Aug 26, 2026
Nasional

Andre Rosiade Kritik Herdman: Pemain Timnas Ngos-ngosan di Menit 60

Bola mati belum sempat turun sempurna, namun sorakan penonton di tribun telah berubah menjadi decak kaget. Aksi lini tengah Timnas Indonesia yang tiba-tiba

Andre Rosiade Kritik Herdman: Pemain Timnas Ngos-ngosan di Menit 60

Bola mati belum sempat turun sempurna, namun sorakan penonton di tribun telah berubah menjadi decak kaget. Aksi lini tengah Timnas Indonesia yang tiba-tiba melambat membuat banyak pihak bertanya-tanya: apa sebenarnya yang terjadi dengan kondisi fisik anak-anak asuh John Herdman? Pertanyaan itu kini tidak hanya mengemuka di media sosial, melainkan juga keluar dari mulut seorang tokoh sepak bola yang dikenal blak-blakan, Andre Rosiade, bos Semen Padang.

Dalam kesempatan yang berlangsung hangat diperbincangkan, Rosiade menyuarakan kekhawatiran yang selama ini tersimpan di benak para penggila bola Tanah Air. Ia menyoroti stamina pemain Garuda yang menurun drastis menjelang babak kedua, sebuah fenomena yang ia anggap fatal bagi ambisi Indonesia di panggung internasional. Baginya, kebugaran bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi dari segala strategi yang dirancang pelatih.

"Menit 60 pemain udah ngos-ngosan. Kalau begini terus, bagaimana kita bisa bersaing dengan tim-tim Asia lainnya? Strategi sebagus apa pun tidak akan jalan kalau fisik pemain tidak sanggup,"

Kritik tersebut langsung memicu gelombang reaksi. Sebagian pengamat sepak bola setuju dengan pandangan Rosiade, sementara sebagian lainnya membela Herdman yang baru saja menjabat dan masih berada dalam masa transisi. Namun satu hal yang pasti: perdebatan tentang kondisi fisik pemain Timnas Indonesia kembali menghangat, dan kali ini datang dari orang dalam lingkaran sepak bola profesional sendiri.

Stamina Jadi Isu Klasik Sepak Bola Indonesia

Isu kebugaran sesungguhnya bukan hal baru di persepakbolaan nasional. Bertahun-tahun lamanya para pelatih asing—dari berbagai kebangsaan—mengeluhkan durasi optimal pemain lokal yang rata-rata hanya mampu tampil penuh selama 60 hingga 70 menit. Faktor gaya hidup, intensitas kompetisi domestik yang belum ideal, hingga pola latihan klub kerap disebut sebagai akar masalahnya.

Ada kepedihan tersendiri ketika generasi emas yang katanya lahir dari program pembinaan panjang justru kehabisan bensin lebih cepat daripada lawan. Para pendukung fanatik Garuda telah bersedia menempuh ribuan kilometer demi menyaksikan timnas berlaga, namun yang mereka dapat kerap adalah penampilan yang meredup begitu pertandingan memasuki sepuluh menit terakhir.

AspekStandar Tim Asia TopKondisi Saat Ini
Durasi performa fisik optimal90 menit penuhSekitar 60-70 menit
Pemulihan antar lagaTerkelola ilmiahBervariasi antar pemain
Rotasi skuadAktif dan terencanaMasih berkembang

Ujian Berat di Depan Mata John Herdman

Bagi John Herdman, kritik semacam ini adalah bagian dari pekerjaan yang harus diselesaikan. Pelatih kelahiran Inggris itu memang dikenal memiliki rekam jejak menjanjikan, termasuk kesuksesannya mengangkat timnas Kanada ke Piala Dunia 2022. Namun konteks Indonesia berbeda: tekanan publik tinggi, ekspektasi luar biasa, serta warisan masalah struktural yang tidak bisa diselesaikan semalam.

  • Herdman perlu memetakan ulang standar kebugaran setiap pemain yang dipanggil ke timnas;
  • Kolaborasi dengan klub Liga 1 dalam manajemen beban latihan menjadi keniscayaan;
  • Persiapan fisik berbasis data modern patut menjadi prioritas program kerjanya;
  • Komunikasi terbuka dengan publik dapat meredam tekanan yang terus meningkat.

Rosiade: Kritik untuk Kemajuan, Bukan Cari-cari Kesalahan

Meski kata-katanya tajam, Rosiade menegaskan bahwa kritiknya lahir dari kepedulian. Sebagai sosok yang mengurus Semen Padang, ia memahami betapa mahalnya biaya membangun tim yang kompetitif. Ia tidak ingin melihat investasi besar-besaran pada timnas berakhir dengan penyesalan hanya karena detail-detail kecil seperti kebugaran diabaikan.

"Ini bukan soal menjatuhkan siapa pun. Saya ingin timnas sukses. Tapi sukses itu harus dibangun dari hal-hal mendasar, dan fisik pemain adalah yang paling mendasar,"

Kini semua mata tertuju pada Herdman. Apakah kritik pedas ini akan menjadi bahan bakar transformasi, atau justru memperlebar jurang antara federasi, klub, dan publik? Yang jelas, suara dari Padang itu telah menggetarkan ruang ganti Garuda—dan waktunya menjawab lewat karya di lapangan hijau.

[SOCIAL_TWEET]: Andre Rosiade blak-blakan kritik Herdman: "Menit 60 pemain udah ngos-ngosan!" Isu stamina Timnas Indonesia kembali jadi sorotan. Setuju atau tidak? #TimnasDay #Indonesia[SOCIAL_TG]: ⚽ TIMNAS | Andre Rosiade kritik Herdman soal stamina pemain yang drop sejak menit ke-60. Apakah ini alarm bagi persepakbolaan Indonesia? Selengkapnya di artikel ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User