, yang menerima laporan langsung dari Kapolda, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi mendukung penuh langkah aparat keamanan. "Kami mengutuk segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan politik. Jakarta harus tetap kondusif. Saya sudah berkoordinasi dengan Dandim 0501/JP dan seluruh wali kota untuk memperkuat deteksi dini di tingkat kelurahan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Apaberita.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dalam pertemuan terpisah, menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. "Kami meminta seluruh kader dan simpatisan untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada aparat penegak hukum. Apel siaga ini adalah bukti negara hadir," katanya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya juga mengimbau agar semua pihak tidak memperkeruh suasana. "Kami mendukung penuh langkah kepolisian. Perbedaan pendapat politik tidak boleh diselesaikan dengan adu fisik di jalanan. Apalagi di Menteng, kawasan diplomatik dan pusat sejarah bangsa," tegasnya melalui sambungan telepon.

Korban dan Penanganan Medis

Hingga Rabu (14/8/2025) pagi, lima dari sembilan korban bentrokan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan intensif di RSCM. Direktur Pelayanan Medis RSCM, dr. Lina Susanti, melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa seluruh korban mengalami luka akibat benda tumpul dan pecahan kaca. "Dua orang masih dalam observasi karena mengalami trauma di bagian kepala ringan. Kondisi mereka stabil. Biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh Polda Metro Jaya," ujarnya.

Posko kesehatan darurat juga didirikan di area apel siaga dengan melibatkan 30 tenaga medis dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Mobil ambulans disiagakan selama 24 jam penuh di lima titik strategis di sekitar Menteng.

Imbauan dan Langkah Hukum

Kombes Andi Wijaya menambahkan bahwa dari 24 orang yang diamankan, 11 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pengrusakan dan pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 dan Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. "Kami masih mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual di balik bentrokan ini. Pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti terus dilakukan," katanya.

Apel siaga akan terus dievaluasi setiap enam jam sekali oleh posko terpadu di Polda Metro Jaya. Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke Command Center 110 atau aplikasi JAKI jika melihat potensi gangguan keamanan. "Kecepatan informasi dari warga menjadi kunci. Kami pastikan situasi Jakarta tetap aman dan terkendali," tutup Darmawan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User